Langsung ke konten utama

BEACH PASIR PANJANG SINGKAWANG

PANTAI PASIR PANJANG SINGKAWANG

Berawal dari rasa ke ingin tahuan dan penasaran akan indahnya pantai Pasir Panjang,terbayar sudah tepat di tanggal 10 Desember 2017 saya dan teman-teman mengunjungi pantai Pasir Panjang.

Ini lain cerita guys kalie saya jalan-jalan bukan sama komunitas jalan-jalan pada umumnya atau biasa di sebut backpacker gitu kalie ini bukan,kenapa???
Jadi begini guys emang sempet ada niat pengen ke Pasir Panjang cuma bareng keluarga tepatnya kakak saya,melainkan kakak saya ada di Jakarta jd di undur menjadi minggu depan.Berhubung teman saya ini udah ada janji sama temennya,dan temennya itu udah mengajukan cuti mau gak mau harus jadi,oohh iya little informations jadi teman saya ini hobby vespa gitu,dan ke sana pun vesa semua ada sih motor vario satu,kita berangkat jam 10 12 orang semua laki-laki 10 perempuan 2.

Meskipun saya gak suka sama vesva tapi saya tetap gabung why not bagi saya main itu sama siapa aja harus netral lah intinya kesini masuk kesana pun masuk haha.
Okay back to Pasir Panjang jadi pertama dari rumah waktu itu kita gak izin gak bilang  maksudnya mau kemana dan gak bilang juga mau pulang jam berapa.Jelas udah salah ya guys dari situ juga,dan tepat di Taman Bestari Mempawah kita juga hampir kena razia police gitu yang sedang patroli,untungnya gak langsung bubar dan langsung meluncur ke Singkawang untuk pertama kalienya.
Di perjalanan kita ada sedikit masalah tau sendiri nama nya vespa itu suka ngadat gak karuan sumpah kita hampir tiga kalie berhenti karena mogok terus,tapi alhamdulillah kita selamat sampe ketujuan. jam 12 waktu itu lumaya ya 3 jam waktu normalnya sih katanya 2 jam aja cuma karena ada sedikit masalah di jalan ya jadi ngaret.
Pas di pintu tiket kita PT2/patungan and welcome to Beach Pasir Panjang emang dasar niat nya gak bener sampe sana langsung pesta m***s sorry gak bisa saya sebutin semua,oh iya little info jadi waktu di Mempawah itu temen saya sempat beli Minuman gitu tau lah M***s banyak bangettt sumpah.Jujur saya bukan perokok dan saya juga gak biasa minum-minuman seperti itu jadi saya ikut sama mereka juga saya mah gak sama sekali nyicip setetes pun no men.Sampe sana saya langsung tidur..........................
Singkat cerita pagi hari saya merasa bingung,Why???dan gak tau harus gimana karena teman-teman pada mabuk semua pada gak sadar tepar lah pokoknya sumpah mana perut saya laper waktu itu,yaudah untuk mengalihkan semua itu foto-foto sekitaran pantai buat kenang-kenagan juga kan.
Modal nekat gak pamit,bawa uang cuma 68.000 ribu buat tiket 50000 ribu sisa 18000 ribu beli Pop Mie 8000+sosis 6000+es tea 3000 sisa uang cuma 1000 sumpah pengen pulang tapi gimana kasian temen belum sadar-sadar.Sumpah ini jalan-jalan paling menyedihkan menurut saya atau kata orang sunda balangsak parah pokokna.
Sore jam 17.00 kita memutus kan untuk pulang say by Pasir Panjang sampe di rumah jam 19.00,dan tau gak saya langsung kena marah bapak saya kakak saya sumpah mungkin karena dari pertama kita gak pamit dan hp mati semua otomatis gak ada kabar,sudah jelas posisi saya di situ udah salah yaudah saya mengaku salah dan tidak akan mengulanginya lagi.

Demikian sedikit Treveling saya yang bisa di bilang sedikit nekat dan gak pamit pula ya sama orang rumah mungkin itu akibatnya saya di marahin akhirnya,it's okay saya mengaku salah and next time pengen jalan-jalan lagi tapi gak kaya begini ya jalan-jalannya yang biasa aja normal pada umumnya ini sih udah ekstrim bangettt

Komentar

Postingan populer dari blog ini

GUA MARIA PEMANDIAN ALAM ANJUNGAN KABUPATEN MEMPAWAH KALIMANTAN BARAT

Mencoba sesuatu hal yang baru itu memang menyenangkan,seru pastinya dan harus di coba biar kita tau rasanya itu seperti apa,dan ini menjadi penutup perjalanan gue di Bulan April ini.Seperti halnya yang baru gue coba sekitar tiga hari yang lalu sesuai dengan janji gue di cerita yang sebelumnya  Kolam Renang Tirta Indah Mempawah  tentang berenang di tempat yang beda bener-bener beda dari biasaya,dengan air alami langsung dari sumber mata air dari atas bukit. Di manakah itu penasaran bukan,yang pasti kalian gak penasaran lagi karena udah ada judul di atas tertulis begitu jelas haha,iya dimana lagi kalau bukan di Gua Maria Anjungan .Kalie Ini KUDUJALAN.COM akan mengajak kalian semua menyambangi atau melihat atau mengexplore Gua Maria yang begitu bersejarah di Kalimantan Barat ini.Lokasinya pun tidak begitu jauh dari jalan raya Anjongan-Mandor,dan akses menuju Guanya pun sangat-sangatt mudah banget pokoknya rekomend buat kalian yang belum pernah kesini.Oke langsung aja y...

Bukit Daolong Via Gunung Ciung

Tektok Lagi• Saat itu pagi hari saya dengan yakin sepenuh hati untuk melangkah lagi. Dengan penuh rasa bahagia yang menemani setiap langkah demi langkah dan membawa saya kembali ke sebuah tempat di mana saya bisa mengutarakan berbagai imajinasi, mengeluarkan dan menghempaskan sesuatu yang memang janggal dan mengganjal di dalam diri serta pencarian jati diri.  Selamat datang kembali di Sentul City tepatnya di Gunung Ciung, bukan hanya Gunung Ciung melainkan saya akan menuju sebuah bukit yang indah di kawasan Sentul City. Dan saya akan melewati beberapa bukit atau puncak untuk sampai di bukit yang indah tersebut. Serta beberapa spot baru yang bisa di gunakan sekaligus dalam satu pendakian yang tentunya sudah bekerja sama dengan pihak pengelola Gunung Ciung. Dan masih banyak lagi tentunya kalau mau di bahas satu per satu, langsung saja ikutin perjalanan saya kali ini di Bukit Daolong Sentul City.  Basecamp Gunung Ciung Tepat pukul 07.30 WIB saya sampai di Basecamp Gunung Ciung, i...

HIDUP HANYA SEKALI BAGIAN 10

Setelah sempat terhenti beberapa saat, akhirnya saya kembali dan mau melanjutkan jurnal saya ini. Ya senang sih rasanya kamu menjadi tempat kedua setelah tempat pertama untuk menumpahkan semuanya yaitu sama yang maha kuasa yaitu Allah SWT. Selain saya bercerita disini ya yang masih menjadi tempat favorit saya untuk bercerita ya sama Allah tentunya. Senang saja gitu tidak perlu takut saya itu tidak sendiri, selalu ada Allah yang selalu mendengar kapanpun dan dimanapun kita mau bercerita.🕊 Nah kembali lagi ke jurnal saya itu tentang Hidup Hanya Sekali, kali ini saya mau melanjutkan jurnal tersebut, dan sebelum melanjutkan mari kita melihat ulang merefleksikan kembali atau melihat ringkasan singkat mengenai jurnal saya yang sudah saya tuliskan di blog saya ini. 💻 Berikut ini ringkasan ulang dari tulisan jurnal saya sejauh ini, ada beberapa bagian sih. Mari kita membacanya kembali secara perlahan—seperti menyusuri kembali jejak langkah yang sudah kita tempuh sejauh ini🌙 Awal yang Berat....

HIDUP HANYA SEKALI

• Jadi Jangan Sakit-Sakitan Terus Kita sering dengar kalimat "hidup hanya sekali" sebagai alasan buat jalan-jalan, makan enak, nongkrong sampai pagi, atau beli barang-barang yang bikin dompet nyesek. Tapi, pernah nggak sih kita mikir, kalau hidup cuma sekali, ya jangan disia-siain dengan gaya hidup yang bikin tubuh jadi langganan masuk angin atau langganan obat warung? Serius deh. Hidup cuma sekali, jadi kenapa kita nggak coba hidup dengan sehat tapi santai? 1. Tidur Cukup, Jangan Cuma Rebahan Tidur itu penting. Tapi jangan dikira rebahan sambil scroll TikTok 4 jam juga termasuk istirahat yang berkualitas. Beda, bestie! Tidur yang benar itu tidur cukup, sekitar 7–8 jam semalam, tanpa drama begadang nonton serial Korea sampai mata panda. Tubuh kita butuh waktu buat restart, bukan cuma ngelamun sambil rebahan. 2. Makan Enak Boleh, Tapi Jangan Lupa Sayur Kita semua suka makanan enak. Makan gorengan sambil ngeteh sore-sore? Surgawi. Tapi coba deh sesekali kasih tubuh kita asupan ...

HIDUP HANYA SEKALI BAGIAN 11dan 12

Ini adalah Bagian 11 dari tulisan jurnal saya tentang rasa, harapan, dan kepercayaan yang tetap saya genggam erat, meskipun dunia seringkali tidak pasti 💻 --- Bagian 11: Harapan yang Tidak Pernah Pergi.  Malam ini aku ingin menulis tentang rasa. Rasa yang tak selalu bisa dijelaskan, tapi selalu hadir. Rasa takut, cemas, dan khawatir yang seringkali datang tanpa permisi, membayangi seperti bayang-bayang yang terus mengikuti. Tapi di balik semua itu, ada satu rasa yang tak pernah benar-benar hilang—percaya. Aku percaya, selama aku masih berusaha—meskipun kecil, meskipun pelan, bahkan meskipun harus tertatih—harapan itu akan tetap ada. Ia mungkin tidak bersinar terang, tapi cukup hangat untuk terus menyalakan langkahku. Cukup untuk membuatku terus bangun setiap pagi dan berkata, “Ayo, hari ini kita coba lagi.” Aku percaya bahwa hari indah itu bukan dongeng. Hari itu nyata, hanya saja belum sampai ke waktunya. Mungkin sekarang jalanku memang masih panjang dan penuh belokan, tapi aku t...