Langsung ke konten utama

CERITA LEBARAN 2024

Malamnya Makan Mie Ala Korea•
Pertama-tama saya ingin mengucapkan selamat hari raya idul fitri 1445 Hijriah mohon maaf lahir dan batin bila mana ada salah dalam tutur kata selama ini. Dan saya baru sempat sekali menuliskan momen atau cerita lebaran saat ini di karenakan kondisi dan lain hal. Ada apa aja di momen lebaran tahun ini yang pasti sangat berbeda dari tahun ke tahunnya. Yang tentunya selalu membawa cerita dan kesan yang sangat mendalam karena ini hari kemenangan bagi kita semua seluruh umat islam yang ada di dunia ini.Oke langsung saja yuk hal apa saja yang saya lakukan di momen lebaran kemarin, ini dia saya akan bahas sedikit di bawah ini. 

Shalat Sunat Idul Fitri. 
Momen lebaran kemarin di mulai dengan shalat sunat Idul fitri yaitu tentunya di lakukan di pagi hari ya, sekitar pukul 06.00 WIB itu harus sudah di masjid. Dan biasanya selesai pukul 07.00 WIB ya kurang lebih satu jam an biasa di daerah saya. Mungkin di setiap daerah akan berbeda mengenai waktunya hanya saja di daerah saya biasa ya seperti itu, sekitar jam 7 pagi sudah bubar semuanya dari masjid.Itu menandakan bahwa shalat sunat Idul fitri pun sudah selesai, tidak lupa saling bersalam-salaman bermaaf-maafan satu sama lain sebelum akhirnya pulang ke rumah menemui keluarga.

Keliling Di kampung. 
Setelah selesai shalat sunat Idul fitri, biasanya saya langsung pulang ke rumah lalu menemui mamah serta bapak keluarga yang lain untuk saling memaafkan. Yang lebih utama sih mamah sama bapak tentunya beribu maaf pun mungkin tidak cukup karena hingga saat ini saya masih merasa belum berguna belum benar-benar bisa membahagiakan mereka berdua. Maafkan anakmu ini yang belum bisa membahagiakan kalian berdua sehat-sehat selalu ya mamah bapak.
Setelah saling bermaaf-maafan bersama keluarga, ada tradisi atau kebiasaan yang biasa dilakukan oleh keluarga kami di saat momen lebaran tiba. Kebiasaan apakah itu? Kebiasaan mengunjungi atau keliling ke rumah-rumah tetangga di sekitaran kampung tempat saya berada saat ini. Karena mengingat untuk sebagian rumah-rumah yang terdekat dari rumah saya itu masih bisa di bilang memiliki hubungan keluarga dulunya yang intinya bukan orang asing lah. Ya meskipun sekarang udah pada gak ada sebagian. Yang jelas di dekat rumah saya itu banyak sekali dulu tu rumah yang saya sebut rumah uwa, di atas rumah uwa, di bawah rumah uwa, pokoknya uwa-uwa dan uwa, bahkan di samping rumah saya pun masih rumah uwa, itu kakak dari mamah saya salah satu kerabat dekat yang memang masih ada hingga sekarang.Jadi rumah mamah saya sama rumah uwa itu saling berdekatan satu sama lain.Dari dulu itu di belakang rumah masih ada halaman buat bermain tempat nimba air bahkan sampai ada saung dan ada tungku kayu bakar masih ingat saat itu. Dan sekarang berubah drastis halaman di belakang rumah berubah menjadi sebuah rumah yaitu rumah teteh anak pertama dari uwa. Kenangan saat itu terkubur sudah dan akan selalu menjadi kenangan yang akan selalu di kenang sampai kapanpun.

Ziarah Kubur. 
Setelah selesai berkeliling saya pun kembali ke rumah beserta keluarga yang lain, sembari menunggu kerabat yang mau datang ke rumah seperti teteh yang tinggal di Bojong Sukaraja Bogor sana, atau mas Anto yang dari Cirang-rang biasanya mereka suka datang ke rumah.Nah biasanya saya minum dulu sejenak sembari memakan beberapa kue-kue ringan sebelum akhirnya untuk melanjutkan ziarah kubur. 

Ziarah adalah salah satu praktik sebagian besar umat beragama yang memiliki makna moral yang penting. Kadang-kadang ziarah dilakukan ke suatu tempat yang suci dan penting bagi keyakinan dan iman yang bersangkutan. Tujuannya adalah untuk mengingat kembali, meneguhkan iman atau menyucikan diri. Orang yang melakukan perjalanan ini disebut peziarah.Sumber Wikipedia. 

Ziarah kubur biasa di lakukan di saat momen lebaran tiba. Jadi wajar saja kalau di saat lebaran TPU selalu ramai di kunjungi orang-orang yang ingin melakukan ziarah. Guna mengunjungi atau mendoakan kerabat keluarga yang sudah tiada.Sama halnya seperti saya sendiri yang ingin mendoakan almarhum kakak saya dan almarhumah nenek saya yang sudah tiada.Untuk ziarah kubur saat ini saya hanya seorang diri saja, di karenakan keluarga yang lain masih harus berkeliling dan menemui kerabat keluarga yang lain.

Indomaret Simpang Tilu. 
Setelah selesai ziarah kubur saya langsung bergegas menuju Indomaret karena memang ada sesuatu yang harus di beli dan yang pasti tentunya sekalian ngadem juga karena cuaca di luar saat itu memang sangat cerah sekali.Seolah alam pun senang akan hari itu hari kemenangan hari yang fitri hari yang mulia dan baik bagi semua.
Kebetulan sekali tidak jauh dari tempat ziarah kubur saat itu ada sebuah mini market yang memang baru buka banget demi menyambut momen hari raya mungkin ya.Dan indomaret ini tepat berada di samping TPU makam pari, ini minimarket pertama di jalan Desa Cilember.

Korean Clay Pot Ramyun. 
Setelah seharian bertebaran dari mulai shalat sunat idul fitri di pagi hari, lalu berkeliling menemui sanak sodara dan keluarga bahkan hingga ziarah kubur sampai ngadem di indomaret karena cuaca sangat panas sekali saat itu.Selesai dari Indomaret saya langsung pulang lalu langsung makan siang karena perut sangat lapar sekali. Dan setelah makan biasa rasa kantuk pun menyerang.Biasa ya di momen lebaran pertama pasti siang harinya selalu ngantuk dan akhirnya malah tidur.
Hingga malam pun tiba akhirnya rasa lapar pun menyerang kembali. Bingung mau makan apa akhirnya saya memutuskan untuk memasak mie ala Korea yaitu Korean Clay Pot Ramyun. Ini pengalaman pertama saya makan mie ala Korea dengan cita rasa dan porsi yang menurut saya banyak banget untuk ukuran satu porsi mie instan. Kalau di bandingkan dengan ukuran mie instan di Indonesia seperti indomie atau mie sedap, Korean Clay Pot Ramyun ini menurut saya agak sedikit besar ya dan banyak tebtunya untuk saya sendiri yang memang jarang sekali makan mie.

Supaya lebih menarik dan menggugah selera saya tambahkan beberapa bahan tambahan seperti sosis dan sayuran seperti kol dan tidak lupa tambahkan cabe rawit. Dan mie Korea pun siap untuk di santap dan lebih enak memang selagi masih panas biar makin terasa sensasinya ala Korea seperti di drama-drama atau series korea. Akhirnya selama ini saya hanya melihat di drama-drama Korea saja, dan tepat di momen lebaran kemarin saya langsung menikmati semangkuk mie ala Korea langsung di rumah, dan tentunya rasanya sangat enak seperti mie instan pada umumnya dengan cita rasa kuah yang khas ala negeri gingseng tentunya gurih dan mie nya yang kenyal. Cukup membuat rasa penasaran saya terobati dan setidaknya akhirnya saya bisa tidur nyenyak.

Sekian cerita lebaran singkat saya di 2024 ini, iya sebuah cerita yang sangat sederhana namun sangat bermakna. Tetap selalu bercerita di manapun kamu berada, selamat hari raya idul fitri mohon maaf lahir dan batin semuanya.


Follow Me On. 
Facebook : Bagus Sandali
Twitter : @sandali__
Instagram :


#lebaran2024 #momenlebaran
#ceritalebaran 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

PASIR LIMO 1075 MDPL SUNYI DAN KABUT SERTA KEINDAHAN YANG TERSEMBUNYI

"Sendiri di antara kabut dan bukit ketika alam memanggil untuk diam sejenak.” Beberapa hari setelah kunjungan saya ke Cisadon Badeur Lake , saya memutuskan untuk kembali ke kawasan yang sama yaitu ke Cisadon Badeur Lake melalui rute Megamendung Cipendawa ke Pondok Pemburu tetapi kali ini setelah dari Cisadon saya memutuskan untuk menuju Pasir Limo , yang berada di ketinggian ±1.075 mdpl. Karena saya sangat penasaran sekali akan tempat ini sehingga saya memutuskan untuk kesana sebelum akhirnya pulang.  Perjalanan masih familiar: melewati kebun kopi milik warga, tanjakan dan turunan perbukitan yang membuat napas kadang tertahan. Namun semuanya terasa ringan ketika alam menyambut dengan keheningan. Sesampainya di Pasir Limo, suasananya berbeda dengan pengalaman sebelumnya. Tidak ramai. Bahkan, saya sendirian. Hari itu saya sengaja datang di hari kerja agar bisa benar-benar menikmati ketenangan. Kabut tipis melingkupi bukit-bukit di sekeliling, menciptakan suasana seperti dunia yang...

GUA MARIA PEMANDIAN ALAM ANJUNGAN KABUPATEN MEMPAWAH KALIMANTAN BARAT

Mencoba sesuatu hal yang baru itu memang menyenangkan,seru pastinya dan harus di coba biar kita tau rasanya itu seperti apa,dan ini menjadi penutup perjalanan gue di Bulan April ini.Seperti halnya yang baru gue coba sekitar tiga hari yang lalu sesuai dengan janji gue di cerita yang sebelumnya  Kolam Renang Tirta Indah Mempawah  tentang berenang di tempat yang beda bener-bener beda dari biasaya,dengan air alami langsung dari sumber mata air dari atas bukit. Di manakah itu penasaran bukan,yang pasti kalian gak penasaran lagi karena udah ada judul di atas tertulis begitu jelas haha,iya dimana lagi kalau bukan di Gua Maria Anjungan .Kalie Ini KUDUJALAN.COM akan mengajak kalian semua menyambangi atau melihat atau mengexplore Gua Maria yang begitu bersejarah di Kalimantan Barat ini.Lokasinya pun tidak begitu jauh dari jalan raya Anjongan-Mandor,dan akses menuju Guanya pun sangat-sangatt mudah banget pokoknya rekomend buat kalian yang belum pernah kesini.Oke langsung aja y...

Segarnya Air Pemandian Alam Gua Maria Anjungan Kalimantan Barat

Pemandian Alam Anjungan. GM begitu masyarakat lokal sini menyebutnya, iya GM adalah Gua Maria yang terletak di Kecamatan Anjongan Kabupaten Mempawah Kalimantan Barat .Gua maria ini adalah salah satu tempat wisata religi untuk umat Katolik.Dan selain untuk tempat beribadah atau Ziarah Gua Maria juga menyediakan pemandian alam dengan kesegaran airnya yang memang tidak perlu di ragukan lagi.Bersumber langsung dari mata air pegunungan atau perbukitan di kawasan Anjongan sehingga kolam renang atau pemandian alam Gua Maria memang jelas terasa segar dinginnya terlebih kalau di saat musim penghujan air lumayan cukup deras.Lain halnya di kala musim panas atau kemarau air akan terasa lebih surut dari biasanya. Selain kesegaran airnya serta lokasi yang memang sangat mudah di jangkau, ada satu hal lagi yang memang menjadikan Pamandian alam Gua Maria yang selalu jadi pilihan utama di hati masyarakat Anjungan dan sekitarnya ini adalah HTM atau harga tiket masuknya yang memang sangat terj...

Kebun Binatang RAGUNAN Jakarta Selatan

Masih sama ini mungkin lanjutan dari yang waktu di Kota Tua itu.Kalie ini gue mau sedikit share juga mengenai kebun binatang yang ada di Jakarta ini this is RAGUNAN... Pernah gak kalian ngunjungin tempat wisata tapi kalian sendiri tanpa temen tanpa rombongan apapun itu,bener-bener sendiri.Nah gue pernah dan bahkan ada rasa atau sensasi tersendiri ketimabang banyakan gitu seperti pada saat gue berkunjung ke Ragunan,yeeaaahh kebun binatang yang ada di jakarta ini membuat gue penasaran,penasarannya kenapa? Pensaran akan binatang-binatang atau satwa yang ada di dalamnya,dan penasaran dengan harga tiket nya yang semurah itu,waktu itu sih 2013 kalau gak salah masih 3500 harga tiketnya.Dan sekarang katanya udah mengalami perubahan,tiket sekarang itu udah kaya semacam e-tiket busway menurut gue harus di isi ulang,kita beli kartunya seharga 40 ribu dan di kartu nya itu biasanya ada saldonya gitu. Yapppzzzzz cukup ngomongin harga tiketnya,dan sekarang gue mau ceritain bagaimana bisa gue  k...

Bukit Daolong Via Gunung Ciung

Tektok Lagi• Saat itu pagi hari saya dengan yakin sepenuh hati untuk melangkah lagi. Dengan penuh rasa bahagia yang menemani setiap langkah demi langkah dan membawa saya kembali ke sebuah tempat di mana saya bisa mengutarakan berbagai imajinasi, mengeluarkan dan menghempaskan sesuatu yang memang janggal dan mengganjal di dalam diri serta pencarian jati diri.  Selamat datang kembali di Sentul City tepatnya di Gunung Ciung, bukan hanya Gunung Ciung melainkan saya akan menuju sebuah bukit yang indah di kawasan Sentul City. Dan saya akan melewati beberapa bukit atau puncak untuk sampai di bukit yang indah tersebut. Serta beberapa spot baru yang bisa di gunakan sekaligus dalam satu pendakian yang tentunya sudah bekerja sama dengan pihak pengelola Gunung Ciung. Dan masih banyak lagi tentunya kalau mau di bahas satu per satu, langsung saja ikutin perjalanan saya kali ini di Bukit Daolong Sentul City.  Basecamp Gunung Ciung Tepat pukul 07.30 WIB saya sampai di Basecamp Gunung Ciung, i...