Langsung ke konten utama

MENJAUHI SEGALA LARANGANNYA DAN MELUPAKAN KEBIASAAN BURUK YANG PERNAH DILAKUKAN

Lagi-lagi dan lagi entah apa yang ada di dalam benak pikiran saya ini,saya sendiri pun merasa bingung dengan semua ini kejadian itu begitu terulang kembali.

Oh iya sesuai judul di atas kalie ini saya akan bercerita mengenai kebiasaan buruk yang harus di jauhi atau bahkan bila perlu di lupakan,di sini saya bukan memberikan tips atau tata cara menghentikan kebiasaan buruk apapun itu bukan ya.Karena saya sendiri bukan lah seorang ahli dalam membuat sebuah tips apapun itu oke.Jadi di sini saya cuma mau kasih sedikit pengalaman saya menganai kebiasaan-kebiasaan buruk yang pernah saya lakukan.Oke apa saja kah itu kebiasaan-kebiasaan buruk yang pernah saya lakukan...
•Dari yang paling simpel dulu yaitu mengenai waktu dan disiplin,gak tau kenapa akhir-akhir ini saya gagal terus bangun pagi,ini bukan bangun pagi biasa ya kebanyakan orang ya sebut aja 06.00,tapi ini bukan ini bener-bener pagi banget yaitu sekitar pukul 04.00 nah lo pagi bangetttt kan,mau kemana gitu.Bukan masalah mau kemana nya sih ya,melainkan ada alasan tertentu yang mengahruskan bangun jam segitu,karena saya sendiri adalah seorang muslim dan harus melaksanakan kewajiban nya yaitu shalat subuh.
•Menonton/mendownload video yang bisa di bilang katanya bisa merusak otak.Entah memang benar seperti itu tapi menurut artikel-artikel yang saya baca katanya keseringan melihat video tak senonon emang gak baik buat otak.Apa lagi kalau setiap hari kita menyaksikan atau menonton video tersebut bisa patal akibatnya itu menurut artikel yang saya baca.
•Yang terakhir adalah gak mungkin saya sebutkan secara gmblang di blog saya ini, tapi saya yakin semua orang terutama anak laki-laki pasti pernah mengalami hal terusebut,dan termasuk saya sendiri.Untuk bisa melupakan kebiasaan buruk tersebut mungkin butuh waktu dan tekad benar-benar niat dalam hati,karena kita gak bisa hanya dari mulut saja itu gak bisa merubah apapun itu karena suatu tindakan atau perubahan dalam hidup itu berawal dari kata hati kita sendiri.

Mungkin cuma tiga point yang saya tuliskan di blog saya ini,sebenernya kalau di ceritain semua banyaaakkkkkk bangettttt dan pastinya tulisannya bakalan panjang,maka dari itu saya cuma menuliskan point-ponint terpenhing nya saja.Dan semoga bisa bermanfaat buat kalian semua yang baca potingan ini.Mohon maaf bila ada kesalahan dalam penulisan,karena kesalahan itu adalah suatu kewajaran biar kita bisa menjadi yang lebih baik lagi dan belajar dari kesalahan tersebut.

Maka dari itu marilah kita harus belajar-belajar dan belajar terus untuk menjadi yang lebih baik lagi kedepan nya dan semoga bisa melupakan kebiasaan buruk yang selalu saya lakukan pada waktu itu.
Perlahan tapi pasti karena semuanya itu butuh proses gak bisa dalam sekejap atau instant begitu aja.Dan semoga saya bisa menjalan kan semuanya dengan baik dan selalu belajar pastinya untuk menjadi yang terbaik lagi buat kedepa nya amin...

Komentar

Postingan populer dari blog ini

PASIR LIMO 1075 MDPL SUNYI DAN KABUT SERTA KEINDAHAN YANG TERSEMBUNYI

"Sendiri di antara kabut dan bukit ketika alam memanggil untuk diam sejenak.” Beberapa hari setelah kunjungan saya ke Cisadon Badeur Lake , saya memutuskan untuk kembali ke kawasan yang sama yaitu ke Cisadon Badeur Lake melalui rute Megamendung Cipendawa ke Pondok Pemburu tetapi kali ini setelah dari Cisadon saya memutuskan untuk menuju Pasir Limo , yang berada di ketinggian ±1.075 mdpl. Karena saya sangat penasaran sekali akan tempat ini sehingga saya memutuskan untuk kesana sebelum akhirnya pulang.  Perjalanan masih familiar: melewati kebun kopi milik warga, tanjakan dan turunan perbukitan yang membuat napas kadang tertahan. Namun semuanya terasa ringan ketika alam menyambut dengan keheningan. Sesampainya di Pasir Limo, suasananya berbeda dengan pengalaman sebelumnya. Tidak ramai. Bahkan, saya sendirian. Hari itu saya sengaja datang di hari kerja agar bisa benar-benar menikmati ketenangan. Kabut tipis melingkupi bukit-bukit di sekeliling, menciptakan suasana seperti dunia yang...

DUA TAHUN DI RUMAH

Catatan Sunyi Tentang Kehilangan, Kesabaran, dan Menemukan Diri Lagi.  “Dua tahun lalu, aku tidak membayangkan hidupku akan berhenti secepat itu. Tapi kini aku mengerti—kadang hidup memang harus berhenti agar kita bisa memahami arah selanjutnya.” Tanggal 23 November nanti menandai tepat dua tahun aku berada di rumah. Dua tahun sejak aku mengambil keputusan besar atau mungkin lebih tepat disebut keharusan besar yang mengubah seluruh ritme hidupku. Keputusan yang bagi sebagian orang mungkin tampak biasa saja. Tapi untukku, itu adalah langkah yang mengguncang hidup, langkah yang penuh ketidakpastian, dan sampai sekarang masih menyisakan getaran di dalam dada. Dua tahun. Angka yang terdengar sederhana, tapi ternyata bisa menyimpan begitu banyak cerita. Sebelum Semua Berubah.  Jika aku memutar ulang hidupku sebelum dua tahun lalu, sebenarnya tidak ada yang benar-benar “istimewa”. Aku bangun pagi, bersiap, pergi bekerja, menghabiskan hari dengan tugas-tugas yang sudah kuhafal di lua...

Tektok Gunung Ciung Sentul City Bogor Jawa Barat

Melangkah Lagi• Pagi ini tepatnya hari sabtu tanggal 5 April 2025 pada pukul 05.10 WIB saya dengan yakin dan bismillah mulai melakukan kembali kegiatan yang memang sangat saya sukai sebenarnya. Kenapa? Karena kegiatan ini memang-memang sangat menyenangkan dan tentunya menyehatkan ya di samping itu kita dapat bonus juga bisa melihat pemandangan yang sangat indah yang sangat memanjakan mata tentunya. Dan yang pasti sambil berjalan di alam sambil berjemur pula, karena sinar mentari di kala pagi itu masih bagus untuk badan kita.  Begitu banyak manfaat yang bisa di dapatkan dari mendaki atau sekedar berjalan di alam ini. Selain membuat hati senang insyaallah juga bisa tenang dan damai tentunya. Karena tujuan berjalan di perbukitan atau alam terbuka itu tidak lain tidak bukan untuk mencari ketenangan. Tetapi realita berkata lain bukannya ketenangan yang saya dapatkan melainkan kebisingan rasa ramai dan tidak seperti biasanya. Saya lupa ini masih masa-masa libur lebaran orang-orang pasti ...

HIDUP HANYA SEKALI BAGIAN 10

Setelah sempat terhenti beberapa saat, akhirnya saya kembali dan mau melanjutkan jurnal saya ini. Ya senang sih rasanya kamu menjadi tempat kedua setelah tempat pertama untuk menumpahkan semuanya yaitu sama yang maha kuasa yaitu Allah SWT. Selain saya bercerita disini ya yang masih menjadi tempat favorit saya untuk bercerita ya sama Allah tentunya. Senang saja gitu tidak perlu takut saya itu tidak sendiri, selalu ada Allah yang selalu mendengar kapanpun dan dimanapun kita mau bercerita.🕊 Nah kembali lagi ke jurnal saya itu tentang Hidup Hanya Sekali, kali ini saya mau melanjutkan jurnal tersebut, dan sebelum melanjutkan mari kita melihat ulang merefleksikan kembali atau melihat ringkasan singkat mengenai jurnal saya yang sudah saya tuliskan di blog saya ini. 💻 Berikut ini ringkasan ulang dari tulisan jurnal saya sejauh ini, ada beberapa bagian sih. Mari kita membacanya kembali secara perlahan—seperti menyusuri kembali jejak langkah yang sudah kita tempuh sejauh ini🌙 Awal yang Berat....

SELAMAT TAHUN BARU ISLAM 1447 HIJRIAH

Tak terasa, kita kembali dipertemukan dengan bulan Muharram—bulan pertama dalam kalender Hijriah. Di tengah hiruk pikuk dunia yang terus bergerak, 1 Muharram hadir sebagai pengingat yang lembut: bahwa waktu terus berjalan, dan kita diajak untuk berjalan bersamanya—dengan hati yang lebih bersih, langkah yang lebih bijak, dan jiwa yang lebih kuat. Tahun Baru Islam bukan hanya tentang pergantian waktu. Ia adalah momen hijrah; momen untuk berpindah dari gelap menuju terang, dari lalai menuju sadar, dari hanya sekadar hidup menjadi lebih bermakna. "Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum sampai mereka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri." (QS. Ar-Ra’d: 11) Ayat ini menjadi pengingat, bahwa hijrah bukan hanya tentang berpindah tempat, tetapi tentang perubahan dari dalam diri. Kita punya kuasa untuk memperbaiki, memperbaharui, dan menata ulang hidup dengan seizin-Nya. Dalam sunyi malam 1 Muharram, mungkin banyak dari kita yang memilih diam. Bu...