Langsung ke konten utama

A True Story Halaman Tiga

Hancur Rapuh bahkan Berkeping-Keping kayanya itulah persaan yang saat ini gue rasaain sumpah!!!!

Gak tau harus ngomong apa lagi dan gak tau gue juga harus curhat sama siapa,gue sendiri bingung tapi di balik semua itu cuma satu tempat curhat gue yaitu adalah dia sang Maha Pencipta Tuhan semesta alam Allah SWT.Cuma sama Allah gue bisa mencurahkan semua isi hati gue semua yang gue rasakan saat ini.
Karena bagaimana pun kita itu perlu menceritakan atau mencurahkan apa yang kita rasakan selama ini,karena kalau tidak itu bisa membuat kita setres karena memeikirkan hal tersebut terus.Maka dari itu lewat lantunan doa lah gue selalu mencurahkan isi hati gue,karena gue cuma percaya sama Allah SWT.
Mau curhat sama temen,temen gak ada menyedihkan banget pokoknya hidup gue ini,mau curhat sama calon istri tapi kayanya belum saatnya deh,entar kalau udah sah secara islam baru deh gue mau curhat semuanya sama istri gue itu.Mau curhat sama mamah takutnya dia baperan tau sendiri biasanya hati seorang mamah itu selalu mudah untuk menangis atau bisa di bilang sensitif.Nah makanya itu gue gak mau mamah gue ikutan sedih dengan apa yang gue rasaain saat ini.
Tapi suatu saat pasti gue ceritain semuanya sama mamah pastinya,terus calon istri yang paling utama sih sama Allah SWT.Karena bagi gue Allah itu nomer satu di hati gue dan keluarga nomer dua,terus calon istri nomer tiga teman mungkin nomer sekian kayanya.

Oohhh iya ngomong-ngomong curhat emang apa sih yang mau gue curhatin saat ini nah itu dia,ini adalah tentang pekerjaan gue sih lebih tepatnya sih masalah uang gaji yang belum turun-turun juga sampai saat ini.Gak tau kenapa itu dunungan (bos) gue pura-pura lupa apa gimana gue gak tau cuma dia yang tau yang pasti gaji gue itu udah telat hampir satu bulan gila kan.
Sekarang aja udah bulan November tanggal 3 sementara gaji gue itu tanggal 8,nah itu berarti lima hari lagi dong menuju gajian,tapi yang bulan kemarin aja belum di turun nah apa kabar yang bulan sekarang.
For your informations ni ya jadi dudungan gue itu gak lain gak bukan adalah kakak ipar gue sendiri,mungkin pikir dia yeeaahhh karena ke adik ipar mungkin bayarnya entar-entar aja.Gak bisa gitu kalie gue kan di sini kerja,bukan cuma sekedar bantu-bantu alakadarnya gitu.Orang kerja itu berarti butuh uang yaitu gaji,iya kan jangan munafik kita semua kerja yang paling utama adalah uang pasti di mana pun itu.
Ini di luar ekspektasi gue sumpah waktu itu gie ngebayangin nya begini eehhhh tau nya malah begitu.Terkadang sih emang begitu Ekspektasi dan Realita itu gak sesuai dengan harapan kita dan ini terjadi sama gue beneran sumpah yaitu tadi tentang gaji gue itu.

Harapan gue sih kedepan nya bisa lebih baik lagi gak kaya begini gitu,kalau kaya begini terus gimana nasib gue kedepannya.
Makanya gue gak henti-hentinya selalu berdoa dan berdoa terus sama Allah gue serahkan semua urusan gue sama Allah biar di permudahkan semuanya amin......

Komentar

Postingan populer dari blog ini

PASIR LIMO 1075 MDPL SUNYI DAN KABUT SERTA KEINDAHAN YANG TERSEMBUNYI

"Sendiri di antara kabut dan bukit ketika alam memanggil untuk diam sejenak.” Beberapa hari setelah kunjungan saya ke Cisadon Badeur Lake , saya memutuskan untuk kembali ke kawasan yang sama yaitu ke Cisadon Badeur Lake melalui rute Megamendung Cipendawa ke Pondok Pemburu tetapi kali ini setelah dari Cisadon saya memutuskan untuk menuju Pasir Limo , yang berada di ketinggian ±1.075 mdpl. Karena saya sangat penasaran sekali akan tempat ini sehingga saya memutuskan untuk kesana sebelum akhirnya pulang.  Perjalanan masih familiar: melewati kebun kopi milik warga, tanjakan dan turunan perbukitan yang membuat napas kadang tertahan. Namun semuanya terasa ringan ketika alam menyambut dengan keheningan. Sesampainya di Pasir Limo, suasananya berbeda dengan pengalaman sebelumnya. Tidak ramai. Bahkan, saya sendirian. Hari itu saya sengaja datang di hari kerja agar bisa benar-benar menikmati ketenangan. Kabut tipis melingkupi bukit-bukit di sekeliling, menciptakan suasana seperti dunia yang...

DUA TAHUN DI RUMAH

Catatan Sunyi Tentang Kehilangan, Kesabaran, dan Menemukan Diri Lagi.  “Dua tahun lalu, aku tidak membayangkan hidupku akan berhenti secepat itu. Tapi kini aku mengerti—kadang hidup memang harus berhenti agar kita bisa memahami arah selanjutnya.” Tanggal 23 November nanti menandai tepat dua tahun aku berada di rumah. Dua tahun sejak aku mengambil keputusan besar atau mungkin lebih tepat disebut keharusan besar yang mengubah seluruh ritme hidupku. Keputusan yang bagi sebagian orang mungkin tampak biasa saja. Tapi untukku, itu adalah langkah yang mengguncang hidup, langkah yang penuh ketidakpastian, dan sampai sekarang masih menyisakan getaran di dalam dada. Dua tahun. Angka yang terdengar sederhana, tapi ternyata bisa menyimpan begitu banyak cerita. Sebelum Semua Berubah.  Jika aku memutar ulang hidupku sebelum dua tahun lalu, sebenarnya tidak ada yang benar-benar “istimewa”. Aku bangun pagi, bersiap, pergi bekerja, menghabiskan hari dengan tugas-tugas yang sudah kuhafal di lua...

Tektok Gunung Ciung Sentul City Bogor Jawa Barat

Melangkah Lagi• Pagi ini tepatnya hari sabtu tanggal 5 April 2025 pada pukul 05.10 WIB saya dengan yakin dan bismillah mulai melakukan kembali kegiatan yang memang sangat saya sukai sebenarnya. Kenapa? Karena kegiatan ini memang-memang sangat menyenangkan dan tentunya menyehatkan ya di samping itu kita dapat bonus juga bisa melihat pemandangan yang sangat indah yang sangat memanjakan mata tentunya. Dan yang pasti sambil berjalan di alam sambil berjemur pula, karena sinar mentari di kala pagi itu masih bagus untuk badan kita.  Begitu banyak manfaat yang bisa di dapatkan dari mendaki atau sekedar berjalan di alam ini. Selain membuat hati senang insyaallah juga bisa tenang dan damai tentunya. Karena tujuan berjalan di perbukitan atau alam terbuka itu tidak lain tidak bukan untuk mencari ketenangan. Tetapi realita berkata lain bukannya ketenangan yang saya dapatkan melainkan kebisingan rasa ramai dan tidak seperti biasanya. Saya lupa ini masih masa-masa libur lebaran orang-orang pasti ...

HIDUP HANYA SEKALI BAGIAN 10

Setelah sempat terhenti beberapa saat, akhirnya saya kembali dan mau melanjutkan jurnal saya ini. Ya senang sih rasanya kamu menjadi tempat kedua setelah tempat pertama untuk menumpahkan semuanya yaitu sama yang maha kuasa yaitu Allah SWT. Selain saya bercerita disini ya yang masih menjadi tempat favorit saya untuk bercerita ya sama Allah tentunya. Senang saja gitu tidak perlu takut saya itu tidak sendiri, selalu ada Allah yang selalu mendengar kapanpun dan dimanapun kita mau bercerita.🕊 Nah kembali lagi ke jurnal saya itu tentang Hidup Hanya Sekali, kali ini saya mau melanjutkan jurnal tersebut, dan sebelum melanjutkan mari kita melihat ulang merefleksikan kembali atau melihat ringkasan singkat mengenai jurnal saya yang sudah saya tuliskan di blog saya ini. 💻 Berikut ini ringkasan ulang dari tulisan jurnal saya sejauh ini, ada beberapa bagian sih. Mari kita membacanya kembali secara perlahan—seperti menyusuri kembali jejak langkah yang sudah kita tempuh sejauh ini🌙 Awal yang Berat....

SELAMAT TAHUN BARU ISLAM 1447 HIJRIAH

Tak terasa, kita kembali dipertemukan dengan bulan Muharram—bulan pertama dalam kalender Hijriah. Di tengah hiruk pikuk dunia yang terus bergerak, 1 Muharram hadir sebagai pengingat yang lembut: bahwa waktu terus berjalan, dan kita diajak untuk berjalan bersamanya—dengan hati yang lebih bersih, langkah yang lebih bijak, dan jiwa yang lebih kuat. Tahun Baru Islam bukan hanya tentang pergantian waktu. Ia adalah momen hijrah; momen untuk berpindah dari gelap menuju terang, dari lalai menuju sadar, dari hanya sekadar hidup menjadi lebih bermakna. "Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum sampai mereka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri." (QS. Ar-Ra’d: 11) Ayat ini menjadi pengingat, bahwa hijrah bukan hanya tentang berpindah tempat, tetapi tentang perubahan dari dalam diri. Kita punya kuasa untuk memperbaiki, memperbaharui, dan menata ulang hidup dengan seizin-Nya. Dalam sunyi malam 1 Muharram, mungkin banyak dari kita yang memilih diam. Bu...