Langsung ke konten utama

CITA RASA SEBLAK KUAH PEDAS


Selamat pagi senang rasanya bisa kembali ke blogger yang entah kapan terakhir kalienya gue menulis atau memposting sebuah tulisan.Jadi gimana ya gue ini suka menulis tapi kadang di suatu waktu tertentu datang rasa untuk tidak menulis entah apa gue juga bingung.Jujur pada dasarnya gue itu suka menulis suka membaca juga.Terbukti dari postingan-postingan di blog gue yang bisa kalian baca dan semoga bermanfaat juga buat kalian para pembaca semuanya.Iya itulah secercah perasaan yang membelenggu gue akhir-akhir ini,oke lupakan saja semuanya,sekarang kita fokus ketulisan yang mau gue posting saat ini di KUDUJALAN.COM ada apaan sih yang jelas ya postingan-postingan mengenai hasil perjalanan gue tentunya dan ada satu lagi yang baru yaitu mengenai makanan,kenapa makanan karena gue tertarik saja untuk gue posting atau di angkat di blog ini.Entah itu makanan hasil buatan sendiri atau pun hunting-hanting makanan-makanan di luaran sana.Oke langsung aja yuk kita simak ulasan singkat mengenai makanan apa saja yang gue buat akhir-akhir ini dan semoga bermanfaat buat kalian bila mana kalian mau membuat juga makanan seperti gue.
Seblak Kuah Pedas 
Iya kenapa seblak kuah pedas,apa sih seblak itu?.Pasti dari kalian-kalian yang belum tau atau mungkin udah tau apa itu seblak.Good buat kalian yang sudah tau dan sudah pernah merasakan cita rasa seblak berarti kalian sama kaya gue yaitu suka cita rasa kekinian dan pedas.And buat kalian yang belum tau ini gue bakalan kasih ulasan singkatnya,ini setau gue ya gak nyontek dari tulisan orang or copy paste whatever.


"Seblak adalah suatu makanan ringan bercita rasa pedas dan gurih,dengan sebagai bahan utama kerupuk atau ceker ayam yang di masak dengan rempah-rempah asli Indonesia.Seperti kencur dan bumbu-bumbu lainnya yang selalu di gunakan untuk membuat seblak ini menjadikan seblak sebagai makanan yang unik dan nyentrik dikalangan pecinta seblak".
Oke itu dia ulasan singkatnya mengenai seblak hehehe ala-ala gue,ya yang gue tau aja sih mengenai seblak.Entah gue juga bingung kenapa gue bisa suka seblak,makanya mau gue tumpahkan di sini ya kalie di tumpahkan berserakan dong nanti wkwkwkwkw,ya maksudnya mau gue share buat kalian-kalian semua bila mana kalian mau membuat seblak juga kan.Oke sikat langsung saja kita kupas secara tajam setajam golok,haha becanda iya langsung aja bagaimana cara membuat seblak sederhana dan bahan-bahan apa saja yang harus di sediakan untuk membuat seblak. 
*Bahan-bahan yang harus di sediakan :
Kerupuk (kuning/berwrna)
Cesim/sawi hijau
Kol
*Bumbu-bumbu yang harus di sediakan :
Kencur
Bawang putih
Cabe rawit
Cabe merah besar 
Garam
Penyedap rasa (roiko) 
bubuk cabe (abon cabe/aida)
Minyak goreng
Dan air putih
*Cara memasak seblaknya yuk kita simak di bawah ini
-Bagian pertama
Haluskan bumbu seperti kencur dan bawang putih secara bersamaan,sampai benar-benar halus kasar pun boleh sih itu sesuai selera kalian tapi gue saranin mending halus biar lebih cantik keliatannya.Setelah halus kalian sisihkan dulu ke dalam wadah kecil.
Lanjut haluskan kembali cabe rawit dan cabe merah besar sampai benar-benar halus juga ya guys.Oke setelah halus kuta lanjut ke bagian kedua. 
-Bagian kedua 
Siapkan wajan atau katel kecil di atas sebuah kompor,lalu nyalakan kompor dengan api kecil saja dan masukan minyak goreng dua sendok makan saja.Lanjut masukan bumbu yang sudah di haluskan tadi yaitu bawang putih dan kencur masak hingga tercium aroma haru matang bawang putihnya.Setelah tercium aroma harum masukan satu gelas air atau setara dengan 200 ml air.
Lanjut masukan kembali bumbu-bumbu yang di haluskan tadi yaitu cabe rawit dan cabe merah besar,lalu masak hingga berbuih.Dan jangan lupa masukan bahan utama nya dulu yaitu kerupuk,kenapa kerupuknya dulu karena biar gak alot guys dan biar matang sempurna gitu wkwkwkw.Oh iya biasanya kerupuknya gue cuma satu genggam tangan aja sih kerena berhubung buat porsi sendiri juga.Masak hingga benar-benar mau sedikit matang dan tambahkan air kembali sebanyak 1 gelas atau setara 200 ml air,karena berhubung seblak yang gue buat ini seblak kuah jadi airnya harus ekstra iya gak.Lanjut lalu masukan bumbu penyedap lainnya seperti garam dan penyedap rasa sesuai selera kalian,masak hingga berbuih ingat ya guys kompor dalam keadaan api kecil,dan jangan lupa di cobain rasanya bila mana sudah oke masukan bahan-bahan pelengkap lainnya seperti sayuran yang tadi itu cesim dan kol.Oh iya tips buat kalian kalau masak sayuran seperti ini di usahakn jangan lama-lama ya karena kedua sayuran ini cepat matang dan layu,karena demi menjaga nilai gizi dalam kandungan sayuran tersebut guys jiaaahhhh bener gak sih itu sih yang gue tau.Itulah sebabnya sayurnya di masukin belakangan.Oke lanjut lagi ke seblak tidak usah lama-lama bila mana sayurnya sudah masak dan di rasa semuanya sudah oke,matiakn kompor dan tuangkan seblak kedalam sebuah mangkok dan jangan lupa sebagai mempercantik seblak tersebut taburkan bubuk cabe yang tadi,kalian bisa pakai abon cabe atau aida seseuai selera kalian.Dan seblak pun siap di hidangkan....


Baca juga: Cita Rasa Tumis Daun Buas Khas Melayu Pontianak

Simpel bukan begitulah cara membuat atau memasak seblak guys,mengenai bahan-bahannya bisa kalian perlengkap dengan sosis,kwetiaw,mie,tulang ayam/ceker,atau sayuran lainnya sesuai selera kalian.Karena berhubung di rumah gue cuma ada bahan-bahan tersebut ya alhasil cuma itu aja sih iya seblak sederhana cita rasa luar biasa hehehe... 
Itulah sedikit pengalaman gue membuat seblak ala-ala gue pastinya dengan cita rasa pedas gurih dan aroma kencurnya itu oh my God uueeeeenak banget sumpah,bikin pengen lagi,lagi dan lagi pastinya hahaha.
Sampai ketemu di cerita gue selanjutnya guys,salam...😁😁🙏🙏🙏🙏


Komentar

Postingan populer dari blog ini

GUA MARIA PEMANDIAN ALAM ANJUNGAN KABUPATEN MEMPAWAH KALIMANTAN BARAT

Mencoba sesuatu hal yang baru itu memang menyenangkan,seru pastinya dan harus di coba biar kita tau rasanya itu seperti apa,dan ini menjadi penutup perjalanan gue di Bulan April ini.Seperti halnya yang baru gue coba sekitar tiga hari yang lalu sesuai dengan janji gue di cerita yang sebelumnya  Kolam Renang Tirta Indah Mempawah  tentang berenang di tempat yang beda bener-bener beda dari biasaya,dengan air alami langsung dari sumber mata air dari atas bukit. Di manakah itu penasaran bukan,yang pasti kalian gak penasaran lagi karena udah ada judul di atas tertulis begitu jelas haha,iya dimana lagi kalau bukan di Gua Maria Anjungan .Kalie Ini KUDUJALAN.COM akan mengajak kalian semua menyambangi atau melihat atau mengexplore Gua Maria yang begitu bersejarah di Kalimantan Barat ini.Lokasinya pun tidak begitu jauh dari jalan raya Anjongan-Mandor,dan akses menuju Guanya pun sangat-sangatt mudah banget pokoknya rekomend buat kalian yang belum pernah kesini.Oke langsung aja y...

Bukit Daolong Via Gunung Ciung

Tektok Lagi• Saat itu pagi hari saya dengan yakin sepenuh hati untuk melangkah lagi. Dengan penuh rasa bahagia yang menemani setiap langkah demi langkah dan membawa saya kembali ke sebuah tempat di mana saya bisa mengutarakan berbagai imajinasi, mengeluarkan dan menghempaskan sesuatu yang memang janggal dan mengganjal di dalam diri serta pencarian jati diri.  Selamat datang kembali di Sentul City tepatnya di Gunung Ciung, bukan hanya Gunung Ciung melainkan saya akan menuju sebuah bukit yang indah di kawasan Sentul City. Dan saya akan melewati beberapa bukit atau puncak untuk sampai di bukit yang indah tersebut. Serta beberapa spot baru yang bisa di gunakan sekaligus dalam satu pendakian yang tentunya sudah bekerja sama dengan pihak pengelola Gunung Ciung. Dan masih banyak lagi tentunya kalau mau di bahas satu per satu, langsung saja ikutin perjalanan saya kali ini di Bukit Daolong Sentul City.  Basecamp Gunung Ciung Tepat pukul 07.30 WIB saya sampai di Basecamp Gunung Ciung, i...

HIDUP HANYA SEKALI BAGIAN 10

Setelah sempat terhenti beberapa saat, akhirnya saya kembali dan mau melanjutkan jurnal saya ini. Ya senang sih rasanya kamu menjadi tempat kedua setelah tempat pertama untuk menumpahkan semuanya yaitu sama yang maha kuasa yaitu Allah SWT. Selain saya bercerita disini ya yang masih menjadi tempat favorit saya untuk bercerita ya sama Allah tentunya. Senang saja gitu tidak perlu takut saya itu tidak sendiri, selalu ada Allah yang selalu mendengar kapanpun dan dimanapun kita mau bercerita.🕊 Nah kembali lagi ke jurnal saya itu tentang Hidup Hanya Sekali, kali ini saya mau melanjutkan jurnal tersebut, dan sebelum melanjutkan mari kita melihat ulang merefleksikan kembali atau melihat ringkasan singkat mengenai jurnal saya yang sudah saya tuliskan di blog saya ini. 💻 Berikut ini ringkasan ulang dari tulisan jurnal saya sejauh ini, ada beberapa bagian sih. Mari kita membacanya kembali secara perlahan—seperti menyusuri kembali jejak langkah yang sudah kita tempuh sejauh ini🌙 Awal yang Berat....

HIDUP HANYA SEKALI

• Jadi Jangan Sakit-Sakitan Terus Kita sering dengar kalimat "hidup hanya sekali" sebagai alasan buat jalan-jalan, makan enak, nongkrong sampai pagi, atau beli barang-barang yang bikin dompet nyesek. Tapi, pernah nggak sih kita mikir, kalau hidup cuma sekali, ya jangan disia-siain dengan gaya hidup yang bikin tubuh jadi langganan masuk angin atau langganan obat warung? Serius deh. Hidup cuma sekali, jadi kenapa kita nggak coba hidup dengan sehat tapi santai? 1. Tidur Cukup, Jangan Cuma Rebahan Tidur itu penting. Tapi jangan dikira rebahan sambil scroll TikTok 4 jam juga termasuk istirahat yang berkualitas. Beda, bestie! Tidur yang benar itu tidur cukup, sekitar 7–8 jam semalam, tanpa drama begadang nonton serial Korea sampai mata panda. Tubuh kita butuh waktu buat restart, bukan cuma ngelamun sambil rebahan. 2. Makan Enak Boleh, Tapi Jangan Lupa Sayur Kita semua suka makanan enak. Makan gorengan sambil ngeteh sore-sore? Surgawi. Tapi coba deh sesekali kasih tubuh kita asupan ...

HIDUP HANYA SEKALI BAGIAN 11dan 12

Ini adalah Bagian 11 dari tulisan jurnal saya tentang rasa, harapan, dan kepercayaan yang tetap saya genggam erat, meskipun dunia seringkali tidak pasti 💻 --- Bagian 11: Harapan yang Tidak Pernah Pergi.  Malam ini aku ingin menulis tentang rasa. Rasa yang tak selalu bisa dijelaskan, tapi selalu hadir. Rasa takut, cemas, dan khawatir yang seringkali datang tanpa permisi, membayangi seperti bayang-bayang yang terus mengikuti. Tapi di balik semua itu, ada satu rasa yang tak pernah benar-benar hilang—percaya. Aku percaya, selama aku masih berusaha—meskipun kecil, meskipun pelan, bahkan meskipun harus tertatih—harapan itu akan tetap ada. Ia mungkin tidak bersinar terang, tapi cukup hangat untuk terus menyalakan langkahku. Cukup untuk membuatku terus bangun setiap pagi dan berkata, “Ayo, hari ini kita coba lagi.” Aku percaya bahwa hari indah itu bukan dongeng. Hari itu nyata, hanya saja belum sampai ke waktunya. Mungkin sekarang jalanku memang masih panjang dan penuh belokan, tapi aku t...