Langsung ke konten utama

Bersepada Menjadi Penutup Tahun 2021


Tanpa terasa kita sudah berada di penghujung akhir tahun 2021 iya tahun yang memang begitu sulit dan berat ini akan segera berakhir.Dan berharap di tahun yang akan datang yaitu 2022 kita mendapatkan hal-hal yang baik tentunya untuk hidup kita.Tidak harus selalu berekspetasi tinggi berharap di mudahkan saja dalam segala urusan yang menyangkut hidup kita yang mungkin memang belum bisa terselesaikan di tahun ini.Berharap sih tahun 2022 semua permasalahan semua urusan bisa selesai dan saya hanya ingin menjalani hidup dengan tenang dan damai.Dan ingin lebih mendekatkan diri lagi sama yang maha kuasa dan ingin memperbaiki semuanya dalam hal ibadah, karena jujur saya masih termasuk orang yang lalai dalam hal beribadah ibarat kata anak zaman sekarang itu masih banyak yang ke skip,gak banyak intinya sih itu ya...

Dua bulan memang teras begitu cepat mengingat postingan terakhir saya itu di bulan Oktober lalu dan dalam dua bulan ini saya off lagi entah tak tahu saya sendiri pun bingung dengan semua ini.Di tambah permasalahan hidup yang hingga kini belum terselesaikan, serta status saya disini yang hingga sekarang juga belum jelas masih tanda tanya.Hingga akhirnya saya memutuskan untuk mengakhiri atau menyudahi semuanya.
Karena bukan tanpa alasan saya mengambil keputusan ini saya sudah memikirkannya dari beberapa bulan yang lalu hingga akhirnya saya memutuskan untuk mengakhiri di bulan ini di penutup tahun 2021 dan ini keputusan yang memang benar-benar real tulus dari dalam hati saya.Tanpa desekan dari siapapun itu karena sejatinya jalan hidup seseorang itu ya ada di tangan si orang tersebut intinya kita yang punya kendali bukan orang lain.Jadi diri kita yang menentukan mau kemana arah hidup kita, memang kita tidak bisa menutup telinga begitu saja pasti kita akan menerima masukan demi masukan atau nasihat yang datang kepada kita.Iya semua itu saya terima tetapi balik lagi ke diri kita sendiri kan kita yang menentukan bukan orang lain.


Sebagai penutup tahun kali ini saya akan bersepeda di sekitaran Sungai Pinyuh dengan melewati beberapa Desa serta Dusun seru sih dengan kontur jalan ya masih sama seperti dulu ada beberapa titik yang masih rusak tapi ada sebagian jalan yang memang sudah nyaman untuk di lalui.Seperti di jalan Karya Hasil yang tembus ke Desa Sungai Rasau itu sekitar 70% sudah di aspal.Karena mengingat tiga tahun yang lalu jalanan disitu rusak parah banyak kubangan-kubangan yang begitu dalam dan sekarang alhamdulillah sudah di perbaiki.
Tidak ada yang menarik sih tapi asli sih menyenangkan sekali kemarin itu karena sudah lama juga saya tidak bersepeda.Dan next saya akan kembali bersepeda ke hulu sungai Bakau ini ya yaitu Bakau Darat penasaran juga dengan jalanan tersebut.Mengenai waktunya saya akan menyesuaikan dulu dengan kegiatan saya di rumah ini biar tidak mengganggu juga dan saya pun bisa bersepeda dengan tenang dan senang tentunya dan satu lagi damai sih intinya, itu dia.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

GUA MARIA PEMANDIAN ALAM ANJUNGAN KABUPATEN MEMPAWAH KALIMANTAN BARAT

Mencoba sesuatu hal yang baru itu memang menyenangkan,seru pastinya dan harus di coba biar kita tau rasanya itu seperti apa,dan ini menjadi penutup perjalanan gue di Bulan April ini.Seperti halnya yang baru gue coba sekitar tiga hari yang lalu sesuai dengan janji gue di cerita yang sebelumnya  Kolam Renang Tirta Indah Mempawah  tentang berenang di tempat yang beda bener-bener beda dari biasaya,dengan air alami langsung dari sumber mata air dari atas bukit. Di manakah itu penasaran bukan,yang pasti kalian gak penasaran lagi karena udah ada judul di atas tertulis begitu jelas haha,iya dimana lagi kalau bukan di Gua Maria Anjungan .Kalie Ini KUDUJALAN.COM akan mengajak kalian semua menyambangi atau melihat atau mengexplore Gua Maria yang begitu bersejarah di Kalimantan Barat ini.Lokasinya pun tidak begitu jauh dari jalan raya Anjongan-Mandor,dan akses menuju Guanya pun sangat-sangatt mudah banget pokoknya rekomend buat kalian yang belum pernah kesini.Oke langsung aja y...

Bukit Daolong Via Gunung Ciung

Tektok Lagi• Saat itu pagi hari saya dengan yakin sepenuh hati untuk melangkah lagi. Dengan penuh rasa bahagia yang menemani setiap langkah demi langkah dan membawa saya kembali ke sebuah tempat di mana saya bisa mengutarakan berbagai imajinasi, mengeluarkan dan menghempaskan sesuatu yang memang janggal dan mengganjal di dalam diri serta pencarian jati diri.  Selamat datang kembali di Sentul City tepatnya di Gunung Ciung, bukan hanya Gunung Ciung melainkan saya akan menuju sebuah bukit yang indah di kawasan Sentul City. Dan saya akan melewati beberapa bukit atau puncak untuk sampai di bukit yang indah tersebut. Serta beberapa spot baru yang bisa di gunakan sekaligus dalam satu pendakian yang tentunya sudah bekerja sama dengan pihak pengelola Gunung Ciung. Dan masih banyak lagi tentunya kalau mau di bahas satu per satu, langsung saja ikutin perjalanan saya kali ini di Bukit Daolong Sentul City.  Basecamp Gunung Ciung Tepat pukul 07.30 WIB saya sampai di Basecamp Gunung Ciung, i...

HIDUP HANYA SEKALI BAGIAN 10

Setelah sempat terhenti beberapa saat, akhirnya saya kembali dan mau melanjutkan jurnal saya ini. Ya senang sih rasanya kamu menjadi tempat kedua setelah tempat pertama untuk menumpahkan semuanya yaitu sama yang maha kuasa yaitu Allah SWT. Selain saya bercerita disini ya yang masih menjadi tempat favorit saya untuk bercerita ya sama Allah tentunya. Senang saja gitu tidak perlu takut saya itu tidak sendiri, selalu ada Allah yang selalu mendengar kapanpun dan dimanapun kita mau bercerita.🕊 Nah kembali lagi ke jurnal saya itu tentang Hidup Hanya Sekali, kali ini saya mau melanjutkan jurnal tersebut, dan sebelum melanjutkan mari kita melihat ulang merefleksikan kembali atau melihat ringkasan singkat mengenai jurnal saya yang sudah saya tuliskan di blog saya ini. 💻 Berikut ini ringkasan ulang dari tulisan jurnal saya sejauh ini, ada beberapa bagian sih. Mari kita membacanya kembali secara perlahan—seperti menyusuri kembali jejak langkah yang sudah kita tempuh sejauh ini🌙 Awal yang Berat....

HIDUP HANYA SEKALI

• Jadi Jangan Sakit-Sakitan Terus Kita sering dengar kalimat "hidup hanya sekali" sebagai alasan buat jalan-jalan, makan enak, nongkrong sampai pagi, atau beli barang-barang yang bikin dompet nyesek. Tapi, pernah nggak sih kita mikir, kalau hidup cuma sekali, ya jangan disia-siain dengan gaya hidup yang bikin tubuh jadi langganan masuk angin atau langganan obat warung? Serius deh. Hidup cuma sekali, jadi kenapa kita nggak coba hidup dengan sehat tapi santai? 1. Tidur Cukup, Jangan Cuma Rebahan Tidur itu penting. Tapi jangan dikira rebahan sambil scroll TikTok 4 jam juga termasuk istirahat yang berkualitas. Beda, bestie! Tidur yang benar itu tidur cukup, sekitar 7–8 jam semalam, tanpa drama begadang nonton serial Korea sampai mata panda. Tubuh kita butuh waktu buat restart, bukan cuma ngelamun sambil rebahan. 2. Makan Enak Boleh, Tapi Jangan Lupa Sayur Kita semua suka makanan enak. Makan gorengan sambil ngeteh sore-sore? Surgawi. Tapi coba deh sesekali kasih tubuh kita asupan ...

HIDUP HANYA SEKALI BAGIAN 11dan 12

Ini adalah Bagian 11 dari tulisan jurnal saya tentang rasa, harapan, dan kepercayaan yang tetap saya genggam erat, meskipun dunia seringkali tidak pasti 💻 --- Bagian 11: Harapan yang Tidak Pernah Pergi.  Malam ini aku ingin menulis tentang rasa. Rasa yang tak selalu bisa dijelaskan, tapi selalu hadir. Rasa takut, cemas, dan khawatir yang seringkali datang tanpa permisi, membayangi seperti bayang-bayang yang terus mengikuti. Tapi di balik semua itu, ada satu rasa yang tak pernah benar-benar hilang—percaya. Aku percaya, selama aku masih berusaha—meskipun kecil, meskipun pelan, bahkan meskipun harus tertatih—harapan itu akan tetap ada. Ia mungkin tidak bersinar terang, tapi cukup hangat untuk terus menyalakan langkahku. Cukup untuk membuatku terus bangun setiap pagi dan berkata, “Ayo, hari ini kita coba lagi.” Aku percaya bahwa hari indah itu bukan dongeng. Hari itu nyata, hanya saja belum sampai ke waktunya. Mungkin sekarang jalanku memang masih panjang dan penuh belokan, tapi aku t...