Bagian III: Aku Masih Di Sini Malam ini, aku menatap layar… Masih bernapas, masih hidup — tapi aku tahu rasanya tak selalu terasa seperti hidup. Sudah hampir dua tahun aku menjalani sesuatu yang tidak pernah kuundang hadir dalam hidupku. Penyakit ini… proses ini… Seolah mencabutku dari dunia yang dulu kukenal: pekerjaan yang kujalani dengan semangat, pemandangan yang dulu kusambut dengan mata berbinar, obrolan ringan dengan teman, tawa-tawa sederhana yang kini terasa seperti mimpi yang jauh. Di awal, segalanya terasa berat. Seperti tenggelam dalam lautan yang tak berujung, seperti burung dalam sangkar yang hanya bisa melihat langit tanpa bisa terbang. Kadang aku ingin marah. Kadang aku hanya ingin diam dan menghilang. Dan ya, aku lelah… Tapi aku tetap ada. Kata orang, waktu menyembuhkan. Mungkin benar… atau mungkin waktu hanya membuat luka belajar bernafas tanpa suara. Namun di balik semua ini, satu hal yang membuatku tetap berdiri: keluarga. Mereka tidak pergi. Saat dunia menjauh, mer...
Bloggeran Jalan-Jalan Kulineran