Langsung ke konten utama

KEMBALI DI PENGHUJUNG JANUARI




Catatan Setelah 60 Hari yang Hening
Hai, apa kabar?
Lama rasanya tidak bertemu. Aku harap kamu baik-baik saja.
Akhir-akhir ini aku memang jarang mampir ke sini, jarang menulis, jarang memposting apa pun. Padahal kalau diingat lagi, tahun lalu aku sempat berjanji pada diri sendiri untuk menulis secara lebih teratur bukan sekadar kadang ada, kadang menghilang. Tapi ya begitulah manusia, rencana sering kali kalah oleh kenyataan.

Enam puluh hari terakhir berjalan tanpa banyak catatan.
Aku masih sama, hari-hariku diisi oleh hal-hal yang itu-itu saja: rumah, rumah sakit, obat-obatan, dan janji dengan dokter. Tidak ada peristiwa besar, tidak ada perubahan signifikan hanya rutinitas yang harus dijalani, satu hari ke hari berikutnya.
Di sela-sela itu, sesekali aku mencari ruang bernapas dengan berjalan ke perbukitan dekat rumah. Tidak lama, tidak sering, tapi cukup untuk mengingatkan diri bahwa aku masih bisa melihat langit, merasakan angin, dan diam tanpa tujuan apa pun.
Mungkin selama dua bulan ini aku tidak menulis, tapi aku tetap hidup. Aku tetap hadir di hari-hariku sendiri, meski tanpa kata-kata.

Tulisan terakhirku di blog ini adalah sekitar dua bulan lalu, November 2025. Dan aku merasa, mengambil rehat sejenak tidaklah salah. Menjauh sebentar bukan berarti pergi selamanya.
Sekarang, di penghujung Januari, ada begitu banyak hal yang ingin kusimpan di sini. Banyak cerita, banyak peristiwa, banyak hari yang berlalu begitu saja selama kurang lebih enam puluh hari terakhir tanpa terdokumentasi, tapi tetap hidup.
Dan ya, di kesempatan ini aku juga ingin mengucapkan:
Selamat Tahun Baru 2026.
Memang sedikit terlambat, tapi rasanya tidak ada yang salah dengan itu.
Yang jelas, hari ini aku kembali. Kembali ke tempat yang selalu menunggu tanpa bertanya ke mana aku pergi. Blog ini masih terasa seperti teman atau mungkin sahabat yang diam-diam setia.
Aku menulis lagi di tengah cuaca yang sedang sendu: hujan, redup, dingin. Mungkin itu juga yang jadi pemicunya. Saat aku bingung harus bercerita pada siapa, aku memilih kembali ke sini. Menulis. Menyimpan. Dan bernapas pelan-pelan.
Sekian tulisan singkat pertama saya di tahun 2026 ini, ini menjadi awal pembukaan yang baik meskipun di penghujung bulan pertama yaitu Januari. Sampai ketemu di cerita saya selanjutnya, well saya Bagus Sandali salam. 

"Di antara hujan, dingin, dan ruang yang hening, aku memilih menulis lagi.
Bukan untuk siapa-siapa, hanya agar aku tidak hilang dari diriku sendiri."

Komentar

Postingan populer dari blog ini

GUA MARIA PEMANDIAN ALAM ANJUNGAN KABUPATEN MEMPAWAH KALIMANTAN BARAT

Mencoba sesuatu hal yang baru itu memang menyenangkan,seru pastinya dan harus di coba biar kita tau rasanya itu seperti apa,dan ini menjadi penutup perjalanan gue di Bulan April ini.Seperti halnya yang baru gue coba sekitar tiga hari yang lalu sesuai dengan janji gue di cerita yang sebelumnya  Kolam Renang Tirta Indah Mempawah  tentang berenang di tempat yang beda bener-bener beda dari biasaya,dengan air alami langsung dari sumber mata air dari atas bukit. Di manakah itu penasaran bukan,yang pasti kalian gak penasaran lagi karena udah ada judul di atas tertulis begitu jelas haha,iya dimana lagi kalau bukan di Gua Maria Anjungan .Kalie Ini KUDUJALAN.COM akan mengajak kalian semua menyambangi atau melihat atau mengexplore Gua Maria yang begitu bersejarah di Kalimantan Barat ini.Lokasinya pun tidak begitu jauh dari jalan raya Anjongan-Mandor,dan akses menuju Guanya pun sangat-sangatt mudah banget pokoknya rekomend buat kalian yang belum pernah kesini.Oke langsung aja y...

Bukit Daolong Via Gunung Ciung

Tektok Lagi• Saat itu pagi hari saya dengan yakin sepenuh hati untuk melangkah lagi. Dengan penuh rasa bahagia yang menemani setiap langkah demi langkah dan membawa saya kembali ke sebuah tempat di mana saya bisa mengutarakan berbagai imajinasi, mengeluarkan dan menghempaskan sesuatu yang memang janggal dan mengganjal di dalam diri serta pencarian jati diri.  Selamat datang kembali di Sentul City tepatnya di Gunung Ciung, bukan hanya Gunung Ciung melainkan saya akan menuju sebuah bukit yang indah di kawasan Sentul City. Dan saya akan melewati beberapa bukit atau puncak untuk sampai di bukit yang indah tersebut. Serta beberapa spot baru yang bisa di gunakan sekaligus dalam satu pendakian yang tentunya sudah bekerja sama dengan pihak pengelola Gunung Ciung. Dan masih banyak lagi tentunya kalau mau di bahas satu per satu, langsung saja ikutin perjalanan saya kali ini di Bukit Daolong Sentul City.  Basecamp Gunung Ciung Tepat pukul 07.30 WIB saya sampai di Basecamp Gunung Ciung, i...

HIDUP HANYA SEKALI BAGIAN 10

Setelah sempat terhenti beberapa saat, akhirnya saya kembali dan mau melanjutkan jurnal saya ini. Ya senang sih rasanya kamu menjadi tempat kedua setelah tempat pertama untuk menumpahkan semuanya yaitu sama yang maha kuasa yaitu Allah SWT. Selain saya bercerita disini ya yang masih menjadi tempat favorit saya untuk bercerita ya sama Allah tentunya. Senang saja gitu tidak perlu takut saya itu tidak sendiri, selalu ada Allah yang selalu mendengar kapanpun dan dimanapun kita mau bercerita.🕊 Nah kembali lagi ke jurnal saya itu tentang Hidup Hanya Sekali, kali ini saya mau melanjutkan jurnal tersebut, dan sebelum melanjutkan mari kita melihat ulang merefleksikan kembali atau melihat ringkasan singkat mengenai jurnal saya yang sudah saya tuliskan di blog saya ini. 💻 Berikut ini ringkasan ulang dari tulisan jurnal saya sejauh ini, ada beberapa bagian sih. Mari kita membacanya kembali secara perlahan—seperti menyusuri kembali jejak langkah yang sudah kita tempuh sejauh ini🌙 Awal yang Berat....

HIDUP HANYA SEKALI

• Jadi Jangan Sakit-Sakitan Terus Kita sering dengar kalimat "hidup hanya sekali" sebagai alasan buat jalan-jalan, makan enak, nongkrong sampai pagi, atau beli barang-barang yang bikin dompet nyesek. Tapi, pernah nggak sih kita mikir, kalau hidup cuma sekali, ya jangan disia-siain dengan gaya hidup yang bikin tubuh jadi langganan masuk angin atau langganan obat warung? Serius deh. Hidup cuma sekali, jadi kenapa kita nggak coba hidup dengan sehat tapi santai? 1. Tidur Cukup, Jangan Cuma Rebahan Tidur itu penting. Tapi jangan dikira rebahan sambil scroll TikTok 4 jam juga termasuk istirahat yang berkualitas. Beda, bestie! Tidur yang benar itu tidur cukup, sekitar 7–8 jam semalam, tanpa drama begadang nonton serial Korea sampai mata panda. Tubuh kita butuh waktu buat restart, bukan cuma ngelamun sambil rebahan. 2. Makan Enak Boleh, Tapi Jangan Lupa Sayur Kita semua suka makanan enak. Makan gorengan sambil ngeteh sore-sore? Surgawi. Tapi coba deh sesekali kasih tubuh kita asupan ...

HIDUP HANYA SEKALI BAGIAN 11dan 12

Ini adalah Bagian 11 dari tulisan jurnal saya tentang rasa, harapan, dan kepercayaan yang tetap saya genggam erat, meskipun dunia seringkali tidak pasti 💻 --- Bagian 11: Harapan yang Tidak Pernah Pergi.  Malam ini aku ingin menulis tentang rasa. Rasa yang tak selalu bisa dijelaskan, tapi selalu hadir. Rasa takut, cemas, dan khawatir yang seringkali datang tanpa permisi, membayangi seperti bayang-bayang yang terus mengikuti. Tapi di balik semua itu, ada satu rasa yang tak pernah benar-benar hilang—percaya. Aku percaya, selama aku masih berusaha—meskipun kecil, meskipun pelan, bahkan meskipun harus tertatih—harapan itu akan tetap ada. Ia mungkin tidak bersinar terang, tapi cukup hangat untuk terus menyalakan langkahku. Cukup untuk membuatku terus bangun setiap pagi dan berkata, “Ayo, hari ini kita coba lagi.” Aku percaya bahwa hari indah itu bukan dongeng. Hari itu nyata, hanya saja belum sampai ke waktunya. Mungkin sekarang jalanku memang masih panjang dan penuh belokan, tapi aku t...