Langsung ke konten utama

BENDUNG KATULAMPA KOTA BOGOR JAWA BARAT


Selalu Menjadi Sorotan Dikala Musim Penghujan Datang

Bendung Katulampa adalah bangunan yang terdapat di Kelurahan Katulampa, Kota Bogor, Jawa Barat. Bangunan ini di bangun pada tahun 1911 dengan tujuan sebagai peringatan dini atas air yang sedang mengalir ke Jakarta serta sarana irigasi lahan seluas 5.000 hektare yang terdapat pada sisi kanan dan kiri bendungWikipedia

Masih di Kota Bogor,memang tiada habisnya kalau kita membahas atau mengexplore kota yang satu ini.Seperti perjalanan saya kalie ini yang tidak biasa dan sangat berbeda dari yang lainnya.Yaitu mengunjungi sebuah bendungan yang ada di Kota Bogor yaitu Bendungan Katulampa,sudah tidak asing lagi bukan di telinga kalian khususnya buat warga Jabodetabek dan sekitarnya.Bendungan ini selalu menjadi sorotan dikala musim penghujan datang,alhasil si doi selalu masuk TV atau pemberitaan di media-media nasional Indonesia.Terkenal memang dan sangat penting sekali keberdaan bendungan ini khususnya buat warga jakarta ya,ibrat pengingat atau reminder gitu mungkin.Kebayang gak kalau tidak adanya bendungan ini,yappp tidak usah dijelaskan saya yakin kalian bisa mendeskripsikannya masing-masing.Dan menjadi kebanggaan tersendiri buat saya pribadi karena akhirnya bisa melihat bendungan Katulampa secara dekat.Karena mengingat dari masa kecil hingga sekarang saya sama sekali belum pernah melihat bendung Katulampa secara langsung kala itu selalu menyaksikan bendung katulampa hanya melalu layar kaca.
Awal mulanya dari rasa penasaran saya akan bendungan ini seperti apa sih aslinya begitu loh,karena selama ini saya cuma melihat dari layar kaca televisi saja.Dan selain bendungan Katulampa yang membuat saya penasaran ada satu wahana yaitu masih di sekitaran bantaran sungai Ciliwung tidak jauh dari bendungan Katulampa juga yaitu adanya kampung warna-warni serta wahana air seperti mandi-mandi pakai ban dalem mobil.Karena mengingat dimesin pencarian sebuah lokasi yang benama Gmaps atau Google Maps wahana tersebut muncul dikala kita mau mencari keberdaan bendungan Katulampa.Serta wahana tersebut sempat eksis di zamannya terbukti dari banyaknya ulasan-ulasan serta foto-foto para pengunjung kala itu.Itulah yang menjadikan rasa pensaran saya semakin memuncak,harus di datengin biar tidak pensaran lagi.Karena berhubungan lokasi bendungan katulampa ini berada di dalam sebuah kecamatan yaitu Kecamatan Bogor Timur Kota Bogor,dan lumayan juga akses jalan utama Kota Bogor yaitu dari jalan raya Padjajaran.Nah posisi saya kala itu di Sentul City,dan kebetulan seperti biasa di hari libur saya menyempatkan untuk pulang ketempat orang tua yaitu di Kecamatan Bogor Timur juga.Dan ingin sekalian mencoba rute alternatif penghubung antara cimahpar dengan Bendungan Katulampa ini via jalan Sukaraja.Karena mengingat bosan juga jalan yang saya lalui kala itu ya Cimahpar-Tanah Baru-Pandu Raya-Padjajaran langsung ke arah Sukasari-Tajur-Wangun.Kalau tidak menggunakan rute tersebut ya biasanya saya selalu menggunakan rute Sentul City arah Bukit Pelangi keluar di Gadog.
Kali ini saya akan menggunakan rute yang sangat berbeda yaitu via jalan Sukaraja keluar di bendung Katulampa Bogor.Untuk pertama kalinya saya menggunakan rute tersebut saya start dari rumah yaitu di Cadas Ngampar dari jam 15.30 WIB kala itu habis turun hujan,dan saya pun basah kuyup karena pulang kerja mantel atau jas hujan tidak saya pakai.Tidak lama saya mampir ke rumah yang di Cadas Ngampar saya langsung melanjutkan perjalanan menuju Bendung Katulampa.Dari rumah saya langsung mengambil arah kampung Cijulang namanya tepat di samping Tol Jagorawi,lalu keluar di Masjid Quba lalu dari Masjid Quba tinggal lurus saja yang mengarah ke Sukaraja.Karena mengingat kalau kita belok kanan itu arah ke Cimahpar,nah kalau dari masjid Quba kita ngmbil kiri itu berarti mengarah ke Cijayanti.Oke balik lagi ke Sukaraja jadi jalanan yang saya lewatin itu lumayan dari kontur jalannya agak sedikit ada kerusakan terbukti dari banyaknya kubangan-kubangan air,iya bisa dibilang ada kerusakan tidak muluslah namanya juga jalan dalam iya kan.Di sepanjang jalanan tersebut terdapat rumah-rumah warga sekitar sih,lalu melewati sedikit lahan kosong benar-benar tidak ada rumah hanya semak-semak dan pohon bambu.Dan tepat di sampingnya ada sungai di sepanjang jalan Sukaraja ini.Setelah melewati semua itu baru kita akan menemukan kembali pemukiman warga.Kalau untuk larut malam mungkin sangat tidak memungkinkan untuk pake jalur Sukaraja ini karena ya agak sedikit rawan kalau menurut saya,sangat tidak di sarankanlah.Terbukti dari masih banyaknya tempat-tempat sepi serta minimnya penerangan jalan.
Lanjut setelah saya keluar dari jalur Sukaraja akhirnya saya sampai di Sumerecon Bogor tepat di samping jalan Tol Jagorawi.lalu dari situ saya lurus sampai akhirnya tiba di persimpangan antara ke Jalan Katulampa sama jalan Kol Ahmad Syam yang mengarah ke Pandu Raya Kota Bogor.Lalu saya ambil arah Katulampa karena tujuan utama saya memang mau kesitu kan.Lucunya lagi meskipun saya orang Bogor demi untuk bisa sampai ke Katulampa ini saya masih mengandalkan sebuah aplikasi petunjuk jalan yaitu Gmaps,demi untuk memastikan saja biar tidak nyasar apa lagi kalau sampe nyasar kehati orang bisa repot nanti urusannya hahhaha.Oke kontur jalanan menuju Katulampa ini sangat kecil dan sempit terbukti dari banyaknya antrian mobil kala itu di karenakan ada sekidit longsor atau ada perbaikan jalan yang menghasilkan kemacetan jadinya.
Setelah saya melewati semuanya akhirnya saya sampai di bendungan Katulampa ini.Wow alhamdulillah dalam hati saya berkata.Berasa mimpi apa gimana gitu saya benar-benar tidak percaya akhirnya kaki ini bisa berpijak di bendung Katulampa yang begitu megah dan indah.Dengan ketinggian air kala itu masih terbilang normal cuma agak sedikit berwarna coklat karena mungkin sudah turun hujan,dan kiriman air dari hulu sungai Ciliwung.Dan tidak lupa saya mengebadikan beberapa foto supaya bisa jadi kenangan untuk dimasa mendatang bahwa saya itu sudah pernah ke Bendungan Katulampa Kota Bogor ini.Jadi di bendungan Katulampa ini terdapat sebuah jembatan lalu ada pos pantau,dan ada pula keterangan pembangunan atau didirikannya bendungan Katulampa ini.Well cuma itu yang bisa saya lihat kala itu,mengenai wahana airnya mungkin sudah tidak beroperasi atau mungkin sudah tutup.Oke tidak apa-apa setelah dari Bendungan Katulampa saya melanjutkan perjalanan saya untuk pulang ke tempat orang tua.Dan masih di jalanan pedalaman juga area kampung gitu atau bisa di bilang jalan alternatif,dan saya sama sekali tidak menggunakan jalan raya besar.Lumayan agak membingungkan karena ternyata area perkampungan disini begitu padat sekali dan banyak perempatan dan pertigaan yang membuat saya akhirnya menggunakan kembali aplikasi petunjuk jalan yaitu Gmaps.Dan setelah menggunakan Gmaps alhamdulillah akhirnya saya sampai di samping jalan Tol Jagorawi,dari situ saya tinggal melajutkan perjalanan menuju Cibalok dengan tetap menyusuri jalan Tol Jagorawi ini.
Demikianlah pengalaman saya menggunakan jalan alternatif untuk sampai ke tempat orang tua saya di Wangun dan demi menikmati indahnya Bendungan Katulampa.Alhamdulillah akhirnya setelah sekian lama saya bisa berpijak di bendungan tersebut.Dan mengenai jalan alternatifnya,kita tidak boleh berharap lebih namanya juga jalan alternatif sudah pasti kita selalu menemukan jalan-jalan yang tidak sesuai dengan apa yang kita inginkan.Jadikan pengalaman saja yang penting saya sudah tahu dan bisa merasakan jalan penghubung Cimahpar-Bendungan Katulampa via Sukaraja,serta Bendungan Katulampa-Ciawi via perkampungan Kecamatan Bogor Timur atau belakang Tajur.


Lokasi:Bendungan Katulampa Jalan Desa  Rasa,Kecamatan Bogor Timur,Kota Bogor Jawa Barat.


Follow me:
IG:@hi.gus__
FB:Gus

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bukit Daolong Via Gunung Ciung

Tektok Lagi• Saat itu pagi hari saya dengan yakin sepenuh hati untuk melangkah lagi. Dengan penuh rasa bahagia yang menemani setiap langkah demi langkah dan membawa saya kembali ke sebuah tempat di mana saya bisa mengutarakan berbagai imajinasi, mengeluarkan dan menghempaskan sesuatu yang memang janggal dan mengganjal di dalam diri serta pencarian jati diri.  Selamat datang kembali di Sentul City tepatnya di Gunung Ciung, bukan hanya Gunung Ciung melainkan saya akan menuju sebuah bukit yang indah di kawasan Sentul City. Dan saya akan melewati beberapa bukit atau puncak untuk sampai di bukit yang indah tersebut. Serta beberapa spot baru yang bisa di gunakan sekaligus dalam satu pendakian yang tentunya sudah bekerja sama dengan pihak pengelola Gunung Ciung. Dan masih banyak lagi tentunya kalau mau di bahas satu per satu, langsung saja ikutin perjalanan saya kali ini di Bukit Daolong Sentul City.  Basecamp Gunung Ciung Tepat pukul 07.30 WIB saya sampai di Basecamp Gunung Ciung, i...

PESONA INDAHNYA BUKIT DAOLONG 800 MDPL SENTUL CITY BOGOR JAWA BARAT

Via Gunung Ciung• Bukit DAOLONG adalah sebuah perbukitan yang terletak di kawasan Sentul City. Dengan akses utama yaitu melalui pintu masuk Cibuluh Land Sentul City biasanya orang-orang dalam melakukan pendakian menuju Bukit DAOLONG ini.Selain Cibuluh land sebenarnya masih banyak sekali akses menuju Bukit Daolong ini, seperti melaui Wangun Bukit Panasin, Gunung Pancar, Gunung Ciung, Pondok Pemburu, Pasir Limo Curug Kencana Sentul City dan masih banyak lagi.  Bukit Daolong ini berlokasi di Sentul City Desa Bojong Koneng Kecamatan Babakan Madang Kabupaten Bogor Jawa Barat. Dan akses yang saya gunakan saat itu melalui Gunung Ciung masuk dan keluar saya malalui gunung ini.Kenapa saya memilih gunung Ciung ini ? Karena Gunung Ciung ini selain dekat dari rumah dan akses menuju Gunung Ciung ini juga sangat mudah. Saya sangat suka sekali sama Gunung Ciung ini, meskipun saat pendakian pertama saat itu di sambut dengan air hujan serta kabut yang tebal dan jalur track yang sangat licin dan ten...

KELILING KOTA PONTIANAK KALIMANTAN BARAT

Kota Pontianak adalah Ibu Kota Provinsi Kalimantan Barat ,Indonesia.Kota ini di kenal sebagai Kota Khatulistiwa karena di lalui garis Khatulistiwa. Perjalanan spesial gue kalie ini adalah keliling Kota Pontianak,hahh Pontianak bukan setiap ada kerjaan selalu ke Pontianak kenapa di bilang spesial??harusnya perjalanan biasa aja ya kan. Kenapa di bilang spesial karena ini perjalanan yang sangat beda banget dari yang lain nya,memang sih ada kerjaan juga tapi bukan itu tujuan utamanya untuk kalie ini.Kalau tujuan utamanya pekerjaan tidak mungkin gue menuliskan judul seperti itu,karena kalau hanya pekerjaan jalur yang gue lalui itu hanya jalur-jalur utama di Kota Pontianak ibarat kata cuma numpang lewat gitu aja.Makanya ini jadi perjalanan yang sangat beda banget bagi gue kalie ini. Di mulai dari rumah jam menunjukan pukul 02.00 wow masih pagi memang iya karena tujuan utama nya sih bukan keliling ya,tapi gue itu ada janji sama Taxi Pontianak karena ada titipan Burung gitu sekitar j...

MY NAME IS ........

Yeaahhh ini dia waktunya untuk membahas soal nama saya yang di ubah pada waktu postingan saya yang berjudul WELCOME BACK,sudah lumayan lama juga karena kesibukan hehe.. Ingat benget waktu itu saya bilangnya di postingan saya yang berikutnya karena ada peristiwa yang mungkin lebih penting dari ini jadi ya soal nama saya geser dulu hehe... Oke kita langsung aja gak perlu ngalor ngidul,kalian pasti sudah tau nama blog saya berubah,tapi kalian belum tau apa makna di balik nama tersebut,Ya saya ada sedikit cerita soal nama tersebut ini bukan perpaduan antara dua orang manusia ya tapi ini bener pure nama sendiri gak ada sangkut paut sama nama orang lain. Baik MY NAME IS SUGE BGR ya ini dia nama blog saya yang sekarang mungkin selamanya akan pakai nama itu • Apa makna di balik nama SUGE??? Makna,di bilang makna mungkin gak ada kalie ya itu cuma nama panggilan biasa yang sempat di tujukan kepada saya oleh teman-teman saya pada waktu itu. •Dimana pertama kalinya nama SUGE di tu...

HIDUP HANYA SEKALI Bagian 5 dan 6

Bagian 5: Jalan yang Masih Aku Tempuh Aku tahu, aku bukan satu-satunya. Di luar sana, begitu banyak jiwa yang juga sedang berjalan dengan luka, menyembunyikan lelah di balik senyum, menahan sakit di balik pelukan, dan tetap melangkah meski tak ada yang benar-benar tahu berat beban yang mereka pikul. Dan setiap kali aku melihat mereka — di lorong rumah sakit, di ruang tunggu, atau hanya sekilas saat mata kami bertemu — aku merasa: "Kita sama-sama bertarung." Dan entah bagaimana, itu memberiku kekuatan. Semangat mereka seperti nyala api kecil yang ikut menghidupkanku. Saat ini, mungkin rute hidupku hanya terbatas: dari rumah ke rumah sakit, dari perawatan ke pemeriksaan, dari harapan ke doa yang berulang. Tapi aku percaya… Rute ini tidak akan selamanya begini. > Akan ada saatnya langkah kakiku membawa aku ke tempat yang baru, di mana bunga-bunga bermekaran tanpa batas, di mana langit biru terbentang tanpa atap, di mana angin berhembus lembut membawa pesan: “Kamu berhasil mel...