Langsung ke konten utama

TEKTOK GUNUNG GEUGEUR 890 MDPL SENTUL CITY BOGOR JAWA BARAT

Via Gunung Ciung.
Sentul City memang tidak bisa diam, selalu saja ada sesuatu yang baru yang wajib kita datangi tentunya. Apa lagi di dunia pendakian seperti di Sentul City ini selalu menyajikan lokasi-lokasi yang memang belum pernah saya kunjungi sebelumnya dimanakah itu? Di mana lagi kalau bukan di atas Puncak Geugeur 890 Mdpl.Ada apa saja di Puncak Geugeur dan lalu akses mana dan seberapa lama pendakian menuju Gunung Geugeur 890 mdpl, semuanya akan saya bahas sedikit di bawah ini ya, oke langsung saja yuk.

Berawal dari pendakian tekok pertama saya di Gunung Ciung ya, dan di atas Puncak Ciung itu terdapat sebuah plang atau petunjuk jalan yang mengarah ke Bukit Daolong dan Gunung Geugeur. Sebuah fakta baru tentunya dan informasi penting ini ya bahwa ternyata Gunung Ciung bisa terhubung langsung ke beberapa lokasi yang ada di kawasan Sentul City ini seperti Gunung Geugeur ini ya tentunya. Maka dari itu inilah alasan yang membawa saya akhirnya selalu kembali dan kembali lagi ke Gunung Ciung ini. Awal mulai memang saya hanya mengetahuinya Gunung Ciung saja, lokasi lain pun saya tahu hanya saja akses untuk menuju lokasi tersebut yang belum saya ketahui. Akan tetapi seiring dengan berjalannya waktu satu persatu dan perlahan akhirnya saya tahu sedikit demi sedikit saya mempelajari cara dan akses mana saja yang menurut saya lebih dekat ya tentunya. Dan berbincang dengan pendaki lain di atas sana juga sangat bermanfaat saling bertukar informasi satu sama lain menambah kenalan dan tentunya silaturahmi ya. Dan satu lagi berbincang dengan penjaga loket tiket di basecamp Gunung Ciung itu juga tentunya sangat bermanfaat banyak sekali informasi di sana, setelah saya mengobrol dan berbincang dengan beliau. Maka dari itu ibarat pepatah "malu bertanya sesat di jalan", jangan pernah malu untuk bertanya sesuatu kepada mereka yang memang sudah ahli di bidangnya. Karena dengan bertanya saya yakin mereka pun akan dengan senang hati menjawab dari setiap pertanyaan-pertanyaan yang kita lontarkan itu. Dan bertanya tentunya juga sangat berguna bagi solo haking atau pendaki seoarang diri seperti saya, guna sebagai pedoman saat mendaki dan saya yakin informasi dari orang-orang Gunung Ciung ini apa lagi penjaga di basecamp Gunung Ciung ini valid dan tentunya bisa di pertanggung jawabkan. 

Puncak Gunung Geugeur Luhur 940 Mdpl. 
Oke kita kembali ke Gunung Geugeur, sesuai dengan yang di atas tadi berawal dari sebuah plang atau petunjuk jalan yang saya baca di Puncak Ciung itu. Rasa penasaran ingin tau pun semakin menghantui saya ketika selesai melakukan pendakian di Gunung Ciung.Dan suatu ketika saya selalu berucap dalam hati "One day I will definitely be there" Iya seperti itu selalu terucap dan inilah alasan kenapa saya selalu kembali dan kembali lagi. 
Sebelum menuju Puncak Geugeur saya terlebih dahulu akan melewati Puncak Geugeur Luhur 940 Mdpl, untuk lokasi Puncak Geugeur Luhur ini tidak terlalu jauh dari Puncak Ciung mengingat dengan ketinggiannya pun tidak begitu berbeda jauh dengan Puncak Ciung. Hanya memerlukan waktu beberapa menit saja dari Puncak Ciung dengan mengikuti jalur yang memang sudah tersedia kita sudah bisa sampai di Puncak Geugeur Luhur 940 ini.

Persimpangan Pondok Pemburu.
Setelah dari Puncak Geugeur Luhur saya masih harus berjalan dengan mengikuti track atau jalur yang ada, dengan petunjuk jalan yang terpasang dengan baik guna memudahkan para pendaki.Tidak jauh dari Puncak Geugeur Luhur akhirnya saya pun sampai di persimpangan Pondok pemburu. Dari sini tentunya saya mengambil arah yang menuju Gunung Geugeur, Bukit Daolong, Cibingbin dan lain sebagainya. Karena memang tujuan utama saya mau menuju Gunung Geugeur.

Dari persimpangan Pondok pemburu saya masih harus berjalan dengan mengikuti jalur yang ada yaitu sekitar 10-15 menit untuk sampai di Puncak Geugeur. Mungkin estimasi setiap orang akan berbeda-beda jangan di jadikan acuan ya teman. Dengan vegetasi hutan yang memang masih asri ya menurut saya, terbukti dari masih banyaknya segerombolan kera atau monyet yang bergelantungan di atas pohon sana serta suara kicauan burung yang masih bisa kita dengar di kawasan Pegunungan Sentul City ini.Dan disitu juga saya terkaget-kaget dan agak sedikit merinding ya, merinding bukan karena melihat hantu melainkan merinding karena melihat mereka yaitu segerombolan para monyet dan mereka pun sebaliknya sama-sama kaget karena mungkin melihat kehadiran saya saat itu, ya jadi kita ceritanya sama-sama kaget hehehe.

Puncak Geugeur 890 Mdpl. 
Setelah melewati beberapa drama dan sempat merinding serta terkaget kan oleh kehadiran mereka, dan akhirnya saya pun sampai di Puncak Gunung Geugeur 890 Mdpl. Dengan situasi saat itu hanya saya seorang diri tidak ada yang lain sungguh saya benar-benar sendiri saat itu. Karena mungkin orang-orang masih pada sibuk berlebaran dan silaturahmi. Justru ini sih yang saya cari yaitu sebuah ketenangan dan kedamaian yang bisa saya rasakan, apalah artinya ke Gunung tapi berdesak-desakan, bukan ketenangan yang kita dapatkan tapi rasa tidak nyaman sudah pasti kita rasakan, saya rasa kalian tidak mau merasakan hal itu bukan. 

Untuk di Puncak Geugeur ini tentunya kalian akan menemukan sebuah plang bertuliskan Puncak Geugeur 890 Mdpl serta ada tempat duduknya yang terbuat dari potongan sebuah pohon. Dan selain itu terdapat pula sebuah toilet lengkap dengan WC nya serta airnya yang di tampung di sebuah kolam tanah dengan menggunakan sebuah terpal. Selain toilet terdapat juga sebuah warung atau mungkin sama halnya seperti di Bukit Daolong yaitu shelter di Gunung Geugeur ini.Tetapi tidak ada aktivitas yang berarti di warung atau shelter tersebut karena yaitu tadi masih masa-masa lebaran sehingga masih pada tutup.

Untuk viewnya jangan di ragukan lagi Puncak Gunung Geugeur banyak sekali menyimpan keindahan serta eksotime tersendiri yang bisa kita nikmati dan rasakan ketika di Puncak Geugeur. Pemandangan yang bisa kita lihat dari Puncak Geugeur adalah tentunya Gunung Salak, beberapa Gunung serta perbukitan di kawasan Sentul City dan tentunya Bukit Daolong yang ada di bawah sana bisa terlihat dari Puncak Geugeur ini ya walau hanya sedikit sih.Begitulah keindahan gunung Geugeur dengan segala panorama dan eksotisme yang ada yang bisa kita rasakan di atas Puncak sana sehingga Gunung Geugeur ini saya rasa cocok untuk sekedar di jadikan tempat hiking menepi sejenak dari hiruk pokoknya kehidupan, atau bahkan di jadikan spot bengong juga cocok sih menurut saya dengan pemandangan yang indah dan seindah ini seperti di Puncak Geugeur 890 mdpl ini.
Sekian perjalanan singkat saya di Puncak Gunung Geugeur 890 mdpl ini, dengan segala lelah, keringetnya serta sakitnya akan terbayarkan semua ketika kamu sudah berada di atas Puncak Geugeur sana, yakin deh saya tidak bohong pokoknya rasakan sendiri kedamaian serta ketenangan yang akan kalian dapatkan ketika kalian sedang berada di atas Gunung. Yang jelas di sana tidak ada yang namanya kepalsuan atau fake dan lain sebagainya, semuanya tersaji sebagaimana mestinya dan begitulah adanya sebuah keindahan yang patut kita jaga sampai kapanpun tentunya dan jangan lupa untuk selalu bersyukur sama yang maha Kuasa,karena kita sebagai umatnya yaitu umat manusia yang penuh akan dosa masih saja bisa menikmati keindahan alam ini.Tetap saling menjaga ya teman dan selalu ceritakan tentang apa yang kamu lakukan di Gunung.
Terimakasih Gunung Geugeur 890 Mdpl. 


Lokasi : Gunung Geugeur 890 Mdpl Sentul City, Desa Bojong Koneng, Kecamatan Babakan Madang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. 
Buka : Setiap Hari (24 jam) 
HTM :Rp.15.000 (Via Gunung Ciung) 

Follow Me on. 
Facebook : Bagus Sandali
Twitter : @sandali__
Instagram : @hi.sand__


#puncakgeugeur890mdpl
#gununggeugeur890mdpl
#viagunungciung
#sentulcity #sentulupdate
#trackingsentulcity

Komentar

Postingan populer dari blog ini

GUA MARIA PEMANDIAN ALAM ANJUNGAN KABUPATEN MEMPAWAH KALIMANTAN BARAT

Mencoba sesuatu hal yang baru itu memang menyenangkan,seru pastinya dan harus di coba biar kita tau rasanya itu seperti apa,dan ini menjadi penutup perjalanan gue di Bulan April ini.Seperti halnya yang baru gue coba sekitar tiga hari yang lalu sesuai dengan janji gue di cerita yang sebelumnya  Kolam Renang Tirta Indah Mempawah  tentang berenang di tempat yang beda bener-bener beda dari biasaya,dengan air alami langsung dari sumber mata air dari atas bukit. Di manakah itu penasaran bukan,yang pasti kalian gak penasaran lagi karena udah ada judul di atas tertulis begitu jelas haha,iya dimana lagi kalau bukan di Gua Maria Anjungan .Kalie Ini KUDUJALAN.COM akan mengajak kalian semua menyambangi atau melihat atau mengexplore Gua Maria yang begitu bersejarah di Kalimantan Barat ini.Lokasinya pun tidak begitu jauh dari jalan raya Anjongan-Mandor,dan akses menuju Guanya pun sangat-sangatt mudah banget pokoknya rekomend buat kalian yang belum pernah kesini.Oke langsung aja y...

Bukit Daolong Via Gunung Ciung

Tektok Lagi• Saat itu pagi hari saya dengan yakin sepenuh hati untuk melangkah lagi. Dengan penuh rasa bahagia yang menemani setiap langkah demi langkah dan membawa saya kembali ke sebuah tempat di mana saya bisa mengutarakan berbagai imajinasi, mengeluarkan dan menghempaskan sesuatu yang memang janggal dan mengganjal di dalam diri serta pencarian jati diri.  Selamat datang kembali di Sentul City tepatnya di Gunung Ciung, bukan hanya Gunung Ciung melainkan saya akan menuju sebuah bukit yang indah di kawasan Sentul City. Dan saya akan melewati beberapa bukit atau puncak untuk sampai di bukit yang indah tersebut. Serta beberapa spot baru yang bisa di gunakan sekaligus dalam satu pendakian yang tentunya sudah bekerja sama dengan pihak pengelola Gunung Ciung. Dan masih banyak lagi tentunya kalau mau di bahas satu per satu, langsung saja ikutin perjalanan saya kali ini di Bukit Daolong Sentul City.  Basecamp Gunung Ciung Tepat pukul 07.30 WIB saya sampai di Basecamp Gunung Ciung, i...

HIDUP HANYA SEKALI BAGIAN 10

Setelah sempat terhenti beberapa saat, akhirnya saya kembali dan mau melanjutkan jurnal saya ini. Ya senang sih rasanya kamu menjadi tempat kedua setelah tempat pertama untuk menumpahkan semuanya yaitu sama yang maha kuasa yaitu Allah SWT. Selain saya bercerita disini ya yang masih menjadi tempat favorit saya untuk bercerita ya sama Allah tentunya. Senang saja gitu tidak perlu takut saya itu tidak sendiri, selalu ada Allah yang selalu mendengar kapanpun dan dimanapun kita mau bercerita.🕊 Nah kembali lagi ke jurnal saya itu tentang Hidup Hanya Sekali, kali ini saya mau melanjutkan jurnal tersebut, dan sebelum melanjutkan mari kita melihat ulang merefleksikan kembali atau melihat ringkasan singkat mengenai jurnal saya yang sudah saya tuliskan di blog saya ini. 💻 Berikut ini ringkasan ulang dari tulisan jurnal saya sejauh ini, ada beberapa bagian sih. Mari kita membacanya kembali secara perlahan—seperti menyusuri kembali jejak langkah yang sudah kita tempuh sejauh ini🌙 Awal yang Berat....

HIDUP HANYA SEKALI

• Jadi Jangan Sakit-Sakitan Terus Kita sering dengar kalimat "hidup hanya sekali" sebagai alasan buat jalan-jalan, makan enak, nongkrong sampai pagi, atau beli barang-barang yang bikin dompet nyesek. Tapi, pernah nggak sih kita mikir, kalau hidup cuma sekali, ya jangan disia-siain dengan gaya hidup yang bikin tubuh jadi langganan masuk angin atau langganan obat warung? Serius deh. Hidup cuma sekali, jadi kenapa kita nggak coba hidup dengan sehat tapi santai? 1. Tidur Cukup, Jangan Cuma Rebahan Tidur itu penting. Tapi jangan dikira rebahan sambil scroll TikTok 4 jam juga termasuk istirahat yang berkualitas. Beda, bestie! Tidur yang benar itu tidur cukup, sekitar 7–8 jam semalam, tanpa drama begadang nonton serial Korea sampai mata panda. Tubuh kita butuh waktu buat restart, bukan cuma ngelamun sambil rebahan. 2. Makan Enak Boleh, Tapi Jangan Lupa Sayur Kita semua suka makanan enak. Makan gorengan sambil ngeteh sore-sore? Surgawi. Tapi coba deh sesekali kasih tubuh kita asupan ...

HIDUP HANYA SEKALI BAGIAN 11dan 12

Ini adalah Bagian 11 dari tulisan jurnal saya tentang rasa, harapan, dan kepercayaan yang tetap saya genggam erat, meskipun dunia seringkali tidak pasti 💻 --- Bagian 11: Harapan yang Tidak Pernah Pergi.  Malam ini aku ingin menulis tentang rasa. Rasa yang tak selalu bisa dijelaskan, tapi selalu hadir. Rasa takut, cemas, dan khawatir yang seringkali datang tanpa permisi, membayangi seperti bayang-bayang yang terus mengikuti. Tapi di balik semua itu, ada satu rasa yang tak pernah benar-benar hilang—percaya. Aku percaya, selama aku masih berusaha—meskipun kecil, meskipun pelan, bahkan meskipun harus tertatih—harapan itu akan tetap ada. Ia mungkin tidak bersinar terang, tapi cukup hangat untuk terus menyalakan langkahku. Cukup untuk membuatku terus bangun setiap pagi dan berkata, “Ayo, hari ini kita coba lagi.” Aku percaya bahwa hari indah itu bukan dongeng. Hari itu nyata, hanya saja belum sampai ke waktunya. Mungkin sekarang jalanku memang masih panjang dan penuh belokan, tapi aku t...