Langsung ke konten utama

CINTA MANGROVE PARK DESA SUNGAI BAKAU BESAR LAUT SUI PINYUH MEMPAWAH

Cerita yang tertinggal sampai sekarang pun masih teringat,meskipun cuma wacana forever ya kalau kata anak zaman now mah,haha penasaran kenapa hanya wacana dan gak terjadi sama sekali oke kita simak sedikit cerita gue kalie ini mengenai Mangrove Park Love ini hehe..
Puncak Bogor 17.34
Tepat gue menuliskan kisah gue ini,sebenarnya sih ini udah lama sekitar bulan Mei yang lalu yaitu waktu awal-awal puasa dan sebelum kepulangan gue ke Bogor.
Kita sedikit review Mangrove Park ini..
Cinta Mangrove Park adalah sebuah taman mangrove yang berada di sebuah desa wisata Sungai Bakau Besar Laut Mempawah,letaknya yang tidak jauh dari jalan raya Sungai Bakau Besar Laut.
Sorry gak bisa jelasin lebih rinci atau detail lagi soalnya gue sendiri belum pernah masuk ke dalam nya tapi kalau dari review orang-orang yang pernah ke situ lumayan bagus juga dari postingan foto-foto kaya kekinian banget dah sumpah banyak kata-kata yang menyentuh bangett bikin baper sesuai sama namanya yaitu Cinta Mangrove Park.
Sesuai sama kata-kata pembuka gue di atas yaitu hanya wacana forever,karena tau gak guys gue ngerencanain pengen masuk Mangrove Park itu dari sebelum puasa dan bahkan udah lama banget pengen kesitu tapi gak jadi mulu gak tau kenapa mungkin karena rasa gak enak itu tadi ya.Secara lokasi nya gak jauh banget dari rumah,maksudnya dari tempat kerja nah yang bikin gak enak nya adalah kerjaan di situ itu adalah di mana kita itu harus stay di situ emang kerjaanya mah santai,cuma ya itu tadi waktunya yang susah banget sampe pada akhirnya hanya wacana forever dan sekalinya pun ke sampean hanya sampe pintu masuk terus balik lagi karena waktunya udah mau tutup,sial banget kan.Niat hati pengen ngabuburit di situ tapi gagal guys.
Waktu itu gue berdua sama kakak gue yaitu my brother sekali gus bos gue juga.Nah dia ngajakin ke situ tumben-tumbenan iya kan ya gue seneng dong tapi ngajakin nya sekitar jam 16.30 karena niat pengen ngabuburit itu kan tapi apalah daya semuanya gagal kita gak bisa masuk karena sudah mau tutup.
Hmmmmm kata-kata wacana forever sering gue denger ternyata gue alamin juga huuufffttt sedih sih tapi tak apa yang penting gue udah tau dan liat secara langsung pintu masuknya itu bagus banget.Ya setidaknya mengurangi rasa penasaran gue akan Cinta Mangrove Park ini meskipun tidak masuk haha gak jelas banget ya ceritanya ya emang seperti itu adanya.Ini real ya guys emang beneran terjadi dan beradasarkan pengelaman gue pastinya,semoga bermanfaat buat kalian yang mau cari refrensi liburan ala-ala zaman now tapi murmer sekali gus menambah wawasan juga dan peduli akan lingkungan pastinya.Seperti Cinta Mangrove Park ini yang menjadi ekosistem,penyeimbang atau jantung pesisir laut Kalimantan Barat tepatnya di Desa Sungai Bakau Besar Laut.
Oke guys itu dia kisah-kasih gue di Kalimantan Barat yang tertinggal entah kemana dan gak ke sampean and only WACANA FOREVER.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

ATS PAGE SEMBILAN

Benar-Benar Free anggap aja libur selama dua hari lumayan juga kan gak nyentuh kerjaan sedikit pun,ya mungkin besok kayanya udah bisa mulai kerja soalnya kondisi badan saya juga udah mulai membaik,niatnya sih pengen tadi ya bantu-bantu gak enak juga kan di gudang lagi banyak kerjaan mana sekarang juga belum selesai kayanya.Eh malah gak boleh sama si bapak ya udahlah orang gak boleh yaudah saya duduk manis depan tv itu pun posisi lagi mati lampu ngeliatin tv yang gak ada gambarnya haha kasian bangettt. Dan pokoknya harapan saya kedepannya jangan sampe kambuh lagi ini penyakit sesak napas saya ini sumpah sangat menyiksa diri saya maupun orang-orang di sekitar saya semua kegiatannya jadi terganggu hanya karena satu masalah yaitu pada diri saya,saya gak mau seperti itu lagi.Uang lembur saya pun melayang deh ya meskipun gak seberapa cuma 100 ribu kan lumayan buat tambah-tambah bayar hp maklum ini hp kredit hehe biasa orang susah pengen bergaya. Tapi ngomong-ngomong soal bayar hp optimis s...

MAKAM OPU DAENG MANAMBON MEMPAWAH KALIMANTAN BARAT Part II

Shalat Dzuhur Di Makam Opu Daeng Manambon  Lagi,ini yang kedua kalinya saya mengunjungi sebuah Cagar Budaya yang ada di Kabupaten Mempawah ini yaitu Makam Opu Daeng Manambon.Setelah kunjungan terakhir saya kala itu pada dua tahun yang lalu.Iya merasa bangga sih akhirnya bisa datang lagi kesini sendiri seperti biasa tanpa di temani seorang teman atau pun sodara sekali pun.Karena kalau boleh jujur saya merasa nyaman kalau jalan sendiri terlebih bukan berarti saya tidak suka jalan bareng teman atau yang lainnya.Ada saatnya diri ini ingin merasa sendiri merenungi kehidupan yang sudah saya lalui ini.Mungkin bagi sebagian orang sih terlihat tidak normal atau terkesan aneh,tapi bagi sebagian orang yang merasakan hal yang sama seperti saya akan tau semua jawabannya setelah menjalani dan merasakan  dengan sendirinya. Tanpa terasa waktu berjalan begitu cepat sekarang kita sudah sampai di bulan ke empat,yaitu April.Selamat datang di bulan April semoga di bulan ini kita selalu senant...

Bukit Daolong Via Gunung Ciung

Tektok Lagi• Saat itu pagi hari saya dengan yakin sepenuh hati untuk melangkah lagi. Dengan penuh rasa bahagia yang menemani setiap langkah demi langkah dan membawa saya kembali ke sebuah tempat di mana saya bisa mengutarakan berbagai imajinasi, mengeluarkan dan menghempaskan sesuatu yang memang janggal dan mengganjal di dalam diri serta pencarian jati diri.  Selamat datang kembali di Sentul City tepatnya di Gunung Ciung, bukan hanya Gunung Ciung melainkan saya akan menuju sebuah bukit yang indah di kawasan Sentul City. Dan saya akan melewati beberapa bukit atau puncak untuk sampai di bukit yang indah tersebut. Serta beberapa spot baru yang bisa di gunakan sekaligus dalam satu pendakian yang tentunya sudah bekerja sama dengan pihak pengelola Gunung Ciung. Dan masih banyak lagi tentunya kalau mau di bahas satu per satu, langsung saja ikutin perjalanan saya kali ini di Bukit Daolong Sentul City.  Basecamp Gunung Ciung Tepat pukul 07.30 WIB saya sampai di Basecamp Gunung Ciung, i...

SELAMAT TAHUN BARU ISLAM 1447 HIJRIAH

Tak terasa, kita kembali dipertemukan dengan bulan Muharram—bulan pertama dalam kalender Hijriah. Di tengah hiruk pikuk dunia yang terus bergerak, 1 Muharram hadir sebagai pengingat yang lembut: bahwa waktu terus berjalan, dan kita diajak untuk berjalan bersamanya—dengan hati yang lebih bersih, langkah yang lebih bijak, dan jiwa yang lebih kuat. Tahun Baru Islam bukan hanya tentang pergantian waktu. Ia adalah momen hijrah; momen untuk berpindah dari gelap menuju terang, dari lalai menuju sadar, dari hanya sekadar hidup menjadi lebih bermakna. "Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum sampai mereka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri." (QS. Ar-Ra’d: 11) Ayat ini menjadi pengingat, bahwa hijrah bukan hanya tentang berpindah tempat, tetapi tentang perubahan dari dalam diri. Kita punya kuasa untuk memperbaiki, memperbaharui, dan menata ulang hidup dengan seizin-Nya. Dalam sunyi malam 1 Muharram, mungkin banyak dari kita yang memilih diam. Bu...

CISADON BADEUR LAKE PESONA TENANG DI BALIK PERBUKITAN SENTUL CITY

"Di antara birunya langit dan gemericik air, aku menemukan damai" Hallo, apa kabar ? Semoga kamu baik-baik saja. Lama rasanya saya tidak pernah berjumpa dengan salah satu teman yang tidak pernah meninggalkan saya di kala susah atau pun senang. Kamu selalu ada dan akan selalu ada sampai maut memisahkan kita. Dua bulan sepertinya sudah cukup ya untuk merefleksikan diri berhenti sejenak, beristirahat merenung sesaat. Karena menurut saya itu sangatlah penting. Dan sekarang saya sudah punya banyak cerita ingin sekali rasanya saya ceritakan dan simpan di sini. Cukup saya dan kamu saja tidak ada seorangpun yang tau hanya kita berdua saja. Untuk kehidupan sejatinya masih sama, saya masih dalam proses belajar dan berjuang untuk hidup yang lebih baik. Masih rutin ke Rumah Sakit sesuai dengan jadwal yang sudah di tentukan, Hari-hari di rumah disiplin minum obat nonton atau maraton series, dengerin musik kesukaan. Iya seperti itu tidak ada yang istimewa memang dalam hidup saya. Tapi sese...