Langsung ke konten utama

CITA RASA BOCI BAKSO ACI



Berawal dari rasa penasaran berujung ke kepo apa sih Boci,Boci itu apa terbuat dari apa dan lain sebagainya banyak pertanyaan-pertanyaan seperti itu singgah di hati dan otak gue.Alhasil gue tanya sama embah Google dan banyak di situ ulasan-ulasan atau artikel-artikel tentang Boci dan yang bikin gue kaget adalah ternyata Boci itu jajanan khas dari tanah Sunda Jawa Barat seperti Bandung dan dan daerah-daerah lainnya.Rasa kepo gue semakin tinggi alhasil gue otw ke Youtube langsung cari-cari Boci sampe gue nonton tutorial cara membuat boci,gila gak tu gue sampe segitunya.Jujur kalau beli di tempat-tempat penjual boci sih belum pernah atau merasakan BOCI instan itu seperti apa rasanya gue juga belum tau bener-bener belum pernah beli.Padahal di depan lebih tepatnya dekat jalan raya ada penjual Boci,cuma ya harganya yang menurut gue gak bersahabat sama kantong gue hehe,15.000 ribu rupiah untuk satu porsi Boci,yahh bagi gue mahal cuuyyy apa lg kalau uang jajan lagi pas-pas an haduuuuhhh pikir dua kalie dah untuk membeli jajanan dengan harga segitu.
Maka dari itu dari pada beli mending gue buat sendiri boci hasli tangan sendiri berbekal ilmu dari Youtube haha liat tutorial-tutorial gitu.Dengan keyakinan gue pasti bisa dan bahan-bahan untuk membuat boci pun sangan mudah di dapatkan di rumah.But someday gue tetep mau cobain boci-boci yang di jual di luaran sana biar tau aja sih Mengexplorasi rasa jiaaahhhh udah kaya politikus makanann aja hehehehehe.Oke langsung aja yuk simak pengalaman gue membuat boci dengan bahan-bahan sedanya yang ada di dapur,cekitbroootttt.....


*Hal yang utama adalah siapakan bahan-bahan nya dulu,dan bahan-bahan nya terdiri dari :
Tepung teringu 1 gelas/200 ml
Tepung sagu/tapioka 1 gelas/200 ml
Cesim 1 bongkol aja
*Bumbu-bumbu yang harus di siapkan :
Bawang puting 3 siung (haluskan) 
Bawang merah 5 siung (iris) 
Bawang Daun 1 siung (iris) 
Daun Sledri 2 tangkai
Cabe Rawit 7 buah
Garam
Penyedap rasa
Ladaku
Bubuk cabe (abon cabe/aida)
Minyak kelapa
Air putih

Baca juga : Cita Rasa Seblak Kuah Pedas

-Langkah pertama cara membuat boci
Tuangkan tepung terigu kedalam panci kecil lalu masukan bumbu halus bawang putih secukupanya lalu masuakan garam,ladaku,dan penyedapa rasa serta jangan lupa kasih air.Aduk-aduk secara perlahan hingga semua tercampur rata dan ingat jangan terlalu encer ya guys.Lalu nyalakan kompor dengan api kecil masak hingga benar-benar kental seperti bubur dan menggumpal lalu angkat dan tiriskan.
-Langkah kedua selagi menunggu adoan yang tadi di masak,kita menggoreng bawang merah buat campuran adonan dan taburan Boci nya nanti.Setelah itu kembali ke adonan dan siap untuk di olah dan di uleni dengan menambahkan bahan-bahan lainnya seperti,tepung sagu/tapioka,bawang daun,bawang merah goreng,garam,ladaku,penyedap rasa,lalu Aduk-aduk hingga merata dan kalis.Bila mana sudah kalis siap untuk di cetak atau di bikin bulat-bulat seperti bola pingpong,btw itu sesuai selera kalian ya guys mau kecil mau besar. 
-Langkah ketiga setelah semua adoan selesai di bentuk,lanjut ke proses perebusan yaitu siapin panci kecil dengan air lalu kasih minyak sedikit biar Boci nya gak lengket.Lalu rebus hingga matang oh iya guys rebusan airnya sesuaikan dengan adonan boci kalian.Btw selagi menunggu rebusan boci kita siapkan sayuran pelengkapnya,di sini gue pakai cesim pakai sayuran apa saja boleh sesuai selera kalian.Dan yang satu gak boleh ketinggalan sambal,biar cita rasa Boci nya pedas gue menggunakan 7 buah cabe rawit merah tua.

Baca juga : Nikmatnya Sate Jengkol Dan Sup Keladi

-Langkah keempat adalah setelah bocinya di rasa matang dan mengapung-mengapung di permukaan itu berarti sudah matang,lalu siapakan wadah dengan air putih lalu angkat semua bocinya dan masukan kedalam wadah tersebut,kenapa bersisi air putih biar gak saling lengket antara boci satu dengan yang lainnya.Yesss proses demi proses sebentar lagi jadi nih bocinya,lanjuuutttt
-Langkah kelima adalah siapakan panci kecil kembali dengan air lalu rebus hingga berbuih,dan masukan bumbu-bumbu seperti bawang putih halus,bawang daun,daun seledri,serta bawang merah goreng sedikit saja biar ada minyak-minyak nya gitu,dan jangan lupa masukan bumbu pelengkap lainnya seperti garam,ladaku,penyedap rasa.Masak hingga benar-benar matang semuanya lalu di rasa sudah oke rasanya langsung rebus sayuran yang tadi yaitu cesim sebentar saja hingga layu. 
-Langkah ke enam siapkan mangkok lalu masukan boci yanh sudah di tiriskan tadi lalu masukan sayuran cesim,irisan bawang daun dan sledri,serta jangan lupa bawang gorengnya,dan sang juara gak boleh ketinggalan yaitu sambalnya dan taburan bubuk cabenya biar makin semangat makannya.Well setelah semuanya siap lalu masukan kuah yang tadi di masak kedalam mangkok boci tersebut.Dan semangkok boci pun siap di hidangakan jiaaahhhhh udah kaya di plastik-plastik mie instan 'siap di hidangkan" hahaha....



Alhamdulillah ternyata jadi juga kan bocinya dengan cita rasa pedas dan gurih pastinya,gak sia-sia deh gue nonton youtube liat tutorial-tutorial lalu di praktekan langsung,so waktu gue gak terbuang sia-sia begitu saja.Pesan gue buat kalian semua jangan takut untuk mencoba atau melakukan sesuatu hal yang baru,so jangan takut ya guys SALAM.... 😁😁 🙏🙏

Komentar

Postingan populer dari blog ini

GUA MARIA PEMANDIAN ALAM ANJUNGAN KABUPATEN MEMPAWAH KALIMANTAN BARAT

Mencoba sesuatu hal yang baru itu memang menyenangkan,seru pastinya dan harus di coba biar kita tau rasanya itu seperti apa,dan ini menjadi penutup perjalanan gue di Bulan April ini.Seperti halnya yang baru gue coba sekitar tiga hari yang lalu sesuai dengan janji gue di cerita yang sebelumnya  Kolam Renang Tirta Indah Mempawah  tentang berenang di tempat yang beda bener-bener beda dari biasaya,dengan air alami langsung dari sumber mata air dari atas bukit. Di manakah itu penasaran bukan,yang pasti kalian gak penasaran lagi karena udah ada judul di atas tertulis begitu jelas haha,iya dimana lagi kalau bukan di Gua Maria Anjungan .Kalie Ini KUDUJALAN.COM akan mengajak kalian semua menyambangi atau melihat atau mengexplore Gua Maria yang begitu bersejarah di Kalimantan Barat ini.Lokasinya pun tidak begitu jauh dari jalan raya Anjongan-Mandor,dan akses menuju Guanya pun sangat-sangatt mudah banget pokoknya rekomend buat kalian yang belum pernah kesini.Oke langsung aja y...

Bukit Daolong Via Gunung Ciung

Tektok Lagi• Saat itu pagi hari saya dengan yakin sepenuh hati untuk melangkah lagi. Dengan penuh rasa bahagia yang menemani setiap langkah demi langkah dan membawa saya kembali ke sebuah tempat di mana saya bisa mengutarakan berbagai imajinasi, mengeluarkan dan menghempaskan sesuatu yang memang janggal dan mengganjal di dalam diri serta pencarian jati diri.  Selamat datang kembali di Sentul City tepatnya di Gunung Ciung, bukan hanya Gunung Ciung melainkan saya akan menuju sebuah bukit yang indah di kawasan Sentul City. Dan saya akan melewati beberapa bukit atau puncak untuk sampai di bukit yang indah tersebut. Serta beberapa spot baru yang bisa di gunakan sekaligus dalam satu pendakian yang tentunya sudah bekerja sama dengan pihak pengelola Gunung Ciung. Dan masih banyak lagi tentunya kalau mau di bahas satu per satu, langsung saja ikutin perjalanan saya kali ini di Bukit Daolong Sentul City.  Basecamp Gunung Ciung Tepat pukul 07.30 WIB saya sampai di Basecamp Gunung Ciung, i...

HIDUP HANYA SEKALI BAGIAN 10

Setelah sempat terhenti beberapa saat, akhirnya saya kembali dan mau melanjutkan jurnal saya ini. Ya senang sih rasanya kamu menjadi tempat kedua setelah tempat pertama untuk menumpahkan semuanya yaitu sama yang maha kuasa yaitu Allah SWT. Selain saya bercerita disini ya yang masih menjadi tempat favorit saya untuk bercerita ya sama Allah tentunya. Senang saja gitu tidak perlu takut saya itu tidak sendiri, selalu ada Allah yang selalu mendengar kapanpun dan dimanapun kita mau bercerita.🕊 Nah kembali lagi ke jurnal saya itu tentang Hidup Hanya Sekali, kali ini saya mau melanjutkan jurnal tersebut, dan sebelum melanjutkan mari kita melihat ulang merefleksikan kembali atau melihat ringkasan singkat mengenai jurnal saya yang sudah saya tuliskan di blog saya ini. 💻 Berikut ini ringkasan ulang dari tulisan jurnal saya sejauh ini, ada beberapa bagian sih. Mari kita membacanya kembali secara perlahan—seperti menyusuri kembali jejak langkah yang sudah kita tempuh sejauh ini🌙 Awal yang Berat....

HIDUP HANYA SEKALI

• Jadi Jangan Sakit-Sakitan Terus Kita sering dengar kalimat "hidup hanya sekali" sebagai alasan buat jalan-jalan, makan enak, nongkrong sampai pagi, atau beli barang-barang yang bikin dompet nyesek. Tapi, pernah nggak sih kita mikir, kalau hidup cuma sekali, ya jangan disia-siain dengan gaya hidup yang bikin tubuh jadi langganan masuk angin atau langganan obat warung? Serius deh. Hidup cuma sekali, jadi kenapa kita nggak coba hidup dengan sehat tapi santai? 1. Tidur Cukup, Jangan Cuma Rebahan Tidur itu penting. Tapi jangan dikira rebahan sambil scroll TikTok 4 jam juga termasuk istirahat yang berkualitas. Beda, bestie! Tidur yang benar itu tidur cukup, sekitar 7–8 jam semalam, tanpa drama begadang nonton serial Korea sampai mata panda. Tubuh kita butuh waktu buat restart, bukan cuma ngelamun sambil rebahan. 2. Makan Enak Boleh, Tapi Jangan Lupa Sayur Kita semua suka makanan enak. Makan gorengan sambil ngeteh sore-sore? Surgawi. Tapi coba deh sesekali kasih tubuh kita asupan ...

HIDUP HANYA SEKALI BAGIAN 11dan 12

Ini adalah Bagian 11 dari tulisan jurnal saya tentang rasa, harapan, dan kepercayaan yang tetap saya genggam erat, meskipun dunia seringkali tidak pasti 💻 --- Bagian 11: Harapan yang Tidak Pernah Pergi.  Malam ini aku ingin menulis tentang rasa. Rasa yang tak selalu bisa dijelaskan, tapi selalu hadir. Rasa takut, cemas, dan khawatir yang seringkali datang tanpa permisi, membayangi seperti bayang-bayang yang terus mengikuti. Tapi di balik semua itu, ada satu rasa yang tak pernah benar-benar hilang—percaya. Aku percaya, selama aku masih berusaha—meskipun kecil, meskipun pelan, bahkan meskipun harus tertatih—harapan itu akan tetap ada. Ia mungkin tidak bersinar terang, tapi cukup hangat untuk terus menyalakan langkahku. Cukup untuk membuatku terus bangun setiap pagi dan berkata, “Ayo, hari ini kita coba lagi.” Aku percaya bahwa hari indah itu bukan dongeng. Hari itu nyata, hanya saja belum sampai ke waktunya. Mungkin sekarang jalanku memang masih panjang dan penuh belokan, tapi aku t...