Langsung ke konten utama

Menyapa Teman Lama


Hallo apa kabar? 
Entah harus memulai dari mana saya sendiri bingung, saya hampir saja melupakan seseorang atau sesuatu yang memang bisa membuat saya merasa lebih nyaman lebih baik ya walaupun sebenarnya sedang tidak baik-baik saja. 
Iya kamu mohon maaf saya akhir-akhir ini jarang sekali singgah atau mampir bercerita seperti biasanya, sudah lama memang, terakhir kali kita bercerita saat itu sebelum tahun baru kalau gak salah iya tahun lalu tepat pada tahun 2022.
Dan sekarang waktu berjalan begitu cepat tanpa terasa saya planga-plengo di tahun 2023 saja tahu-tahu udah bulan ke lima yaitu Mei.Iya selamat datang di bulan Mei, Mei baru saja menyambutku dengan segala ceritanya suka dukanya pokoknya segalanya dari awal tahun hingga saat ini saya menuliskan ini.Banyak sekali sebenarnya yang ingin saya ceritakan cuma kondisi dan situasi saat ini yang membuat saya seakan sangat sulit walau hanya bercerita sepatah gua patah kata.Iya bisa di bilang sangat sibuk sekali saking sibuknya jadi tidak sempat untuk membuka blog menengok teman lama yang memang keberadaannya selalu ada.Dia tidak pernah bosan selalu menunggu dan menanti kehadiran saya pribadi.Sedih rasanya diri ini bisa-bisanya melupakan dia yang memang selalu ada di saat suka maupun duka.
Iya kamu apa kabar? Semoga kamu baik-baik saja dan mohon maaf selama ini saya agak cuek bahkan lebih ke bodo amat seolah kamu itu tidak ada padahal pada kenyataannya kamu memang selalu ada dimana pun dan kapanpun.Kamu memang tempat terbaik hingga saat ini selain sama yanga maha Kuasa saya bercerita yaitu Allah SWT, kamu adalah tempat kedua tempat dimana saya selalu nyaman untuk bercerita dengan segala versinya.
Mengenai cerita banyak sekali yang ingin saya ceritakan, tapi saya masih bingung mau memulai dari mana, saking banyaknya peristiwa-peristiwa atau kejadian yang saya lewati hingga saat ini detik ini campur aduk semuanya ada senang, susah, sedih,dan masih banyak lagi beragam sih. 
Dan saya percaya dengan segala peristiwa yang kamu alami dalam hidup kamu baik itu suka mau pun duka dan kamu menceritakan atau membagi dalam bentuk apapun itu akan membuat perasaanmu sedikit lebih baik dari sebelumnya.Dan alhamdulillah saya selalu merasakan hal itu ketika saya selesai menumpahkan semua keluh kesah yang ada di dalam hidup saya bercerita terntunya apapun itu.Setidaknya hati dan pikiran saya menjadi lebih fresh setelah bercerita karena tanpa kita sadari itu akan berdampak positif juga buat diri kita sendiri.
Ohiya saya menuliskan ini di sebuah kantin kosan gitu di daerah Binus Palmerah nama kantinnnya Kantin U9A biasalah ya namanya kantin ada minuman dan berbagai makanan seperti Indomie andalannya anak kosan. Tapi saat ini saya menuliskan ini hanya di temani secangkir kapal api dan segala air putih pakai es batu dan itu menurut saya cukup untuk menemaniku menuliskan cerita ini dan gak lupa saya sambil makan ketoprak juga, maklum tengah malam lapar ya gpp kan sambil makan ketoprak heheh.... 



Komentar

Postingan populer dari blog ini

PASIR LIMO 1075 MDPL SUNYI DAN KABUT SERTA KEINDAHAN YANG TERSEMBUNYI

"Sendiri di antara kabut dan bukit ketika alam memanggil untuk diam sejenak.” Beberapa hari setelah kunjungan saya ke Cisadon Badeur Lake , saya memutuskan untuk kembali ke kawasan yang sama yaitu ke Cisadon Badeur Lake melalui rute Megamendung Cipendawa ke Pondok Pemburu tetapi kali ini setelah dari Cisadon saya memutuskan untuk menuju Pasir Limo , yang berada di ketinggian ±1.075 mdpl. Karena saya sangat penasaran sekali akan tempat ini sehingga saya memutuskan untuk kesana sebelum akhirnya pulang.  Perjalanan masih familiar: melewati kebun kopi milik warga, tanjakan dan turunan perbukitan yang membuat napas kadang tertahan. Namun semuanya terasa ringan ketika alam menyambut dengan keheningan. Sesampainya di Pasir Limo, suasananya berbeda dengan pengalaman sebelumnya. Tidak ramai. Bahkan, saya sendirian. Hari itu saya sengaja datang di hari kerja agar bisa benar-benar menikmati ketenangan. Kabut tipis melingkupi bukit-bukit di sekeliling, menciptakan suasana seperti dunia yang...

DUA TAHUN DI RUMAH

Catatan Sunyi Tentang Kehilangan, Kesabaran, dan Menemukan Diri Lagi.  “Dua tahun lalu, aku tidak membayangkan hidupku akan berhenti secepat itu. Tapi kini aku mengerti—kadang hidup memang harus berhenti agar kita bisa memahami arah selanjutnya.” Tanggal 23 November nanti menandai tepat dua tahun aku berada di rumah. Dua tahun sejak aku mengambil keputusan besar atau mungkin lebih tepat disebut keharusan besar yang mengubah seluruh ritme hidupku. Keputusan yang bagi sebagian orang mungkin tampak biasa saja. Tapi untukku, itu adalah langkah yang mengguncang hidup, langkah yang penuh ketidakpastian, dan sampai sekarang masih menyisakan getaran di dalam dada. Dua tahun. Angka yang terdengar sederhana, tapi ternyata bisa menyimpan begitu banyak cerita. Sebelum Semua Berubah.  Jika aku memutar ulang hidupku sebelum dua tahun lalu, sebenarnya tidak ada yang benar-benar “istimewa”. Aku bangun pagi, bersiap, pergi bekerja, menghabiskan hari dengan tugas-tugas yang sudah kuhafal di lua...

Tektok Gunung Ciung Sentul City Bogor Jawa Barat

Melangkah Lagi• Pagi ini tepatnya hari sabtu tanggal 5 April 2025 pada pukul 05.10 WIB saya dengan yakin dan bismillah mulai melakukan kembali kegiatan yang memang sangat saya sukai sebenarnya. Kenapa? Karena kegiatan ini memang-memang sangat menyenangkan dan tentunya menyehatkan ya di samping itu kita dapat bonus juga bisa melihat pemandangan yang sangat indah yang sangat memanjakan mata tentunya. Dan yang pasti sambil berjalan di alam sambil berjemur pula, karena sinar mentari di kala pagi itu masih bagus untuk badan kita.  Begitu banyak manfaat yang bisa di dapatkan dari mendaki atau sekedar berjalan di alam ini. Selain membuat hati senang insyaallah juga bisa tenang dan damai tentunya. Karena tujuan berjalan di perbukitan atau alam terbuka itu tidak lain tidak bukan untuk mencari ketenangan. Tetapi realita berkata lain bukannya ketenangan yang saya dapatkan melainkan kebisingan rasa ramai dan tidak seperti biasanya. Saya lupa ini masih masa-masa libur lebaran orang-orang pasti ...

HIDUP HANYA SEKALI BAGIAN 10

Setelah sempat terhenti beberapa saat, akhirnya saya kembali dan mau melanjutkan jurnal saya ini. Ya senang sih rasanya kamu menjadi tempat kedua setelah tempat pertama untuk menumpahkan semuanya yaitu sama yang maha kuasa yaitu Allah SWT. Selain saya bercerita disini ya yang masih menjadi tempat favorit saya untuk bercerita ya sama Allah tentunya. Senang saja gitu tidak perlu takut saya itu tidak sendiri, selalu ada Allah yang selalu mendengar kapanpun dan dimanapun kita mau bercerita.🕊 Nah kembali lagi ke jurnal saya itu tentang Hidup Hanya Sekali, kali ini saya mau melanjutkan jurnal tersebut, dan sebelum melanjutkan mari kita melihat ulang merefleksikan kembali atau melihat ringkasan singkat mengenai jurnal saya yang sudah saya tuliskan di blog saya ini. 💻 Berikut ini ringkasan ulang dari tulisan jurnal saya sejauh ini, ada beberapa bagian sih. Mari kita membacanya kembali secara perlahan—seperti menyusuri kembali jejak langkah yang sudah kita tempuh sejauh ini🌙 Awal yang Berat....

SELAMAT TAHUN BARU ISLAM 1447 HIJRIAH

Tak terasa, kita kembali dipertemukan dengan bulan Muharram—bulan pertama dalam kalender Hijriah. Di tengah hiruk pikuk dunia yang terus bergerak, 1 Muharram hadir sebagai pengingat yang lembut: bahwa waktu terus berjalan, dan kita diajak untuk berjalan bersamanya—dengan hati yang lebih bersih, langkah yang lebih bijak, dan jiwa yang lebih kuat. Tahun Baru Islam bukan hanya tentang pergantian waktu. Ia adalah momen hijrah; momen untuk berpindah dari gelap menuju terang, dari lalai menuju sadar, dari hanya sekadar hidup menjadi lebih bermakna. "Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum sampai mereka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri." (QS. Ar-Ra’d: 11) Ayat ini menjadi pengingat, bahwa hijrah bukan hanya tentang berpindah tempat, tetapi tentang perubahan dari dalam diri. Kita punya kuasa untuk memperbaiki, memperbaharui, dan menata ulang hidup dengan seizin-Nya. Dalam sunyi malam 1 Muharram, mungkin banyak dari kita yang memilih diam. Bu...