Langsung ke konten utama

PENGALAMAN TERBANG DI MASA PANDEMI


Rapid Bikin Repot Hingga Ketinggalan Pesawat 

"Peraturan adalah tata tertib yang merupakan sesuatu hal yg telah disepakati yang di dalamnya ada sanksi-sanksi bagi yg melanggar."
Kurang lebih seperti itu arti dari peraturan atau definisi peraturan yang saya ketahui,kalau misalkan masih ada yang kurang kalian bisa tambahin point-point di belakangnya.Kenapa ngomongin peraturan?Karena sesuatu hal yang mau saya bahas kali ini adalah sistem atau standarnya melakukan penerbangan di zaman sekarang ini apa lagi di masa-masa pandemi seperti ini banyak peraturan yang harus kita taati.Dari mulai hal kecil hingga hal besar sekali pun saking banyaknya peraturan.Mau di bilang ribet ya bagaimana kita hanya manusia biasa yang cuma bisa tunduk dengan peraturan-peraturan yang sudah berlaku dan sudah di tetapkan oleh Pemerintah kita.
Ini pas banget sih topiknya karena kemarin habis melakukan penerbangan juga yaitu dari Jakarta ke Pontianak tentunya dengan syarat-syarat yang sudah di tentukan.Semuanya berjalan begitu cepat sih rasa-rasa tidak percaya aja sekarang saya sudah berada disini kembali yaitu di sebuah pulau yang bernama Pulau Kalimantan dan tepatnya saya berada di Provinsi Kalimantan Barat.Iya saat ini saya sedang berada di Mempawah,iya mempawah adalah salah satu kabupaten yang ada di Kalimantan Barat.
Oke kembali lagi ke peraturan atau syarat-syarat melakukan penerbangan di masa-masa pandemi Covid-19.Saya akan sedikit berbagi pengalaman pribadi saya dari mulai cari-cari tempat Rapid test hingga drama di Bandara dan ujung-ujungnya ketinggalan pesawat.Penasaran bukan,yuk kita simak satu persatu di bawah ini sampai tuntas,dan ini sesuai dengan pengalaman yang memang benar-benar saya alamin ya,tanpa di buat-buat atau di lebih-lebihkan sedikit pun,oke cekkk kiittt brooottt.... 


Drama Mecari Tempat Rapid Test
Karena salah satu persyaratan perjalanan sekarang ini adalah ya harus ada hasil rapid test,guna memastikan bahwa memang di badan saya ini terbebas dari yang namanya Virus,apapun itu saya tidak mau menyebutkan namanya.Tepatnya di tanggal 21 Desember saya dapat telpon dari aa atau abang saya yang di Pontianak untuk terbang di esok harinya yaitu di tanggal 22 Desember.
Memang benar-benar,semuanya begitu mendadak seperti tahu bulat di goreng dadakanlah intinya mirip banget.Ya kalau boleh jujur sih sebenarnya ini rencana saya terbang itu dari satu bulan yang lalu yaitu harusnya di tanggal 22 November,cuma canseled tidak jadi hingga akhirnya dapat kabar katanya awal-awal Desember sekitar tanggal 1 hingga 5 saya terbang.Udah dari situ lenyap hilang tanpa ada kabar kejelasan mengenai keberangkatan saya kala itu.Yaudah akhirnya saya di rumah selama hampir satu bulan kurang lebih,iya posisi memang sudah tidak di Sentul City.
Oke balik lagi ke soal Rapid,jadi sewaktu saya dapat telpon itu di pagi hari sekitar jam 08.00 WIB.Saya di haruskan membuat test Rapid di hari itu juga.Waduh alhasil kaya kebakaran jenggot dong,tidak lama setelah itu saya langsung on the way ke arah Kota Bogor ke salah satu Klinik Prodia namanya di Jalan Raya Padjajaran Kota Bogor.Dan ternyata di Prodia tidak bisa karena belum ada alatnya katanya,dan jujur agak sedikit mencengangkan setelah mengetahui seluruh biaya untuk mekukan rapid test ini.
Lanjut bergeser ke arah Kebun Raya Bogor yaitu tujuan saya selanjutnya di Kimia Farma Kota Bogor kalau gak salah samping Gedung bang BCA.Setelah saya tanya kepada petugasnya,ternyata disini bisa rapid test untuk perjalanan,cuma sayanya yang telat antrian sudah begitu membludak hingga keluar area Kima Farma beneran gak bohong,dan kata petugasnya baru di buka sekitar jam 14.00 WIB,kata petugasnya "antri aja mas kalau mau rapid".
Karena baru jam 12.30 WIB alias masih lama dan perut saya kosong keroncongan lapar sekali karena belum makan apa-apa dari pagi.Auto cari makan sekitaran Kebun Raya Bogor,iya disitu saya makan ketoprak untuk yang pertama kalinya sembari ngechat teteh ini gimana caranya tolong kasih solisi pencerahan.Alhamdulillah setelah selesai makan ya akhirnya kenyang dan dapat kabar bagus juga mengenai soal Rapid ini. 
Bergeser dari Kimia Farma tepat di jam 17.00 WIB akhirnya rapid test pun dilakukan di salah satu Rumah Sakit yang ada di Bogor,dan hasil print out baru keluar sekitar jam 21.00 WIB.Alhamdulillah kalau soal hasil saya negatif ya terbebas dari yang namanya virus.Baru tahu juga kalau Rapid test itu jari kita di tusuk,lain halnya dengan test swab waaahhh itu sakit banget sih parah,gak percaya check postingan saya di RSPG Cisarua Bogor semua lengkap disitu.Oh iya btw soal Rapid ini drama banget ya hahahha..


Packing jam 22.00 WIB.
Asli belum istirahat belum mandi juga dari pagi,gila ya jorok sekali,karena kalian tahu sendiri seharian penuh dengan drama kesana kemari,ya ujung-ujungnya disitu juga kan bangke iya gak.Selang satu jam kemudian akhirnya saya berangkat dari rumah yaitu tepat di jam 23.00 WIB.Tidak lupa saya berpamitan dan memohon doa keselamatan kepada orang-orang di rumah seperti uwa dan yang lainnya.Dan yang yang terpenting adalah doa restu kedua orang tua,itu penting sekali dikala kita mau melakukan perjalanan.


Damri Botani Square Kota Bogor 
Tepat di jam 01.00 WIB saya sampai di full Bus Damri,iya kali ini saya naik Damri dan saya di temani oleh teteh saya dari rumah hingga akhirnya berpisah di Full Bus Damri.Dan Bus yang saya gunakan adalah Bus yang pertama yaitu berangkat sekitar jam 02.00 WIB.

Drama di Bandara Soekarno Hatta Terminal 2D
Singkat cerita akhinya saya sampai di Bandara sekitar jam 03.00 WIB.Karena mengingat pesawat yang saya naikin itu sekitar jam 06.00,ya pikir saya masih lama kan 3 jam an lagi,yaudah akhirnya disitu saya santai-santai dengan rasa percaya diri dan yakin karena sudah mengantongi surat Rapid test tersebut sembari melihat antrian orang-orang disitu mereka sibuk sekali.Pikir saya dalam hati kok mereka begitu sekali ada yang lari kesana lari kesini pokoknya kocar-kacirlah ada apa gitu kan.


Tanpa terasa sudah satu jam,dan disitu saya ketemu sama seseorang dia dari Garut Jawa Barat dan mau melakukan penerbangan juga ke Pontianak namanya Dede sebut saja Dede.Alhasil kita barengan dong disitu karena satu pesawat juga.Dan disitu kita langsung antri selama hampir 1 jam lamanya hanya untuk memvalidasi surat Rapid Test yang kita bawa dari rumah.Dan kalian tahu apa yang terjadi? Disitu surat Rapid test yang saya bawa di tolak mentah-mentah oleh pihak petugas.Kata mba petugasnya "bukan yang kaya gini bang suratnya,abang harus rapid ulang di Bandara" disitu posisi sudah jam 05.00 saya bertanya kembali "yakin ni kekejar waktunya masalahnya pesawatnya jam 6 mba".Lanjut petugasnya bilang "Iya cepetan aja mas sekarang mas lari ke Gedung kaca di bawah bilang mau Rapid test ulang minta didahulukan saja bilang aja pesawat jam 6".


Lanjut saya auto lari dong sama Dede,dan kalian tahu apa terjadi ternyata antrian di Gedung kaca juga gila parah sih membludak.Dan disitu kita diarahkan untuk mendownload sebuah aplikasi yaitu Scand Code namanya,ya Allah apaan lagi ini saya tu cuma mau terbang udah itu aja.Hingga akhinya saya mengikuti peraturan untuk antri yang gila panjang banget sih antriannya.
Langsung duduk tak berdaya kelelahan serta hati saya serasa hancur,hancur sekali lebih hancur melihat mantan nikah duluan hahaha asli,masalahnya perjuangannya atuh kan ya masa raib begitu saja saya gak terima dong.
Lanjut setelah itu abang saya telpon dia curiga kenapa masih aktif aja nomer,dan dia sudah menyangka bahwa saya akan ketinggalan pesawat.Karena abang saya juga sudah begitu hapal dan tahu situsi dan kondisi di bandara dimasa-masa pandemi seperti ini.Alhamdulillah setelah itu saya dapat pencerahan dari abang saya,dan masih ada kesempatan untuk terbang,asal mengikuti step-step yang abang saya arahkan kala itu.

Customer Service Lion Air 
Nah saya diarahkan kesini alhamdulillah ada kebijakan dari pihak Lion Air.Oh iya kebetulan pesawat yang saya gunakan saat itu adalah Lion Air.Cuma sangat disayangkan sama orang-orang yang sudah diselimuti amarah yang tak terbendung hingga akhirnya timbul pertikaian-pertikaian antara pihak penumpang dengan pihan CS Lion Air.Tidak sedikit banyak sekali orang-orang yang sudah Emosi saat itu.Pokoknya situasi saat itu bisa di bilang menegangkan,panas,hancur,keoslah pokoknya.


Terlepas dari semua itu alhamdulillah akhirnya saya dan Dede mendapatkan ticket kembali dipenerbangan selanjutnya yaitu di jam 07.30,karena waktu sudah menunjukan jam 07.00 WIB langsung auto lari tempat Check in tanpa antri,dan petugas konter Lionnya bilang "buruan ya mas udah mau Boarding" katanya,waduuuuhhh ini lari-larian lagi.Jujur lebih baik lari dari kenyataan dari pada lari hanya untuk mengejar-ngejar pesawat,hmmmmmm capek juga ternyata.
Tidak lama setelah itu sekitar jam 09.30 WIB akhirnya saya sampai di Bandara Internasional Supadio Pontianak Kalimantan Barat dengan selamat.Alhamdulillah ya meskipun dipenuhi dengan berbagai drama untuk perjalanan yang satu ini.Perjalanan yang sangat luar biasa yang tak bisa di lupakan.

Demikianlah pengalaman perjalanan saya di masa pandemi ini semoga bisa bermanfaat buat kita semua.Dan ingat,tidak bosan-bosannya saya mengingatkan untuk selalu menjaga Protokol Kesehatan dimanapun dan kapanpun.
Terimakasih....


Mempawah-Kalimantan Barat.
Follow Me.
IG:@hi.gus__
Twitter:@bagusandali__
FB:Gus

Komentar

Postingan populer dari blog ini

GUA MARIA PEMANDIAN ALAM ANJUNGAN KABUPATEN MEMPAWAH KALIMANTAN BARAT

Mencoba sesuatu hal yang baru itu memang menyenangkan,seru pastinya dan harus di coba biar kita tau rasanya itu seperti apa,dan ini menjadi penutup perjalanan gue di Bulan April ini.Seperti halnya yang baru gue coba sekitar tiga hari yang lalu sesuai dengan janji gue di cerita yang sebelumnya  Kolam Renang Tirta Indah Mempawah  tentang berenang di tempat yang beda bener-bener beda dari biasaya,dengan air alami langsung dari sumber mata air dari atas bukit. Di manakah itu penasaran bukan,yang pasti kalian gak penasaran lagi karena udah ada judul di atas tertulis begitu jelas haha,iya dimana lagi kalau bukan di Gua Maria Anjungan .Kalie Ini KUDUJALAN.COM akan mengajak kalian semua menyambangi atau melihat atau mengexplore Gua Maria yang begitu bersejarah di Kalimantan Barat ini.Lokasinya pun tidak begitu jauh dari jalan raya Anjongan-Mandor,dan akses menuju Guanya pun sangat-sangatt mudah banget pokoknya rekomend buat kalian yang belum pernah kesini.Oke langsung aja y...

Bukit Daolong Via Gunung Ciung

Tektok Lagi• Saat itu pagi hari saya dengan yakin sepenuh hati untuk melangkah lagi. Dengan penuh rasa bahagia yang menemani setiap langkah demi langkah dan membawa saya kembali ke sebuah tempat di mana saya bisa mengutarakan berbagai imajinasi, mengeluarkan dan menghempaskan sesuatu yang memang janggal dan mengganjal di dalam diri serta pencarian jati diri.  Selamat datang kembali di Sentul City tepatnya di Gunung Ciung, bukan hanya Gunung Ciung melainkan saya akan menuju sebuah bukit yang indah di kawasan Sentul City. Dan saya akan melewati beberapa bukit atau puncak untuk sampai di bukit yang indah tersebut. Serta beberapa spot baru yang bisa di gunakan sekaligus dalam satu pendakian yang tentunya sudah bekerja sama dengan pihak pengelola Gunung Ciung. Dan masih banyak lagi tentunya kalau mau di bahas satu per satu, langsung saja ikutin perjalanan saya kali ini di Bukit Daolong Sentul City.  Basecamp Gunung Ciung Tepat pukul 07.30 WIB saya sampai di Basecamp Gunung Ciung, i...

HIDUP HANYA SEKALI BAGIAN 10

Setelah sempat terhenti beberapa saat, akhirnya saya kembali dan mau melanjutkan jurnal saya ini. Ya senang sih rasanya kamu menjadi tempat kedua setelah tempat pertama untuk menumpahkan semuanya yaitu sama yang maha kuasa yaitu Allah SWT. Selain saya bercerita disini ya yang masih menjadi tempat favorit saya untuk bercerita ya sama Allah tentunya. Senang saja gitu tidak perlu takut saya itu tidak sendiri, selalu ada Allah yang selalu mendengar kapanpun dan dimanapun kita mau bercerita.🕊 Nah kembali lagi ke jurnal saya itu tentang Hidup Hanya Sekali, kali ini saya mau melanjutkan jurnal tersebut, dan sebelum melanjutkan mari kita melihat ulang merefleksikan kembali atau melihat ringkasan singkat mengenai jurnal saya yang sudah saya tuliskan di blog saya ini. 💻 Berikut ini ringkasan ulang dari tulisan jurnal saya sejauh ini, ada beberapa bagian sih. Mari kita membacanya kembali secara perlahan—seperti menyusuri kembali jejak langkah yang sudah kita tempuh sejauh ini🌙 Awal yang Berat....

HIDUP HANYA SEKALI

• Jadi Jangan Sakit-Sakitan Terus Kita sering dengar kalimat "hidup hanya sekali" sebagai alasan buat jalan-jalan, makan enak, nongkrong sampai pagi, atau beli barang-barang yang bikin dompet nyesek. Tapi, pernah nggak sih kita mikir, kalau hidup cuma sekali, ya jangan disia-siain dengan gaya hidup yang bikin tubuh jadi langganan masuk angin atau langganan obat warung? Serius deh. Hidup cuma sekali, jadi kenapa kita nggak coba hidup dengan sehat tapi santai? 1. Tidur Cukup, Jangan Cuma Rebahan Tidur itu penting. Tapi jangan dikira rebahan sambil scroll TikTok 4 jam juga termasuk istirahat yang berkualitas. Beda, bestie! Tidur yang benar itu tidur cukup, sekitar 7–8 jam semalam, tanpa drama begadang nonton serial Korea sampai mata panda. Tubuh kita butuh waktu buat restart, bukan cuma ngelamun sambil rebahan. 2. Makan Enak Boleh, Tapi Jangan Lupa Sayur Kita semua suka makanan enak. Makan gorengan sambil ngeteh sore-sore? Surgawi. Tapi coba deh sesekali kasih tubuh kita asupan ...

HIDUP HANYA SEKALI BAGIAN 11dan 12

Ini adalah Bagian 11 dari tulisan jurnal saya tentang rasa, harapan, dan kepercayaan yang tetap saya genggam erat, meskipun dunia seringkali tidak pasti 💻 --- Bagian 11: Harapan yang Tidak Pernah Pergi.  Malam ini aku ingin menulis tentang rasa. Rasa yang tak selalu bisa dijelaskan, tapi selalu hadir. Rasa takut, cemas, dan khawatir yang seringkali datang tanpa permisi, membayangi seperti bayang-bayang yang terus mengikuti. Tapi di balik semua itu, ada satu rasa yang tak pernah benar-benar hilang—percaya. Aku percaya, selama aku masih berusaha—meskipun kecil, meskipun pelan, bahkan meskipun harus tertatih—harapan itu akan tetap ada. Ia mungkin tidak bersinar terang, tapi cukup hangat untuk terus menyalakan langkahku. Cukup untuk membuatku terus bangun setiap pagi dan berkata, “Ayo, hari ini kita coba lagi.” Aku percaya bahwa hari indah itu bukan dongeng. Hari itu nyata, hanya saja belum sampai ke waktunya. Mungkin sekarang jalanku memang masih panjang dan penuh belokan, tapi aku t...