Langsung ke konten utama

WISATA NUSANTARA MEMPAWAH KALIMANTAN BARAT



Mengexplore dan menjelajah setiap sisi tempat wisata yang ada di Kabupaten Mempawah,yang keberadaanya saat ini sangat butuh banget perhatian dari pihak-pihak tertentu untuk menjadikan wisata di kabupaten Mempawah ini lebih on fire lebih hidup kembali.Di tengah maraknya tempat-tempat wisata yang tumbuh di kota-kota sekitarnya seperti Singkawang dan Pontianak.
Wisata Nusantara atau di singkat menjadi WISNU yeaaahhh itu sih yang sering gue dengar selama tinggal di Mempawah ini.
Wisata Nusantara adalah sebuah resort atau Hotel tepian laut gitu dengan segala fasilitas yang ada di dalamnya,menjadikan tempat ini wajib dan menarik untuk di kunjungi karena tempat ini sangat begitu ramah untuk anak-anak dan keluarga pastinya.Dengan lokasi yang tidak begitu jauh dari pusat kota Mempawah yang letaknya berada di jalan terusan menuju Singkawang atau lebih tepatnya di Kampung Pasir mungkin ya.
Nah.....ngomong-ngomong tentang Wisata Nusantara kalie ini gue bakalan share pengalaman gue berkunjung ke Wisata Nusantara untuk pertama kalienya selama gue tinggal di Mempawah ini.Hmmmmmm langsung aja ya guys....


18 November 2018 lumayan cukup lama sih guys,iya di tanggal tersebutlah gue beserta keluarga gue berkunjung ke Wisata Nusantara lebih tepatnya sih waktu itu hari Minggu.
Ini sebenernya gak di rencanain sih guys waktu itu jadi bener-bener dadakan banget seperti tahu bulat di goreng dadakan gopean haha.Ya emang seperti itu sih guys jadi awal mulanya begini,gak ada niatan sama sekali mau masuk atau sekedar minum kelapa muda di tepi laut,karena tujuan utamaya waktu itu mau beli jaket buat may Mom and my Uwa untuk pulang ke Bogor,berhubung mereka itu tidak bawa jaket sama sekali.
Sekalian lah tu sebagai tanda perpisahan kita sekeluarga,karena my mom di Mempawah ini gak begitu lama cuma satu Minggu.
Dan emang ada satu niat lagi sih,pengen liat laut katanya,maklum lah guys kita di Bogor itu tinggal di kawasan pegunungan atau bukit-bukit yang jelas jauuhh bangettt yang namanya pengen melihat air laut.Dan mungkin emang jarang banget yang namanya ke laut.Maka dari itu selagi di sini kita jalan lah ke laut biar gak pensaran lagi guys.
Meskipun air lautnya hitam dan keruh tapi setidaknya orang tua gue udah bisa melihat laut lepas nan luas.Hmmmmm...menjadi pengalaman yang begitu menarik mungkin bagi mereka,semoga ya guys.
Oke waktu itu gue gak sempet-sempet banget pake celana panjang,karena mungkin saking dadakannya kalie guys.Tapi gue tetep pake celana kok haha celana kolor doang guys.Gue otw bersama abang gue,teteh,my mom,uwa,serta Haris dan Nisa ponakan gue yang paling nakal haha.
11.00 WIB kita otw guys menuju Mempawah,pokonya ke Mempawah guys kita belum ada niat buat masuk ke Wisata Nusantara tersebut,cuma pas sampai di kawasan Pondok Pesantren yang di Sengkubang itu,lupa lagi gue namanya pokoknya daerah situ.Kita putar balik ke arah Mempawah lagi dan sempat mau masuk juga ke Mangrove Mempawah,cuma di situ kita masih agak ragu dan akhirnya gak jadi masuk Mangrove tersebut,sampai pada akhirnya mobil kita berhenti di suatu tempat Wisata yang menurut gue mengkhawatirkan banget guys,iya Welcome to Wisata Nusantara.


Kenapa Mengkhawatirkan??? Karena kini tempat Wisata ini seperti tak terurus dan mungkin bisa di bilang terbengkalai gitu guys,sangat di sayangkan banget kan.Tapi meskipun begitu tempat wisata ini tetap buka seperti biasa guys.So buat kalian yang mau kesini silahkan buat sekedar santai-santai sejenak di pondok-pondok yang tersedia,hmmmmmm cukup manarik bukan.
Oke kita kembali ke cerita utama gue,yaitu mengenai Wisata Nusantara ini,beserta fasilitas-fasilitasnya.Dari depan pintu masuk itu kita akan di sambut dengan pintu loket gitu guys,seperti biasa ada parkiran nya gitu luas dan sangatttt sepi pengunjung guys,sangat menyedihkan banget iya kan.Next setelah itu kita melanjutkan jalan kaki ke dalam dan mengexplore semuanya dari mulai,permainan anak atau Play Groud gitu guys yang sangat-sangat tak terawat serta rumput-rumput liar yang tumbuh di setiap sudut-sudut tempat wisata ini.Dan kolam renang yang sudah tidak bisa dipergunakan kembali karena di pintu bertuliskan di larang masuk,hmmmmmm lagi-lagi gue sedih.
Next kita melanjutkan jalan ke arah laut dengan view Pulau Penibung di sebrang sana,cukup menarik sih guys apa lagi bagi gue dan keluarga yang gak pernah ke laut sebelumnya.Wajar kita di Bogor tinggal di kawasan Puncak Bogor,jadi memang suda jelas kita sangat-sangat jauh ke laut.


Setelah gue merasakan semua fasilitas yang ada di Wisata Nusantara ini,kita bergegas untuk istirahat sejenak di pondok sambil memandangi laut lepas melepas penat santai sejenak sambil di temani kelapa hijau muda,haduuuuhhh berasa di surga guys kaya hidup berasa gak ada beban haha.Jujur ya ini baru pertama kalie gue minum kelapa muda di tepi laut di sebuah pondok atau saung gitu bersama keluarga tercinta.Sungguh pengalaman yang gak bisa gue lupakan seumur hidup gue guys.Karena sangat-sangat jarang banget gue bisa quality time bareng keluarga seperti ini.
Dimana pun itu tempatnya mau sebagus apapun itu atau jelek sekali pun,kalau kita tidak bisa menikmati benar-benar menikmati tempat tersebut,itu berarti lo gagal guys.Iya kenapa gagal karena menurut gue ngetrip atau jalan-jalan atau apapun itu tanpa lo bisa mengambil sisi baik dari tempat wisata yang lo kunjungin itu menjadi sebuah cerita dengan segala kekurangan yang ada,itu menurut gue baru berhasil,seperti hal nya Wisata Nusantara ini yang beberapa bulan lalu gue kunjungin guys.
Harapan gue buat Wisata Nusantara ini mungkin bisa bangkit kembali on fire kembali,ya setidaknya bisa menjadi daya tarik tersendiri buat Kabupaten Mempawah ini.Yg gue tau sih karena suatu kota menarik untuk di kunjungi itu ya dari struktur bangunan,tata letak,taman-taman kota,dan yang paling penting adalah wisatanya guys.


Nah itu dia keberadaan wisata di suatu Kota itu memang sudah mejadi magnet tersendiri,karena dampaknya akan sangat terasa buat kota itu sendiri seperti halnya di Mempawah ini guys.
So gue juga kurang setuju ya guys sama pendapat-pendapat orang katanya kalau Mempawah itu gak ada apa-apanya,gak punya tempat wisata,hanya kota terlewat kota tertinggal.Hmmmmmm sangat-sangat gak setuju,mereka bilang seperti itu karena mereka belum pernah Mengexplore Kota Mempawah.So kalian belum tau Mempawah seperti gue yang masih harus banyak belajar dan belajar mencari tau lebih dalam tentang kota Mempawah ini.


Oke itulah guys sedikit perjalanan gue mengenai Wisata Nusantara ini,dengan segala kekurangan yang ada dari tempat wisata tersebut.Gue tulis lagi harapan haha,emang sih gue berharap pihak-pihak terkait atau tertentu atau mungkin pemerintahan Mempawah bisa lebih peduli akan daya tarik Wisata di Kabupaten Mempawah ini,supaya Mempawah bisa menjadi salah satu daya tarik bagi para wisatawan,para treveller,atau pelancong,atau pegiat-pegiat wisata lainnya untuk sekedar berkunjung ke Kota Mempawah ini.Karena kalau bukan kita siapa lagi ya kan guys,iya gak......
Sampai ketemu di cerita gue selanjutnya ya guys see you......

HTM:10.000 ribu
Buka:08.00-22.00 WIB

Komentar

Postingan populer dari blog ini

PASIR LIMO 1075 MDPL SUNYI DAN KABUT SERTA KEINDAHAN YANG TERSEMBUNYI

"Sendiri di antara kabut dan bukit ketika alam memanggil untuk diam sejenak.” Beberapa hari setelah kunjungan saya ke Cisadon Badeur Lake , saya memutuskan untuk kembali ke kawasan yang sama yaitu ke Cisadon Badeur Lake melalui rute Megamendung Cipendawa ke Pondok Pemburu tetapi kali ini setelah dari Cisadon saya memutuskan untuk menuju Pasir Limo , yang berada di ketinggian ±1.075 mdpl. Karena saya sangat penasaran sekali akan tempat ini sehingga saya memutuskan untuk kesana sebelum akhirnya pulang.  Perjalanan masih familiar: melewati kebun kopi milik warga, tanjakan dan turunan perbukitan yang membuat napas kadang tertahan. Namun semuanya terasa ringan ketika alam menyambut dengan keheningan. Sesampainya di Pasir Limo, suasananya berbeda dengan pengalaman sebelumnya. Tidak ramai. Bahkan, saya sendirian. Hari itu saya sengaja datang di hari kerja agar bisa benar-benar menikmati ketenangan. Kabut tipis melingkupi bukit-bukit di sekeliling, menciptakan suasana seperti dunia yang...

DUA TAHUN DI RUMAH

Catatan Sunyi Tentang Kehilangan, Kesabaran, dan Menemukan Diri Lagi.  “Dua tahun lalu, aku tidak membayangkan hidupku akan berhenti secepat itu. Tapi kini aku mengerti—kadang hidup memang harus berhenti agar kita bisa memahami arah selanjutnya.” Tanggal 23 November nanti menandai tepat dua tahun aku berada di rumah. Dua tahun sejak aku mengambil keputusan besar atau mungkin lebih tepat disebut keharusan besar yang mengubah seluruh ritme hidupku. Keputusan yang bagi sebagian orang mungkin tampak biasa saja. Tapi untukku, itu adalah langkah yang mengguncang hidup, langkah yang penuh ketidakpastian, dan sampai sekarang masih menyisakan getaran di dalam dada. Dua tahun. Angka yang terdengar sederhana, tapi ternyata bisa menyimpan begitu banyak cerita. Sebelum Semua Berubah.  Jika aku memutar ulang hidupku sebelum dua tahun lalu, sebenarnya tidak ada yang benar-benar “istimewa”. Aku bangun pagi, bersiap, pergi bekerja, menghabiskan hari dengan tugas-tugas yang sudah kuhafal di lua...

Tektok Gunung Ciung Sentul City Bogor Jawa Barat

Melangkah Lagi• Pagi ini tepatnya hari sabtu tanggal 5 April 2025 pada pukul 05.10 WIB saya dengan yakin dan bismillah mulai melakukan kembali kegiatan yang memang sangat saya sukai sebenarnya. Kenapa? Karena kegiatan ini memang-memang sangat menyenangkan dan tentunya menyehatkan ya di samping itu kita dapat bonus juga bisa melihat pemandangan yang sangat indah yang sangat memanjakan mata tentunya. Dan yang pasti sambil berjalan di alam sambil berjemur pula, karena sinar mentari di kala pagi itu masih bagus untuk badan kita.  Begitu banyak manfaat yang bisa di dapatkan dari mendaki atau sekedar berjalan di alam ini. Selain membuat hati senang insyaallah juga bisa tenang dan damai tentunya. Karena tujuan berjalan di perbukitan atau alam terbuka itu tidak lain tidak bukan untuk mencari ketenangan. Tetapi realita berkata lain bukannya ketenangan yang saya dapatkan melainkan kebisingan rasa ramai dan tidak seperti biasanya. Saya lupa ini masih masa-masa libur lebaran orang-orang pasti ...

HIDUP HANYA SEKALI BAGIAN 10

Setelah sempat terhenti beberapa saat, akhirnya saya kembali dan mau melanjutkan jurnal saya ini. Ya senang sih rasanya kamu menjadi tempat kedua setelah tempat pertama untuk menumpahkan semuanya yaitu sama yang maha kuasa yaitu Allah SWT. Selain saya bercerita disini ya yang masih menjadi tempat favorit saya untuk bercerita ya sama Allah tentunya. Senang saja gitu tidak perlu takut saya itu tidak sendiri, selalu ada Allah yang selalu mendengar kapanpun dan dimanapun kita mau bercerita.🕊 Nah kembali lagi ke jurnal saya itu tentang Hidup Hanya Sekali, kali ini saya mau melanjutkan jurnal tersebut, dan sebelum melanjutkan mari kita melihat ulang merefleksikan kembali atau melihat ringkasan singkat mengenai jurnal saya yang sudah saya tuliskan di blog saya ini. 💻 Berikut ini ringkasan ulang dari tulisan jurnal saya sejauh ini, ada beberapa bagian sih. Mari kita membacanya kembali secara perlahan—seperti menyusuri kembali jejak langkah yang sudah kita tempuh sejauh ini🌙 Awal yang Berat....

SELAMAT TAHUN BARU ISLAM 1447 HIJRIAH

Tak terasa, kita kembali dipertemukan dengan bulan Muharram—bulan pertama dalam kalender Hijriah. Di tengah hiruk pikuk dunia yang terus bergerak, 1 Muharram hadir sebagai pengingat yang lembut: bahwa waktu terus berjalan, dan kita diajak untuk berjalan bersamanya—dengan hati yang lebih bersih, langkah yang lebih bijak, dan jiwa yang lebih kuat. Tahun Baru Islam bukan hanya tentang pergantian waktu. Ia adalah momen hijrah; momen untuk berpindah dari gelap menuju terang, dari lalai menuju sadar, dari hanya sekadar hidup menjadi lebih bermakna. "Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum sampai mereka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri." (QS. Ar-Ra’d: 11) Ayat ini menjadi pengingat, bahwa hijrah bukan hanya tentang berpindah tempat, tetapi tentang perubahan dari dalam diri. Kita punya kuasa untuk memperbaiki, memperbaharui, dan menata ulang hidup dengan seizin-Nya. Dalam sunyi malam 1 Muharram, mungkin banyak dari kita yang memilih diam. Bu...