Langsung ke konten utama

THE GRAND SENTUL PRIMEROSE BOGOR JAWA BARAT

Hallo 14 Februari salam hangat dari saya pribadi.Kata orang tanggal 14 Febuari itu adalah tanggal yang sangat spesial bagi mereka yang merayakannya.Hari penuh kasih sayang,hari penuh cinta,hari dimana orang-orang memberikan coklat kesetiap pasangannya masing-masing.Tapi semua itu tidak berlaku bagi saya,begitu pun tahun-tahun sebelumnya.Tak terasa sudah dua tahun saya lewati 14 Febuari dengan keadaan sendiri.Cuma mungkin situasi dan kondisinya saja yang berbeda.Tahun lalu 14 Febuari saya di Kalimantan Barat tepatnya di sebuah Kabupaten Mempawah,Kecamatan Sungai Pinyuh,Desa Sungai Bakau Beaar Laut.Dan kini saya berada disebuah perumahan seorang diri yaitu beralamat di kampung Jampang,Desa Cadas Ngampar,Kecamatan Sukaraja,Kabupaten Bogor Jawa Barat.Dan nama perumahannya itu adalah The Grand Sentul Primerose.
Bukan kurang kerjaan atau apa ya saya menuliskan ini,itu karena sangat terasa hidup sendiri disebuah rumah bertype 36 memang sangat kecil rumahnya.Biar lebih jelasnya ini rumah kalau di gambarin ya dari depan garasi mobil sampingnya ada taman sedikit.lalu masuk kebagian dalam yaitu ruangan tamu,kamar tidur,kamar mandi,dapur,dan ada sedikit taman lagi dibelakangnya.Mungkin kalian bisa membayangkan apa yang saya sebutkan tadi.Ya seperti itulah adanya rumah yang saya tempatin ini. 
Oke kenapa saya bisa tinggal di perumahan ini,itu karena saya di tawarkan tinggal disini oleh atasan saya sendiri yaitu yang saat saya ini masih bekerja.Mungkin kalau saya punya motor,saya tidak mungkin bisa tinggal di perumahan ini.Saya bisa saja tinggal di rumah orang tua di Puncak Bogor,iya kan pulang pergi dari Puncak ke Sentul.Cuma ya dengan keadaan saya seperti ini ya mau di apakan juga.Intinya sekarang mah tinggal dijalanin aja nikmatin dan selalu bersyukur pastinya.
Satu buku dan satu pulpen ini menjadi teman baru saya saat ini.Gak peduli di bilang gila atau apapun itu saya tulas-tulis dibuku ini.Saya bisa saja menuliskannya disebuah handphone saya cuma terkendala data dan sebagainya.Dan saya pun punya sebuah blog yaitu kudujalan.com yang kini domainnya sudah kadarluasa dikarenakan domain saya itu berbayar setiap tahunnya.Saya bisa saja melanjutkan blog tersebut cuma ya karena saya masih belum fokus sama blog alias masih iseng-iseng aja.Mungkn nanti saya akan kembali ke Blog melanjutkan tulisan-tulisan saya lagi,yang sempat macet seperti sekarang ini.
Kenapa saya memilih media buku ini,karena untuk mengisi kekosongan  waktu saya saja dan pastinya sih kesepian ya sudah jelas.Sampai pada suatu hari saya pernah ngomong sendiri.Apa iya saya harus ngomong sama tembok,itu kan hal gila iya gak.Saya sendiri bingung saya harus curhat kesiapa lagi selain sama Tuhan sendiri yaitu Allah AWT.Baru terasa setelah 3 manggu lebih atauh hampir 1 bulan.Saya dirumah seorang diri seperti ini gak ada yg bisa diajak ngomong.Bosan sudah pasti gak ada hiburan apapun itu selain di handphone saya sendiri.Coba kalau ada TV mungkin bisa mengurangi rasa kesepian saya kali ya.Tapi ya seperti ini adanya jadi ya mau di apakan juga. 
Semoga dengan adanya buku ini saya bisa mengurangi rasa bosan dan kesepian saya saat kemarin-kemarin.Dan kedepannya saya akan terus menuliskan kisah-kisah atau peristiwa yang pernah saya alami selama disini gak hanya dirumah ini,di tempat kerja atau dimanapun itu disaat saya sedang melakukan aktivitas.Dan mungkin cukup sekian tulisan saya dengan alakadarnya,berantakan yang penting kebaca.
Dan terimaksih telah menemani saya malam saat ini,sampai ketemu dicerita saya selanjutnya,
Terimakasih

Komentar

Postingan populer dari blog ini

PASIR LIMO 1075 MDPL SUNYI DAN KABUT SERTA KEINDAHAN YANG TERSEMBUNYI

"Sendiri di antara kabut dan bukit ketika alam memanggil untuk diam sejenak.” Beberapa hari setelah kunjungan saya ke Cisadon Badeur Lake , saya memutuskan untuk kembali ke kawasan yang sama yaitu ke Cisadon Badeur Lake melalui rute Megamendung Cipendawa ke Pondok Pemburu tetapi kali ini setelah dari Cisadon saya memutuskan untuk menuju Pasir Limo , yang berada di ketinggian ±1.075 mdpl. Karena saya sangat penasaran sekali akan tempat ini sehingga saya memutuskan untuk kesana sebelum akhirnya pulang.  Perjalanan masih familiar: melewati kebun kopi milik warga, tanjakan dan turunan perbukitan yang membuat napas kadang tertahan. Namun semuanya terasa ringan ketika alam menyambut dengan keheningan. Sesampainya di Pasir Limo, suasananya berbeda dengan pengalaman sebelumnya. Tidak ramai. Bahkan, saya sendirian. Hari itu saya sengaja datang di hari kerja agar bisa benar-benar menikmati ketenangan. Kabut tipis melingkupi bukit-bukit di sekeliling, menciptakan suasana seperti dunia yang...

DUA TAHUN DI RUMAH

Catatan Sunyi Tentang Kehilangan, Kesabaran, dan Menemukan Diri Lagi.  “Dua tahun lalu, aku tidak membayangkan hidupku akan berhenti secepat itu. Tapi kini aku mengerti—kadang hidup memang harus berhenti agar kita bisa memahami arah selanjutnya.” Tanggal 23 November nanti menandai tepat dua tahun aku berada di rumah. Dua tahun sejak aku mengambil keputusan besar atau mungkin lebih tepat disebut keharusan besar yang mengubah seluruh ritme hidupku. Keputusan yang bagi sebagian orang mungkin tampak biasa saja. Tapi untukku, itu adalah langkah yang mengguncang hidup, langkah yang penuh ketidakpastian, dan sampai sekarang masih menyisakan getaran di dalam dada. Dua tahun. Angka yang terdengar sederhana, tapi ternyata bisa menyimpan begitu banyak cerita. Sebelum Semua Berubah.  Jika aku memutar ulang hidupku sebelum dua tahun lalu, sebenarnya tidak ada yang benar-benar “istimewa”. Aku bangun pagi, bersiap, pergi bekerja, menghabiskan hari dengan tugas-tugas yang sudah kuhafal di lua...

Tektok Gunung Ciung Sentul City Bogor Jawa Barat

Melangkah Lagi• Pagi ini tepatnya hari sabtu tanggal 5 April 2025 pada pukul 05.10 WIB saya dengan yakin dan bismillah mulai melakukan kembali kegiatan yang memang sangat saya sukai sebenarnya. Kenapa? Karena kegiatan ini memang-memang sangat menyenangkan dan tentunya menyehatkan ya di samping itu kita dapat bonus juga bisa melihat pemandangan yang sangat indah yang sangat memanjakan mata tentunya. Dan yang pasti sambil berjalan di alam sambil berjemur pula, karena sinar mentari di kala pagi itu masih bagus untuk badan kita.  Begitu banyak manfaat yang bisa di dapatkan dari mendaki atau sekedar berjalan di alam ini. Selain membuat hati senang insyaallah juga bisa tenang dan damai tentunya. Karena tujuan berjalan di perbukitan atau alam terbuka itu tidak lain tidak bukan untuk mencari ketenangan. Tetapi realita berkata lain bukannya ketenangan yang saya dapatkan melainkan kebisingan rasa ramai dan tidak seperti biasanya. Saya lupa ini masih masa-masa libur lebaran orang-orang pasti ...

HIDUP HANYA SEKALI BAGIAN 10

Setelah sempat terhenti beberapa saat, akhirnya saya kembali dan mau melanjutkan jurnal saya ini. Ya senang sih rasanya kamu menjadi tempat kedua setelah tempat pertama untuk menumpahkan semuanya yaitu sama yang maha kuasa yaitu Allah SWT. Selain saya bercerita disini ya yang masih menjadi tempat favorit saya untuk bercerita ya sama Allah tentunya. Senang saja gitu tidak perlu takut saya itu tidak sendiri, selalu ada Allah yang selalu mendengar kapanpun dan dimanapun kita mau bercerita.🕊 Nah kembali lagi ke jurnal saya itu tentang Hidup Hanya Sekali, kali ini saya mau melanjutkan jurnal tersebut, dan sebelum melanjutkan mari kita melihat ulang merefleksikan kembali atau melihat ringkasan singkat mengenai jurnal saya yang sudah saya tuliskan di blog saya ini. 💻 Berikut ini ringkasan ulang dari tulisan jurnal saya sejauh ini, ada beberapa bagian sih. Mari kita membacanya kembali secara perlahan—seperti menyusuri kembali jejak langkah yang sudah kita tempuh sejauh ini🌙 Awal yang Berat....

SELAMAT TAHUN BARU ISLAM 1447 HIJRIAH

Tak terasa, kita kembali dipertemukan dengan bulan Muharram—bulan pertama dalam kalender Hijriah. Di tengah hiruk pikuk dunia yang terus bergerak, 1 Muharram hadir sebagai pengingat yang lembut: bahwa waktu terus berjalan, dan kita diajak untuk berjalan bersamanya—dengan hati yang lebih bersih, langkah yang lebih bijak, dan jiwa yang lebih kuat. Tahun Baru Islam bukan hanya tentang pergantian waktu. Ia adalah momen hijrah; momen untuk berpindah dari gelap menuju terang, dari lalai menuju sadar, dari hanya sekadar hidup menjadi lebih bermakna. "Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum sampai mereka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri." (QS. Ar-Ra’d: 11) Ayat ini menjadi pengingat, bahwa hijrah bukan hanya tentang berpindah tempat, tetapi tentang perubahan dari dalam diri. Kita punya kuasa untuk memperbaiki, memperbaharui, dan menata ulang hidup dengan seizin-Nya. Dalam sunyi malam 1 Muharram, mungkin banyak dari kita yang memilih diam. Bu...