Langsung ke konten utama

THE REAL OLD STORY

Di sore hari yang hujan ini gue mulai membuka blog lagi dan siap untuk menceritakan kembali kejadian-kejadian atau peristiwa dalam hidup gue.Berawal dari pagi jam 02:00 gila kan jam segitu itu jam nya lagi nyenyak-nyenyaknya tidur.Tapi gue masih melek gitu aja demi uang 100 ribu😅😅tapi tidak apa namanya perjuangan.Bukan sih waktu pagi itu gue lembur ada kerjaan iya kan,ya jadi kaya begitu lah.
Pagi pun menyapa,dan gue bangun seperti biasa jam 07:00 dan seperti biasa gue melakukan kegiatan-kegiatan di pagi hari iya kan,seperti sikat gigi,cuci muka,buang air kecil,sam minum pastinya.Lanjut masuk lah gue ke gudang iya kan masih ada kerjaan menanti gue gitu,dan sampe selesai sekitar jam 11 siang.Tidak lupa gue langsung makan siang,makan siang selesai gue langsung main hp biasanya buat chatingan sama si dia biasa.Dan gue itu gak pernah absen yang namanya chatingan sama pacar gue,karena komunikasi itu sangat penting dan bahkan emang harus.
Tiba juga di pukul 13:00 gue masuk kamar dede alvi,niatnya sih bukan mau tidur cuma karena gara-gara semalem jadi ya kaya begitu KETIDURAN jadinya ke enakan sumpah loh gue itu bukan termasuk orang yang biasa tidur di siang hari,gue paling susah tidur di siang hari.Mungkin ya itu penyebabnya karena begadang ya kan jadi otak gue perlu istirahat,tak tersa pukul 15:00 gue terbangun gila sumpah ini tidur terenak gue selama di sini di siang hari loh ya bukan di malam hari,gak tau kenapa heran gue juga.
Lanjut ke dapur lah gue cari-cari makanan iya kan laper juga,tadi makan jam 11 san soalnya.Sambil bikin air minum seperti biasa (susu),di temani satu buah jeruk dan sepotong pepaya biar lebih fresh dan segar.Nongkrong depan tv gak tau bingung mau nonton apa,tapi biasa gue jam segini suka nonton tv trans7,cuma berhubung lagi gangguan tuh trans7 nya gak jadi nonton males,selalin tv itu acaranya lebay-lebay kecuali berita ya,berita gak ada yang lebay kecuali berita selebritis itu baru udah jelas lebay dan bahkan di ada-adain ujung-ujungnya HOAX.
Gak lama kemudian terdengar suara bel, kirain gue siapa ternyata baju loreng biasa TNI mau lihat-lihat burung,dan mereka masuk lah,gue pun kembali ke kamarnya dede Alvi.Nah di sini lah mulai ada percikan api atau apa ya,ada sedikit perdebatan antara mamahnya dede Alvi yaitu adik gue sama anak-anak kecil sebut saja Haris dan Nisa sumpah itu anak nakalnya kebangetan dan kelewatan.
Jadi ceritanya gini mereka tuh kan mau les tuh,tapi dede Alvi harus ikut nah di situlah mulai perdebatan,gimana gak debat coba dede Alvi kan belum sehat bener iya kan tapi mereka tuh gak ngerti keras kepala masa harua di turutin terus gila Dede Alvi itu bukan boneka yang bisa di mainin kesana kemari,gue juga sempet kesel sih waktu itu.Gimana gak kesel itu orang tuanya bukan ngebujuk malah tunduk sama anak-anak nakal gak bisa gitu kalie,mereka yang harusnya tunduk sama orang tua ini mah malah kebalik.Kecil aja udah begitu apa lagi udah gedenya ampun dah udah kebayang deh gue.Parah pokonya mah kalau ngadepin bocah dua itu gak bakalan ada habisnya.
Sedihnya lagi sama mamah gue,dia kan mau ikut ehkk malah di larang gak boleh ikut,maksud mamah gue kan takut dede Alvi nya nagis atau berantem ama tu bocah itu aja,tapi malah di larang sama Ibu nya tu bocah-bocah,hahh parah pokoknya mah.
Satu hari full penuh warna pokonya hari ini sumpah,tiap harinya itu selalu ada aja persoalan,perdebatan,emosi,semenjak di sini.Sumpah gak tau sampai kapan kaya gini terus gue aja rasanya udah pengen teriak-teriak lama-lama gue bisa gila di sini,ya tapi karena tuntutan pekerjaan ya mau gimana lagi,so gue jalanin aja iya kan.
Cukup sudah peristiwa di hari ini,penuh cerita setiap harinya canda,tawa,perdebatan,emosi semuanya ada mewarnai hari-hari gue.Sampai ketemu di cerita gue selanjutnya ya buat kalian yang berkunjung ke blog gue selamat membaca,gue cuma ingin mempublikasikan kegiatan-kegiatan gue keseharian gue,biar gue bisa baca di kemudian hari itu aja sih.
TERIMAKASIH


Komentar

Postingan populer dari blog ini

PASIR LIMO 1075 MDPL SUNYI DAN KABUT SERTA KEINDAHAN YANG TERSEMBUNYI

"Sendiri di antara kabut dan bukit ketika alam memanggil untuk diam sejenak.” Beberapa hari setelah kunjungan saya ke Cisadon Badeur Lake , saya memutuskan untuk kembali ke kawasan yang sama yaitu ke Cisadon Badeur Lake melalui rute Megamendung Cipendawa ke Pondok Pemburu tetapi kali ini setelah dari Cisadon saya memutuskan untuk menuju Pasir Limo , yang berada di ketinggian ±1.075 mdpl. Karena saya sangat penasaran sekali akan tempat ini sehingga saya memutuskan untuk kesana sebelum akhirnya pulang.  Perjalanan masih familiar: melewati kebun kopi milik warga, tanjakan dan turunan perbukitan yang membuat napas kadang tertahan. Namun semuanya terasa ringan ketika alam menyambut dengan keheningan. Sesampainya di Pasir Limo, suasananya berbeda dengan pengalaman sebelumnya. Tidak ramai. Bahkan, saya sendirian. Hari itu saya sengaja datang di hari kerja agar bisa benar-benar menikmati ketenangan. Kabut tipis melingkupi bukit-bukit di sekeliling, menciptakan suasana seperti dunia yang...

DUA TAHUN DI RUMAH

Catatan Sunyi Tentang Kehilangan, Kesabaran, dan Menemukan Diri Lagi.  “Dua tahun lalu, aku tidak membayangkan hidupku akan berhenti secepat itu. Tapi kini aku mengerti—kadang hidup memang harus berhenti agar kita bisa memahami arah selanjutnya.” Tanggal 23 November nanti menandai tepat dua tahun aku berada di rumah. Dua tahun sejak aku mengambil keputusan besar atau mungkin lebih tepat disebut keharusan besar yang mengubah seluruh ritme hidupku. Keputusan yang bagi sebagian orang mungkin tampak biasa saja. Tapi untukku, itu adalah langkah yang mengguncang hidup, langkah yang penuh ketidakpastian, dan sampai sekarang masih menyisakan getaran di dalam dada. Dua tahun. Angka yang terdengar sederhana, tapi ternyata bisa menyimpan begitu banyak cerita. Sebelum Semua Berubah.  Jika aku memutar ulang hidupku sebelum dua tahun lalu, sebenarnya tidak ada yang benar-benar “istimewa”. Aku bangun pagi, bersiap, pergi bekerja, menghabiskan hari dengan tugas-tugas yang sudah kuhafal di lua...

Tektok Gunung Ciung Sentul City Bogor Jawa Barat

Melangkah Lagi• Pagi ini tepatnya hari sabtu tanggal 5 April 2025 pada pukul 05.10 WIB saya dengan yakin dan bismillah mulai melakukan kembali kegiatan yang memang sangat saya sukai sebenarnya. Kenapa? Karena kegiatan ini memang-memang sangat menyenangkan dan tentunya menyehatkan ya di samping itu kita dapat bonus juga bisa melihat pemandangan yang sangat indah yang sangat memanjakan mata tentunya. Dan yang pasti sambil berjalan di alam sambil berjemur pula, karena sinar mentari di kala pagi itu masih bagus untuk badan kita.  Begitu banyak manfaat yang bisa di dapatkan dari mendaki atau sekedar berjalan di alam ini. Selain membuat hati senang insyaallah juga bisa tenang dan damai tentunya. Karena tujuan berjalan di perbukitan atau alam terbuka itu tidak lain tidak bukan untuk mencari ketenangan. Tetapi realita berkata lain bukannya ketenangan yang saya dapatkan melainkan kebisingan rasa ramai dan tidak seperti biasanya. Saya lupa ini masih masa-masa libur lebaran orang-orang pasti ...

HIDUP HANYA SEKALI BAGIAN 10

Setelah sempat terhenti beberapa saat, akhirnya saya kembali dan mau melanjutkan jurnal saya ini. Ya senang sih rasanya kamu menjadi tempat kedua setelah tempat pertama untuk menumpahkan semuanya yaitu sama yang maha kuasa yaitu Allah SWT. Selain saya bercerita disini ya yang masih menjadi tempat favorit saya untuk bercerita ya sama Allah tentunya. Senang saja gitu tidak perlu takut saya itu tidak sendiri, selalu ada Allah yang selalu mendengar kapanpun dan dimanapun kita mau bercerita.🕊 Nah kembali lagi ke jurnal saya itu tentang Hidup Hanya Sekali, kali ini saya mau melanjutkan jurnal tersebut, dan sebelum melanjutkan mari kita melihat ulang merefleksikan kembali atau melihat ringkasan singkat mengenai jurnal saya yang sudah saya tuliskan di blog saya ini. 💻 Berikut ini ringkasan ulang dari tulisan jurnal saya sejauh ini, ada beberapa bagian sih. Mari kita membacanya kembali secara perlahan—seperti menyusuri kembali jejak langkah yang sudah kita tempuh sejauh ini🌙 Awal yang Berat....

SELAMAT TAHUN BARU ISLAM 1447 HIJRIAH

Tak terasa, kita kembali dipertemukan dengan bulan Muharram—bulan pertama dalam kalender Hijriah. Di tengah hiruk pikuk dunia yang terus bergerak, 1 Muharram hadir sebagai pengingat yang lembut: bahwa waktu terus berjalan, dan kita diajak untuk berjalan bersamanya—dengan hati yang lebih bersih, langkah yang lebih bijak, dan jiwa yang lebih kuat. Tahun Baru Islam bukan hanya tentang pergantian waktu. Ia adalah momen hijrah; momen untuk berpindah dari gelap menuju terang, dari lalai menuju sadar, dari hanya sekadar hidup menjadi lebih bermakna. "Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum sampai mereka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri." (QS. Ar-Ra’d: 11) Ayat ini menjadi pengingat, bahwa hijrah bukan hanya tentang berpindah tempat, tetapi tentang perubahan dari dalam diri. Kita punya kuasa untuk memperbaiki, memperbaharui, dan menata ulang hidup dengan seizin-Nya. Dalam sunyi malam 1 Muharram, mungkin banyak dari kita yang memilih diam. Bu...