SEJARAH YANG HARUS SELALU DI KENANG DAN TIDAK MUNGKIN DI LUPAKAN SAMPAI KAPANPUN
Sebagai warga negara Indonesia gue cukup bangga dengan apa yang Indonesia miliki saat ini,keindahan alamnya,peninggalan-peninggalan bersejarahnya,surga bawah lautnya dan masih banyak lagi.
Ngomongin soal sejarah gue sendiri gak begitu tau menau soal sejarah Indonesia ini,emang sih gue pernah sekolah dan semua itu ada dalam pelajaran tapi sekarang ini gue udah lupa dengan semuanya jujur gue sekolah cuma sampe SMP tanpa lanjut ke SMA.Alasannya ekonomi sih waktu itu karena gue terlahir dari keluarga yang bisa di bilang sederhana gue cuma orang kampung yang punya banyak mimpi dan akan selalu percaya dengan mimpi-mimpinya.
Yapppzzzz kembali lagi ke sejarah kalie ini gue mau sedikit ngebahas salah satu peninggalan Belanda ya kalau gak salah,this is KOTA TUA JAKARTA dan gue dengan segala keterbatasan ilmu gue tentang sejarah,gue sih bukan ngomongin tentang sejarahnya ya,gue mau sedikit share tentang pengalaman gue ngunjungin tu Kota Tua Jakarta,jujur waktu di tahun 2013 yang lalu masih inget sampe sekarang.
Waktu itu hari Minggu karena hari Minggu itu libur,oh iya for your information waktu 2013 itu gue kerja di Jakarta dan tinggal di Jakarta juga.Gue kerja di salah satu Home Industri gitu semacam konveksi tapi ini bukan sih,gue lebih tepatnya di percatakan sablon baju gitu tapi khusus baju bayi.Yang beralamatkan di Jakarta Barat Kecamatan Grogol kalau gak salah waktu itu,tapi ini lokainya di perumahan gitu,Jl Penerangan belakang Rumah Duka Abadi jl Daan Mogot Jakarta Barat.
Itulah sedikit info kenapa gue bisa ada di Jakarta dan ingin mengunujungi Kota Tua,berawal dari rasa penasaran gue akan peninggalan-peninggalan bersejarah di Jakarta ini.Dan tau gak apa yang gue lakuin selama di Kota Tua sumpah lo pasti bakalan terheran-heran dengar cerita ini di sinilah keunikannya.
PERTAMA Busway kalian tau busway yapppzz salah satu transportasi masal yang ada di Jakarta ini menjadi daya tarik tersediri bagi seluruh masyarakat Jakarta ini.Dan gue sendiri sama sih,oh iya ngomgin Kota Tua salah satu akses menuju kesana itu yaitu pake Busway dan gue naik dari grogol menuju Harmony karena gue harus transit dan pindah Bus untuk menuju Kota Tua.Dan sampilah di Kota Tua.Intinya demi menghilangkan rasa penasaran gue akan BUSWAY 😅😅.
KEDUA tanpa tujuan gue sendiri bingung ngapain coba gue kesini ya kan,tanpa pengetahuan minim istilahnya dan sendiri tanpa ada temen tapi gue cukup berani menjelajahi Kota Jakarta sendiri.Dan Bikin gue ketawa-ketawa sendiri adalah udah jauh-jauh ke ke Kota tapi gak masuk parah kan haha 😅😅 gue juga bingung ini masuknya lewat mana,mau masuk tapi ragu,dan mau nanya sama orang tapi malu yaudah pada akhirnya gue cuma keliling-keliling di luar aja hmmm.
KETIGA Cilok dan Rujak iya dua makanan itu yang gue beli di Kota Tua.Gila ya jauh-jauh dari grogol cuma mau beli itu,yaelah itu mah di kampung juga ada kalie ya dan bahkan lebih enak ketimbang jajanan di kota.Habisnya bingung sumpah gue kaya orang linglung gitu sendirian tanpa ada temen satu pun,sedangkan orang lain bergerombol iya kan.Gue cuma sendiri dan bosan di tempat kerjaan gak ada kegiatan.
Terbayar sudah rasa penasaran gue dan mungki bagi kalian ini adalah hal yang aneh,gimana gak aneh lo ngunjungin suatu tempat bersejarah tapi lo gak masuk haha aneh kan ya.Yaitu lah gue dengan segala keunikan dan ke anehannya intinya sih yang penting bahagia,so ada yang bilang bahagia itu sederhana.Karena kebahagian iti lo sendiri yang ciptain bukan orang lain,gak peduli dalam hal apapun itu.So gue sendir bangga jadi orang Indonesia dan gue cinta Indonesia.
I LOVE INDONESIA..
"Sendiri di antara kabut dan bukit ketika alam memanggil untuk diam sejenak.” Beberapa hari setelah kunjungan saya ke Cisadon Badeur Lake , saya memutuskan untuk kembali ke kawasan yang sama yaitu ke Cisadon Badeur Lake melalui rute Megamendung Cipendawa ke Pondok Pemburu tetapi kali ini setelah dari Cisadon saya memutuskan untuk menuju Pasir Limo , yang berada di ketinggian ±1.075 mdpl. Karena saya sangat penasaran sekali akan tempat ini sehingga saya memutuskan untuk kesana sebelum akhirnya pulang. Perjalanan masih familiar: melewati kebun kopi milik warga, tanjakan dan turunan perbukitan yang membuat napas kadang tertahan. Namun semuanya terasa ringan ketika alam menyambut dengan keheningan. Sesampainya di Pasir Limo, suasananya berbeda dengan pengalaman sebelumnya. Tidak ramai. Bahkan, saya sendirian. Hari itu saya sengaja datang di hari kerja agar bisa benar-benar menikmati ketenangan. Kabut tipis melingkupi bukit-bukit di sekeliling, menciptakan suasana seperti dunia yang...
Komentar