Langsung ke konten utama

MENGELILINGI JANTUNG KOTA BOGOR DENGAN BERLARI




BOGOR BERLARI

Begitu istimewa memang dengan Kota yang satu ini,selalin mendapat julukan sebagai Kota Hujan kini Bogor mendapat julukan baru yaitu sebagai Kota para Pelari atau biasa di sebut Bogor Berlari.Selain kedua jukukan tersebut ada lagi yaitu Kota sejuta angkot,kota seribu curug dan Kota Talas mungkin karena kalau ngomongin talas pasti kota yang pertama terlintas adalah ya Kota Bogor.
Kota Bogor terletak di Selatan DKI Jakarta yaitu Ibu Kota Negara Republik Indonesia dan menjadi bagian kota penyangga Ibu Kota seperti kota-kota lainnya yaitu Bekasi,Depok,dan Tanggerang.Ga heran mobilitas masyarakat di Kota Bogor itu sama halnya dengan yang ada di DKI Jakarta terlebih fasilitas yang sudah di sediakan oleh Pemerintah setempat.Dengan di sediakannya Jogging Track area dengan mengelilingi Kebun Raya Bogor,mungkin karena peminat lari di Kota Bogor sangat tinggi jadi tidak heran Pemerintah Kota Bogor menyediakan fasilitas tersebut spesial untuk warga Bogor dan sekitarnya.Terbukti dari banyaknya masyarakat Kota Bogor yang masih antusias ingin berolahraga di saat weekend dengan melakukan lari,atau sekedar jalan santai sembari menikmati sejuknya Kota Bogor.Meskipun di masa pandemi Covid seperti sekarang ini itu tidak menurunkan niat warga Bogor untuk selalu gerak dan berolahraga dan tentunya selalu menerapkan protokol kesehatan seperti memakai masker dan jaga jarak pastinya.

"For your information ni guys jadi Jogging track atau jalur pejalan kaki atau bisa di bilang trotoar Kebun Raya Bogor (KRB) ini memiliki lingkar panjang sepanjang 4,2 KM.Kalau kalian berhasil mengelilingi selama dua putaran itu berarti kalian sudah  berlari sejauh 8 hingga 10 KM.Kalau kalian hanya bisa melakukannya sekali putaran saja tidak apa-apa, karena dengan demikian sebenarnya kalian sudah berhasil mencetak prestasi pribadi dalam hidup kalian, yakni berhasil mengelilingi jantung Kota Bogor dengan berlari.Selain itu keistimewaan yang dimiliki oleh trotoar Kebun Raya Bogor ini adalah terdapatnya beberapa titik Wifi.Dan untuk keamanan sudah terdapat pula petugas yang berjaga seperti Pol PP,Dishub,dan Polantas di setiap titiknya.Dan satu lagi yang paling terpenting adalah dari segi kebersihan,juga sudah terdapat para pasukan kuningers karena mereka segaramnya warna kuning ia para penyapu jalanan yang selalu menjaga kebersihan area trotar Jantung Kota Bogor ini.Jadi tidak usah diragukan lagi ya soal kebersihannya selalu terjaga dan biar sedap dipandang mata,demikianlah informasi singkatnya."

Begitu pun dengan saya yang penasaran ingin mencoba mengelilingi Kebun Raya Bogor,terlebih saya sendiri sangat suka dengan kegiatan tersebut yaitu lari.Rasa penasaran ini dari 2019 yang lalu sewaktu saya masih tinggal di Pontianak Kalimantan Barat.Kebetulan disana juga saya sering berlari seminggu bisa satu sampai dua kali dan biasanya saya berlari di Gor Opu Daeng Manambon Mempawah atau orang biasa bilang Gor Mempawah.Iya itu salah satu spot olahraga yang ada di Kabupaten Mempawah yang dulunya namanya Kabupaten Pontianak berubah nama menjadi Kabupaten Mempawah.Nah dari situ saya berkeinginan suatu saat kalau pulang atau tinggal di Bogor lagi saya ingin mencoba mengelilingi Kebun Raya Bogor.Terlebih setelah mendapat ajakan dari seorang teman saya yaitu Resna namanya beliau selalu mebagikan aktivitas larinya dikala mengelilingi Kebun Raya Bogor.Semakin penasaran bukan,kapan lagi coba jujur saya sebagai orang Bogor memang belum pernah sama sekali pada saat itu.
Singkat cerita saya pulang dari Pontianak sekitar akhir bulan Oktober iya hampir satu Tahun tak terasa memang.Saya pulang ke rumah orang tua di kawasan Puncak Bogor.Setalah tahun baru pertengahan Januari 2020 saya tinggal di Sentul City untuk yang pertama kalinya hingga saat ini.Awal mulanya sih yah....apaan di Sentul ya kan ada apa gitu hanya sebuah Kota modern di pegunungan atau perbukitan,ya kebanyakan ya perumahan dan lain sebagainya.
Selang beberapa bulan kemudian akhirnya saya mulai tau ternyata di Sentul itu ada apa aja dan jujur saya termasuk orang yang suka dengan hal-hal baru pensaranlah intinya.Makanya saya kepoin dah tu Sentul City sampai akhirnya menemukan sebuah Jogging track di Sentul City itu berkat teman saya juga yaitu Adis namanya.Langsung saya coba dan ya menyenangkan juga ternyata jadi Jogging Track nya begitu sejuk dengan mengelilingi sebuah danau gitu namanya Telaga Kuring Sentul City.Dan saya tidak akan menjelaskan panjang lebar karena saya sudah posting sebelumnya mengenai Jogging track Sentul City ini.


Meskipun di Sentul City juga sudah terdapat fasilitas Jogging Track area.Tapi tetap saja rasa penasaran saya untuk mengelilingi Kebun Raya Bogor itu semakin tinggi.Dan alhamdulillah akhirnya kesampean juga yaitu untuk pertama kalinya di Bulan Agustus 2020 sekitar pertengahan waktu itu.Dan satu bulan kemudian saya mencoba kembali yaitu di Bulan September sama di pertengahan juga.Baru dua kali memang rasanya sangat beda sih seru menyenangkan dan ramai pastinya padahal di masa pandemi seperti ini loh,salut sih sama warga Bogor masih tetap bersemangat untuk tetap berolahraga dengan selalu menerapkan protokol kesehatan yang ada.
Dan jujur saya sebagai orang Bogor turut bangga karena bisa menikmati fasilitas yang sudah di sediakan oleh pemerintah Kota Bogor gitu.Untuk pertama kalinya wow padahal saya orang Bogor ya hahah memalukan sih memang.Meskipun saya sudah dua kali mencoba mengelilingi Kebun Raya Bogor tapi masih ada rasa ingin mencoba kembali lagi dan lagi pastinya.Next suatu saat pasti saya akan berlari lagi di Kota Bogor,pokoknya jangan lupa Bogor Berlari oke.
Terimakasih Kota Bogor.


Lokasi:Kebun Raya Bogor Kecamatan Bogor Tengah Kota Bogor Jawa Barat.


Follow me:
IG:@hi.gus__
FB:Gus

Komentar

Postingan populer dari blog ini

GUA MARIA PEMANDIAN ALAM ANJUNGAN KABUPATEN MEMPAWAH KALIMANTAN BARAT

Mencoba sesuatu hal yang baru itu memang menyenangkan,seru pastinya dan harus di coba biar kita tau rasanya itu seperti apa,dan ini menjadi penutup perjalanan gue di Bulan April ini.Seperti halnya yang baru gue coba sekitar tiga hari yang lalu sesuai dengan janji gue di cerita yang sebelumnya  Kolam Renang Tirta Indah Mempawah  tentang berenang di tempat yang beda bener-bener beda dari biasaya,dengan air alami langsung dari sumber mata air dari atas bukit. Di manakah itu penasaran bukan,yang pasti kalian gak penasaran lagi karena udah ada judul di atas tertulis begitu jelas haha,iya dimana lagi kalau bukan di Gua Maria Anjungan .Kalie Ini KUDUJALAN.COM akan mengajak kalian semua menyambangi atau melihat atau mengexplore Gua Maria yang begitu bersejarah di Kalimantan Barat ini.Lokasinya pun tidak begitu jauh dari jalan raya Anjongan-Mandor,dan akses menuju Guanya pun sangat-sangatt mudah banget pokoknya rekomend buat kalian yang belum pernah kesini.Oke langsung aja y...

Bukit Daolong Via Gunung Ciung

Tektok Lagi• Saat itu pagi hari saya dengan yakin sepenuh hati untuk melangkah lagi. Dengan penuh rasa bahagia yang menemani setiap langkah demi langkah dan membawa saya kembali ke sebuah tempat di mana saya bisa mengutarakan berbagai imajinasi, mengeluarkan dan menghempaskan sesuatu yang memang janggal dan mengganjal di dalam diri serta pencarian jati diri.  Selamat datang kembali di Sentul City tepatnya di Gunung Ciung, bukan hanya Gunung Ciung melainkan saya akan menuju sebuah bukit yang indah di kawasan Sentul City. Dan saya akan melewati beberapa bukit atau puncak untuk sampai di bukit yang indah tersebut. Serta beberapa spot baru yang bisa di gunakan sekaligus dalam satu pendakian yang tentunya sudah bekerja sama dengan pihak pengelola Gunung Ciung. Dan masih banyak lagi tentunya kalau mau di bahas satu per satu, langsung saja ikutin perjalanan saya kali ini di Bukit Daolong Sentul City.  Basecamp Gunung Ciung Tepat pukul 07.30 WIB saya sampai di Basecamp Gunung Ciung, i...

HIDUP HANYA SEKALI BAGIAN 10

Setelah sempat terhenti beberapa saat, akhirnya saya kembali dan mau melanjutkan jurnal saya ini. Ya senang sih rasanya kamu menjadi tempat kedua setelah tempat pertama untuk menumpahkan semuanya yaitu sama yang maha kuasa yaitu Allah SWT. Selain saya bercerita disini ya yang masih menjadi tempat favorit saya untuk bercerita ya sama Allah tentunya. Senang saja gitu tidak perlu takut saya itu tidak sendiri, selalu ada Allah yang selalu mendengar kapanpun dan dimanapun kita mau bercerita.🕊 Nah kembali lagi ke jurnal saya itu tentang Hidup Hanya Sekali, kali ini saya mau melanjutkan jurnal tersebut, dan sebelum melanjutkan mari kita melihat ulang merefleksikan kembali atau melihat ringkasan singkat mengenai jurnal saya yang sudah saya tuliskan di blog saya ini. 💻 Berikut ini ringkasan ulang dari tulisan jurnal saya sejauh ini, ada beberapa bagian sih. Mari kita membacanya kembali secara perlahan—seperti menyusuri kembali jejak langkah yang sudah kita tempuh sejauh ini🌙 Awal yang Berat....

HIDUP HANYA SEKALI

• Jadi Jangan Sakit-Sakitan Terus Kita sering dengar kalimat "hidup hanya sekali" sebagai alasan buat jalan-jalan, makan enak, nongkrong sampai pagi, atau beli barang-barang yang bikin dompet nyesek. Tapi, pernah nggak sih kita mikir, kalau hidup cuma sekali, ya jangan disia-siain dengan gaya hidup yang bikin tubuh jadi langganan masuk angin atau langganan obat warung? Serius deh. Hidup cuma sekali, jadi kenapa kita nggak coba hidup dengan sehat tapi santai? 1. Tidur Cukup, Jangan Cuma Rebahan Tidur itu penting. Tapi jangan dikira rebahan sambil scroll TikTok 4 jam juga termasuk istirahat yang berkualitas. Beda, bestie! Tidur yang benar itu tidur cukup, sekitar 7–8 jam semalam, tanpa drama begadang nonton serial Korea sampai mata panda. Tubuh kita butuh waktu buat restart, bukan cuma ngelamun sambil rebahan. 2. Makan Enak Boleh, Tapi Jangan Lupa Sayur Kita semua suka makanan enak. Makan gorengan sambil ngeteh sore-sore? Surgawi. Tapi coba deh sesekali kasih tubuh kita asupan ...

HIDUP HANYA SEKALI BAGIAN 11dan 12

Ini adalah Bagian 11 dari tulisan jurnal saya tentang rasa, harapan, dan kepercayaan yang tetap saya genggam erat, meskipun dunia seringkali tidak pasti 💻 --- Bagian 11: Harapan yang Tidak Pernah Pergi.  Malam ini aku ingin menulis tentang rasa. Rasa yang tak selalu bisa dijelaskan, tapi selalu hadir. Rasa takut, cemas, dan khawatir yang seringkali datang tanpa permisi, membayangi seperti bayang-bayang yang terus mengikuti. Tapi di balik semua itu, ada satu rasa yang tak pernah benar-benar hilang—percaya. Aku percaya, selama aku masih berusaha—meskipun kecil, meskipun pelan, bahkan meskipun harus tertatih—harapan itu akan tetap ada. Ia mungkin tidak bersinar terang, tapi cukup hangat untuk terus menyalakan langkahku. Cukup untuk membuatku terus bangun setiap pagi dan berkata, “Ayo, hari ini kita coba lagi.” Aku percaya bahwa hari indah itu bukan dongeng. Hari itu nyata, hanya saja belum sampai ke waktunya. Mungkin sekarang jalanku memang masih panjang dan penuh belokan, tapi aku t...