Langsung ke konten utama

SELAMAT TINGGAL KALIMANTAN BARAT

Kini hanya tinggal cerita dan kenangan-kenangan yang mungkin kalau di ingat kembali jadi pengen ketawa-ketawa sendiri.

PUNCAK-BOGOR 15.17 WIB
Satu bulan sudah gue udah jarang post jarang share cerita curcol apalah itu di karenakan kesibukan,bukan nya udah terlepas dari kerjaan yang begitu melelahkan memang sih,tapi ini sibuk mempersiapkan menuju hari yang begitu bahagia yaitu Pernikahan.Dan bertepatan dengan hari Raya Idul Fitri yang semakin dekat semakin sibuk kan.
Tapi gue bukan mau cetita soal pernikahan nya dulu melainkan mau cerita hari-hari terakhir gue di Kalimantan Barat sampai detik-detik menuju Bandara yang begitu menegangkan,wowww pokoknya gila bengettttt penasaran yuk simak sedikit cerita di bawah ini.
Bermula dari tanggal 20 Mei 2018 rencana atau wacana gue mau pulang,tapi gak jadi mulu di karenakan katanya tiket pesawatnya.What???tiket pesawat menurut gue itu alasan yang gak masuk akal banget karena rencana gue mau pulang sekitar tanggal 20 han itu adalah udah rencana dari dua minggu sebelum nya,kenapa tiket pesawat yang di jadikan alasan coba,di situ saya merasa di permainkan kalau kata orang sunda mah di lalaworakeun.
Next besoknya tanggal 21 Mei 2018
Akhirnya gagal juga pulang tanggal 21 padahal gue udah pengen banget pulang tanggal segitu tapi apalah daya semua nya gagal dan itu hanyalah wacana forever kalau kata anak-anak zaman now mah.Sementara dari pihak keluarga cewek gue nelponin terus kapan pulang katanya nanyain terus sampe gue pusing,dan dari keluarga gue yang di Bogor juga sama nanyain terus kapan pulang sumpah di situ gue jawab dengan berat hati dan perasaan gak enak "FILE" iya gagal mungkin kata itu yang cocok pada saat itu.Terus gue coba rundingin sama bos Laki yaitu kakak gue nanti siang di kabarin lg katanya.Gue berharap dapat Good News kabar baik iya gak.
Next beberapa jam kemudian alhamdulillah akhirnya gue jadi pulang yaitu besoknya hari Selasa,sumpah di situ senang banget gue kaya napi yang baru mau bebas haha.
NEXT Selasa pagi pukul 03.30
Oohh iya guys jadi gue pulang sekalian kirim burung juga ke Jakarta so gue di dalam mobil sama burung mana di tengah lg duduk nya hhuuufffttt karena mas Riko ikut buat nemein bang Ivan.
So sebelum gue pulang yaudah pasti banget lembur dulu nge pack burung dulu karena buat kiriman ke Pulau Jawa,yang pasti gue kaya kebakaran jenggot gue riweuh bangettt lah soalnya beres lembur itu sekitar jam 03.00,langsung gue bersih-bersih mandi ganti baju,bayangin makan aja cuma tiga sendok karena bang Ivan sama Riko udah gak sabar,sial nya lagi adalah minuman yang gue minum panas bangettt otomatis lidah gue langsung dadas gak enak gitu lah mulut gue.
Di situ gue langsung pamitan sama semua dan untungnya gak ada yang tertinggal satu pun barang-barang gue,karena udah di packing sebelum nya.
Langsung tancap gas bang Ivan karena banyak titipan juga dan di situ lah hari pertama gue tau ternyata bang ivan kalau udah ngomel kesal kaya begitu ya,dalam hati oohhh kaya begini ternyata adat nya haha jelek juga ternyata orang melayu.Ya mungkin semua orang juga bakalan kaya begitu sih kalau di situasi yang di kejar-kejar waktu,bayangin empat lokasi yaitu
Taman Alun Kapuas
Terminal Bus Potianak
Bandara Internasional Supadio
A Yani Mega Mall
Lokasi yang begitu berjauhan dan gak masalah sih kalau gak ke Bandara mah,masalah nya ini mau ngejar waktu pesawat karena bagaimana pun juga pesawat mah gak mau nunggu ya dia punya waktu soalnya.Pokoknya di mobil waktu itu keos bangettt sumpah parah deh bang Ivan ngomel-ngomel hehe kesal juga kayanya haha gue mah diem aja,santai mau naik pesawat ini.
Next Bandara Supadio pukul 05.30
Kesiangan guys biasanya bukan jam segitu karena sebelumnya keliling dulu kota Pontinak,tanpa lama-lama gue pun langsung pamit ke Bang Ivan dan Riko,dan langsung chek in untuk dapetin boarding pass nya.Sampe di ruang tunggu sekitar jam 06.15 hmmmmmm lega deh solnya di tiketnya itu 06.40 masuk pesawatnya terbangnya sih 07.10
Sambil nunggu,kakak gue pun nelpon nanyain keadaan di mobil waktu perjalanan dan dia pun tau haha keadaan di mobil yang keos kacau menegangkan pokoknya mah.Karena udah tau sifat dan karater bang Ivan kaya gimana orangnya.



Next Bandara Soeta 09.00
Selamat tinggal Kalimantan alhamdulillah udah bisa nginjak lagi tanah Jawa tanah kelahiran senang banget rasanya.Posisi masih di dalam Bandara karena nunggu bagasi nya lama banget,baru keluar itu sekitar jam 09.30.
Dan itulah cerita gue pulang yang begitu menegangkan penuh cerita gak bisa di lupain tapi alhamdulillah sekarang udah di Jakarta dan tinggal melanjutkan perjalanan.What??? Perjalanan..iya karena gue akan melakukan perjalanan lagi kemana itu tunggu cerita gue selanjutbya ya guys.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

PASIR LIMO 1075 MDPL SUNYI DAN KABUT SERTA KEINDAHAN YANG TERSEMBUNYI

"Sendiri di antara kabut dan bukit ketika alam memanggil untuk diam sejenak.” Beberapa hari setelah kunjungan saya ke Cisadon Badeur Lake , saya memutuskan untuk kembali ke kawasan yang sama yaitu ke Cisadon Badeur Lake melalui rute Megamendung Cipendawa ke Pondok Pemburu tetapi kali ini setelah dari Cisadon saya memutuskan untuk menuju Pasir Limo , yang berada di ketinggian ±1.075 mdpl. Karena saya sangat penasaran sekali akan tempat ini sehingga saya memutuskan untuk kesana sebelum akhirnya pulang.  Perjalanan masih familiar: melewati kebun kopi milik warga, tanjakan dan turunan perbukitan yang membuat napas kadang tertahan. Namun semuanya terasa ringan ketika alam menyambut dengan keheningan. Sesampainya di Pasir Limo, suasananya berbeda dengan pengalaman sebelumnya. Tidak ramai. Bahkan, saya sendirian. Hari itu saya sengaja datang di hari kerja agar bisa benar-benar menikmati ketenangan. Kabut tipis melingkupi bukit-bukit di sekeliling, menciptakan suasana seperti dunia yang...

DUA TAHUN DI RUMAH

Catatan Sunyi Tentang Kehilangan, Kesabaran, dan Menemukan Diri Lagi.  “Dua tahun lalu, aku tidak membayangkan hidupku akan berhenti secepat itu. Tapi kini aku mengerti—kadang hidup memang harus berhenti agar kita bisa memahami arah selanjutnya.” Tanggal 23 November nanti menandai tepat dua tahun aku berada di rumah. Dua tahun sejak aku mengambil keputusan besar atau mungkin lebih tepat disebut keharusan besar yang mengubah seluruh ritme hidupku. Keputusan yang bagi sebagian orang mungkin tampak biasa saja. Tapi untukku, itu adalah langkah yang mengguncang hidup, langkah yang penuh ketidakpastian, dan sampai sekarang masih menyisakan getaran di dalam dada. Dua tahun. Angka yang terdengar sederhana, tapi ternyata bisa menyimpan begitu banyak cerita. Sebelum Semua Berubah.  Jika aku memutar ulang hidupku sebelum dua tahun lalu, sebenarnya tidak ada yang benar-benar “istimewa”. Aku bangun pagi, bersiap, pergi bekerja, menghabiskan hari dengan tugas-tugas yang sudah kuhafal di lua...

Tektok Gunung Ciung Sentul City Bogor Jawa Barat

Melangkah Lagi• Pagi ini tepatnya hari sabtu tanggal 5 April 2025 pada pukul 05.10 WIB saya dengan yakin dan bismillah mulai melakukan kembali kegiatan yang memang sangat saya sukai sebenarnya. Kenapa? Karena kegiatan ini memang-memang sangat menyenangkan dan tentunya menyehatkan ya di samping itu kita dapat bonus juga bisa melihat pemandangan yang sangat indah yang sangat memanjakan mata tentunya. Dan yang pasti sambil berjalan di alam sambil berjemur pula, karena sinar mentari di kala pagi itu masih bagus untuk badan kita.  Begitu banyak manfaat yang bisa di dapatkan dari mendaki atau sekedar berjalan di alam ini. Selain membuat hati senang insyaallah juga bisa tenang dan damai tentunya. Karena tujuan berjalan di perbukitan atau alam terbuka itu tidak lain tidak bukan untuk mencari ketenangan. Tetapi realita berkata lain bukannya ketenangan yang saya dapatkan melainkan kebisingan rasa ramai dan tidak seperti biasanya. Saya lupa ini masih masa-masa libur lebaran orang-orang pasti ...

HIDUP HANYA SEKALI BAGIAN 10

Setelah sempat terhenti beberapa saat, akhirnya saya kembali dan mau melanjutkan jurnal saya ini. Ya senang sih rasanya kamu menjadi tempat kedua setelah tempat pertama untuk menumpahkan semuanya yaitu sama yang maha kuasa yaitu Allah SWT. Selain saya bercerita disini ya yang masih menjadi tempat favorit saya untuk bercerita ya sama Allah tentunya. Senang saja gitu tidak perlu takut saya itu tidak sendiri, selalu ada Allah yang selalu mendengar kapanpun dan dimanapun kita mau bercerita.🕊 Nah kembali lagi ke jurnal saya itu tentang Hidup Hanya Sekali, kali ini saya mau melanjutkan jurnal tersebut, dan sebelum melanjutkan mari kita melihat ulang merefleksikan kembali atau melihat ringkasan singkat mengenai jurnal saya yang sudah saya tuliskan di blog saya ini. 💻 Berikut ini ringkasan ulang dari tulisan jurnal saya sejauh ini, ada beberapa bagian sih. Mari kita membacanya kembali secara perlahan—seperti menyusuri kembali jejak langkah yang sudah kita tempuh sejauh ini🌙 Awal yang Berat....

SELAMAT TAHUN BARU ISLAM 1447 HIJRIAH

Tak terasa, kita kembali dipertemukan dengan bulan Muharram—bulan pertama dalam kalender Hijriah. Di tengah hiruk pikuk dunia yang terus bergerak, 1 Muharram hadir sebagai pengingat yang lembut: bahwa waktu terus berjalan, dan kita diajak untuk berjalan bersamanya—dengan hati yang lebih bersih, langkah yang lebih bijak, dan jiwa yang lebih kuat. Tahun Baru Islam bukan hanya tentang pergantian waktu. Ia adalah momen hijrah; momen untuk berpindah dari gelap menuju terang, dari lalai menuju sadar, dari hanya sekadar hidup menjadi lebih bermakna. "Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum sampai mereka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri." (QS. Ar-Ra’d: 11) Ayat ini menjadi pengingat, bahwa hijrah bukan hanya tentang berpindah tempat, tetapi tentang perubahan dari dalam diri. Kita punya kuasa untuk memperbaiki, memperbaharui, dan menata ulang hidup dengan seizin-Nya. Dalam sunyi malam 1 Muharram, mungkin banyak dari kita yang memilih diam. Bu...