Langsung ke konten utama

Menjadi PDP di Rumah Sakit Paru Dr.M. Goenawan Pratowidigdo Cisarua Bogor



Tiga bulan saya tidak posting apa-apa dalam blog saya ini,selama tiga bulan tersebut juga saya di ambang kebingungan entah apa saya lakukan ini sudah benar apa belum.Tetapi di sisi lain saya sangat suka menulis bahkan saking pengennya menulis saya sampi memaksakan diri untuk membeli sebuah buku kosong dan sebuah pena untuk saya pakai buat menuliskan seseuatu yang saya alami,waktu itu memang tidak pernah memiliki paket internet atau kuota.Saya berpikir bagaimana caranya supaya masih bisa menulis walau tidak terhubung ke internet.Dan seperti itulah saya menulis di buku dulu lalu saya salin ke Blog saya di mana saya sudah punya paket data atau kuota.Seperti ketiga postingan blog saya yg sebelumnya yaitu yang di Perumahan The Grand Sentul Primerose Sentul City Bogor Jawa Barat.Itulah postingan saya di tiga bulan terakhir itu.


Dan kini saya kembali mau menuliskan pengalaman saya yg masih saya alami hingga saat ini bahkan,dengan tangan masih tersambung infus di sebuah rumah sakit di kawasan Puncak Bogor,iya sesuai judul di atas saya menjadi PDP di Rumah Sakit ini,biar lebih jelasnya yuk kita simak di bawah ini bagaimana awal mulanya saya bisa menjdi seorang PDP hingga saat ini.
Selasa 21 Juli 2020 tepat di mana saya merasa badan saya sudah tidak bisa,di paksakan pun malah makin memburuk,tp posisi saya masih bekerja seperti biasa dengan kondisi  badan tidak karuan lemas serta sesak nafas yang kambuh kembali saat itu.Saya bekerja di kawasan Sentul City dan tinggal pun di Sentul City,sendiran di sebuah perumahan.Dan saya bingung di situasi seperti ini pasti ujung-ujungnya lari ke orang tua,karena saya masih punya kedua orang tua yang lengkap serta satu adik perempuan saya.Pulang kerja sekitar jam 14.00 WIB saya memberanikan diri alias nekad dengan keadaan badan lagi drop otw langsung ke tempat orang tua di Bogor tepatnya di Kecamatan Bogor Timur Kota Bogor,dengan membawa motor sendiri secara perlahan-lahan,dan alhamdulillah sampai dengan Selamat di tempat orang tua,walau di situ saya langsung tepar kelelahan karena sesak nafas yang tidak kunjung hilang.Alhasil kedua orang tua saya dan adik saya langsung mengambil tindakan dan membawa saya ke sebuah rumah sakit di kawasan Puncak Bogor yaitu Rumah Sakit Paru namaya.
Sampailah saya di rumah sakit paru dengan membawa berkas serta BPJS saya serta identitas lainnya sepeti KTP,setelah itu pas di IGD saya kaget melihat petugas kenapa pada pakai APD semua kaya di tv-tv gitu saya bingung.Tidak lama saya langsung daftar dan mendapatkan sebuah gelang identitas pasien yang langsung di pasangkan di tangan kanan saya.dan di situ saya di tanyakan soal keluhan saya riawat penyakit dan lain sebagiannya.Serta di tensi,cek suhu,nadi,dan di pasang selang oksigen karena kesulitan bernafas.Karena saya daftar sebelum Maghrib sekitar jam 17.30 jadi alhasil saya di diamkan begitu saja di IGD,dan saya pun tidak bertanya,saya biarkan saja karena saya pikir mungkin sibuk ya dengan pasien yang semakin menumpuk.Dua jam kemudian akhirnya saya di tanangi oleh para perawat,Di Rontgen,ambil darah,dan pasang infus,dan yang menjadi anehnya kenapa pihak keluarga itu tidak boleh masuk ke IGD saya di IGD tanpa di dampingi hanya ada pasien-pasien yang lain yang ada di sebelah saya.Empat jam kemudian saya di ambil darah lagi yaitu sekiat jam 00.00 WIB tengah malam tu saya posisi masih di IGD selang satu jam kemudian saya di rekam jantung setelah hasilnya keluar tidak lama saya langsung pindang ruangan dan saya di rawat di Kaca Piring atas kamar 201,ini yang membuat saya aneh lagi kenapa di kaca piring sedangkan BPJS saya itu kelas 3,dan kenapa yang mengantar saya ke ruang rawat itu memakai APD lengkap serta saya di naikan kedalam ambulan lalu di turunkan tepat di depan Kamar Mayat,lalu di situ saya di dorong dengan menggunakan korsi roda menuju kamar rawat saya yaitu Kaca Piring atas.


Sesampainya di kamar saya benar-benar sendiri dengan kamar ada dua tempat tidur tengah malam,dan saya masih ingat pesan perawat yang ngantar saya,semangattt ya pak,bapak pasti sembuh di sini ada perawat yang selalu stand by 24 jam dan kita pantau juga pakai CCTV,dan kalau ada apa-apa tinggal panggil perawat aja.Sudah itu pesan yang saya masih ingat hingga sekarang,saya di ambang kebingungan ini,saya mengontek adik saya katanya ceritanya panjang dan pilihannya pun sangat sulit,dalam hati saya ini ada apa lagi,karena tidak ada kejelasan apapun dari seorang dokternya terhadap saya.Yaudah saya ikutin saja prosodur yang ada.
Nah keesokan harinya saya di periksa tenggoran serta hidung saya,entah sih namanya itu katanya suep-suep atau apalah itu,saya pernah dengar sih.Dalam hati saya memang aku ini terindikasi Covid 19 gitu atau kaya di curigai gitu,kok bisa padahal saya cuma mengeluh sesak nafas seperti biasanya,karena riwayat pengobatan saya di Rumah Sakit ini udah banyak sampai berkasnya saja sudah tebal,bayangin dari 2011 hingga saat ini.Dan pasti mereka tau penyakit saya ini,tapi kenapa untuk saat saya di katakan PDP lah,kalau saya sampai memaksa ingin mengajukan pulang nanti saya malah menjadi ODP lah atau apapun itu.Itulan pilihan yang sulit menurut saya di sisi lain saya gak mau sampai orang sekampung pada heboh karena saya ODP,nanti bakalan datang petugas ke rumah bla-bla pokoknya haduuuuhhh ini apa sebenarnya apa yang sedang terjadi ini.Soalnya dokter tidak menjelaskan sedikit pun tentang penyakit saya,semua kabar tersebut saya dapat dari adik saya karena adik saya langsung yang di kasih informasi tersebut oleh dokter.
Bagai makan buah simalaka,serba salah jadinya merasa terjebak juga gimana ya bisa di bilang mungkin,karena niat utama saya datang ke Rumah Sakit ini itu hanya ingin sembuh dan nafas saya bisa pulih kembali,itu aja tapi kenapa jadi begini ya ibarat nasi sudah menjadi bubur ya sudah kita ikutin apa kata dokter saja di rawat ya di rawat di isolasi atau pun itulah.Karena memang pilihannya sangat sulit,sekarang mah tinggal saya jalanin pasti semua ini bisa saya lewatin dan yang pasti jangan stres walau baru tiga hari ini saya sudah mulai merasa bosan sebenarnya.Ya tapi mau bagaimana lagi saya pengen sembuh pengen pulih kembali saya pengen berativitas seperti biasa lagi gitu,gak kaya begini semuanya jadi kacau balau pokoknya.
Oke cuma itu saja yang bisa saya tuliskan next nya bakalan ada apa lagi,nanti akan saya tuliskan kembali di blog ini,pengen tau mau sampai kapan saya berada di sini menjadi tahanan hahahahahha haduuuuhh ada-ada aja,dan semoga bermanfaat ya buat kalian semua dan mejadi pemebelajaran juga dan ini benar-benar real banget pengalaman saya pribadi,bahkan menuliskannya pun masih di dalam ruang rawat isolasi sebuah Rumah Sakit gila gak tu,berharap yang terbaiklah must be strong and stay safe guys.
Terimaksih.... 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

ATS PAGE SEMBILAN

Benar-Benar Free anggap aja libur selama dua hari lumayan juga kan gak nyentuh kerjaan sedikit pun,ya mungkin besok kayanya udah bisa mulai kerja soalnya kondisi badan saya juga udah mulai membaik,niatnya sih pengen tadi ya bantu-bantu gak enak juga kan di gudang lagi banyak kerjaan mana sekarang juga belum selesai kayanya.Eh malah gak boleh sama si bapak ya udahlah orang gak boleh yaudah saya duduk manis depan tv itu pun posisi lagi mati lampu ngeliatin tv yang gak ada gambarnya haha kasian bangettt. Dan pokoknya harapan saya kedepannya jangan sampe kambuh lagi ini penyakit sesak napas saya ini sumpah sangat menyiksa diri saya maupun orang-orang di sekitar saya semua kegiatannya jadi terganggu hanya karena satu masalah yaitu pada diri saya,saya gak mau seperti itu lagi.Uang lembur saya pun melayang deh ya meskipun gak seberapa cuma 100 ribu kan lumayan buat tambah-tambah bayar hp maklum ini hp kredit hehe biasa orang susah pengen bergaya. Tapi ngomong-ngomong soal bayar hp optimis s...

CISADON BADEUR LAKE PESONA TENANG DI BALIK PERBUKITAN SENTUL CITY

"Di antara birunya langit dan gemericik air, aku menemukan damai" Hallo, apa kabar ? Semoga kamu baik-baik saja. Lama rasanya saya tidak pernah berjumpa dengan salah satu teman yang tidak pernah meninggalkan saya di kala susah atau pun senang. Kamu selalu ada dan akan selalu ada sampai maut memisahkan kita. Dua bulan sepertinya sudah cukup ya untuk merefleksikan diri berhenti sejenak, beristirahat merenung sesaat. Karena menurut saya itu sangatlah penting. Dan sekarang saya sudah punya banyak cerita ingin sekali rasanya saya ceritakan dan simpan di sini. Cukup saya dan kamu saja tidak ada seorangpun yang tau hanya kita berdua saja. Untuk kehidupan sejatinya masih sama, saya masih dalam proses belajar dan berjuang untuk hidup yang lebih baik. Masih rutin ke Rumah Sakit sesuai dengan jadwal yang sudah di tentukan, Hari-hari di rumah disiplin minum obat nonton atau maraton series, dengerin musik kesukaan. Iya seperti itu tidak ada yang istimewa memang dalam hidup saya. Tapi sese...

Bukit Daolong Via Gunung Ciung

Tektok Lagi• Saat itu pagi hari saya dengan yakin sepenuh hati untuk melangkah lagi. Dengan penuh rasa bahagia yang menemani setiap langkah demi langkah dan membawa saya kembali ke sebuah tempat di mana saya bisa mengutarakan berbagai imajinasi, mengeluarkan dan menghempaskan sesuatu yang memang janggal dan mengganjal di dalam diri serta pencarian jati diri.  Selamat datang kembali di Sentul City tepatnya di Gunung Ciung, bukan hanya Gunung Ciung melainkan saya akan menuju sebuah bukit yang indah di kawasan Sentul City. Dan saya akan melewati beberapa bukit atau puncak untuk sampai di bukit yang indah tersebut. Serta beberapa spot baru yang bisa di gunakan sekaligus dalam satu pendakian yang tentunya sudah bekerja sama dengan pihak pengelola Gunung Ciung. Dan masih banyak lagi tentunya kalau mau di bahas satu per satu, langsung saja ikutin perjalanan saya kali ini di Bukit Daolong Sentul City.  Basecamp Gunung Ciung Tepat pukul 07.30 WIB saya sampai di Basecamp Gunung Ciung, i...

MAKAM OPU DAENG MANAMBON MEMPAWAH KALIMANTAN BARAT Part II

Shalat Dzuhur Di Makam Opu Daeng Manambon  Lagi,ini yang kedua kalinya saya mengunjungi sebuah Cagar Budaya yang ada di Kabupaten Mempawah ini yaitu Makam Opu Daeng Manambon.Setelah kunjungan terakhir saya kala itu pada dua tahun yang lalu.Iya merasa bangga sih akhirnya bisa datang lagi kesini sendiri seperti biasa tanpa di temani seorang teman atau pun sodara sekali pun.Karena kalau boleh jujur saya merasa nyaman kalau jalan sendiri terlebih bukan berarti saya tidak suka jalan bareng teman atau yang lainnya.Ada saatnya diri ini ingin merasa sendiri merenungi kehidupan yang sudah saya lalui ini.Mungkin bagi sebagian orang sih terlihat tidak normal atau terkesan aneh,tapi bagi sebagian orang yang merasakan hal yang sama seperti saya akan tau semua jawabannya setelah menjalani dan merasakan  dengan sendirinya. Tanpa terasa waktu berjalan begitu cepat sekarang kita sudah sampai di bulan ke empat,yaitu April.Selamat datang di bulan April semoga di bulan ini kita selalu senant...

SELAMAT TAHUN BARU ISLAM 1447 HIJRIAH

Tak terasa, kita kembali dipertemukan dengan bulan Muharram—bulan pertama dalam kalender Hijriah. Di tengah hiruk pikuk dunia yang terus bergerak, 1 Muharram hadir sebagai pengingat yang lembut: bahwa waktu terus berjalan, dan kita diajak untuk berjalan bersamanya—dengan hati yang lebih bersih, langkah yang lebih bijak, dan jiwa yang lebih kuat. Tahun Baru Islam bukan hanya tentang pergantian waktu. Ia adalah momen hijrah; momen untuk berpindah dari gelap menuju terang, dari lalai menuju sadar, dari hanya sekadar hidup menjadi lebih bermakna. "Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum sampai mereka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri." (QS. Ar-Ra’d: 11) Ayat ini menjadi pengingat, bahwa hijrah bukan hanya tentang berpindah tempat, tetapi tentang perubahan dari dalam diri. Kita punya kuasa untuk memperbaiki, memperbaharui, dan menata ulang hidup dengan seizin-Nya. Dalam sunyi malam 1 Muharram, mungkin banyak dari kita yang memilih diam. Bu...