Langsung ke konten utama

PILIHAN HIDUP


Kendali Ada di Tangan Lo

Tanpa terasa waktu berjalan begitu cepat,kita baru saja mengawali hari yang baru di bulan yang baru serta di tahun yang baru dengan harapan-harapan yang semestinya lebih baik baik dari tahun sebelumnya.Dan tanpa kita sadari kita sudah sampai di penghujung bulan Januari.Iya satu bulan kita berhasil melewati hari-hari yang bisa di bilang memang tidak mudah segala sesuatunya masih sama saja menurut gue entahlah tiada bedanya.
Walaupun begitu kita harus tetap menjalani kehidupan kita seperti biasanya.Selama mentari masih terbit dari timur dan selama nafas gue masih menemani umur itu tandanya kehidupan masih harus tetap berjalan seperti biasa.Dengan segala kesulitan-kesulitan serta rintangan-rintangan yang ada gue melangkah pasti dengan yakin kalau gue bisa menghadapi semuanya.
Dan gue percaya dengan kata-kata "hidup lo itu ya ada di tangan lo sendiri,bukan orang lain,intinya kendali ada di tangan lo".Dan ternyata memang benar,gue baru menyadari itu saat ini dan gue berhak atas hidup gue kemana pun itu selama masih kearah yang lebih baik.Orang lain memang boleh menentukan hidup seseorang harus beginilah harus begitulah tapi balik lagi kediri sendiri karena kendali ada diri sendiri bukan orang lain.
Dan jujur gue paling gak suka kalau udah di atur-atur sama orang terlebih itu bukan siapa-siapa gue.Gue jadi berpikir kaya hidup gue itu dimata dia itu selalu salah dan harus menerapkan cara hidupnya dia,menurut gue sih itu suatu kesalahan yang besar.Masalahnya orang tua gue sendiri aja gak pernah ngatur-ngatur tentang hidup gue.Karena mereka juga sudah tahu dan paham,tentang langkah apa saja yang mesti gue ambil.Gue yakin seorang Bapak atau Mamah pasti tahu karakteristik seorang anaknya itu seperti apa.Bukan berarti gue merasa sok pintar atau apa tapi bagaimana ya untuk seseorang yang sudah berhasil melewati masa-masa usia seperempat abad yaitu 25 tahun dan sekarang gue udah menginjak 26 tahun yaitu usia tersebut bukan terbilang muda lagi menurut gue dan kalian pun pasti pahamlah maksud gue terlebih buat kalian-kalian yang sudah melewati usia-usia seperempat abad seperti gue.Dan tidak perlu di pertanyakan kembali di usia tersebut gue sudah bisa membedakan mana yang baik mana yang buruk.
Sedikit uneg-uneg atau perasaan yang janggal di dalam hati yang selama ini gue simpan.Walau sebenarnya memang gak baik menyimpan sesuatu hal didalam hati apa lagi sampai berlarut-larut seperti ini.Dua bulan memang bukan waktu yang sebentar,tampa terasa sekarang gue ada disini kembali yaitu di sebuah pulau yang ada di Indonesia yaitu pulau Kalimantan.Ini memang keputusan terbesar gue dan gue juga sudah siap dengan konsekuensi kedepannya atas keputusan yang gue ambil saat ini.Gue juga percaya gak ada keputusan yang 100% perfect banget tanpa masalah apapun kedepannya,semua pasti ada plus minusnya percaya deh.



Dan mengenai soal keputusan,keputusan terbesar yang pernah gue ambil adalah resign dari tempat kerja gue sebelumnya yaitu yang di Sentul City Bogor Jawa Barat.Bukan tanpa alasan semua pasti ada sebab asal muasal kenapa gue mengembil keputusan tersebut dan sampai pada akhirnya gue ada disini kembali.
Tidak mudah memang kita harus rela meninggalkan pekerjaan serta teman-tenan yang ada di Sentul City.Intinya berani bersikap itu sudah menandakan siapa diri lo yang sebenarnya.Kalau boleh jujur ternyata selama di Sentul City itu memang sakit sih benar-benar sakit.Tidak ada yang salah memang,mungkin ini sudah menjadi bagian dari perjalanan hidup gue.Jadikan sebagai pelajaran ambil sisi baiknya buang sisi buruknya.
10 bulan bukan waktu yang sebentar kurang dari dua bulan lagi sudah menjadi satu tahun.Iya hampir satu tahun gue menjalani kehidupan di Sentul City yang penuh kepalsuan,tekanan,perdebatan serta drama yang tiada hentinya dan menurut gue semua itu tidak ada gunanya sama sekali.Buang-buang waktu saja lebih baik pergunakan waktu sebaik mungkin.
Tidak banyak sih yang bisa gue tuliskan saat ini,hanya sepenggalnya saja point-point yang masih gue ingat karena mengingat sudah dua bulan silam.Iya dua bulan lalu gue pergi atas keputusan yang gue ambil saat itu untuk resign dari Sentul City dan kembali kesini yaitu ke Kalimantan Barat.Mudah-mudahan ini adalah pilihan yang terbaik dari terbaik.Gue percaya rezeki seseorang itu sudah di atur sama yang maha kuasa,asal kita mau berusaha dan melangkah intinya ikhtiar insya Allah yakin deh.Karena berdoa tanpa melakukan aksi itu adalah sesuatu hal yang tabu menurut gue,jadi usahalah sembari dibarengi dengan doa yang tulus dari lubuk hati yang paling dalam.Percayalah Allah selalu ada bersama kita dimanapun kita berada jadi jangan pernah putus untuk selalu berdoa-berdoa dan berdoa oke.
Mengenai perjalanan gue kesini dari Bogor ke Pontianak nanti bakalan gue tulis juga di blog gue ini.Karena perjalanan kemarin memang sangat-sangat berbeda terlebih di masa-masa pandemi seperti ini.Penasaran bukan,sampai ketemu di cerita gue selanjutnya salam...
Terimakasih..


Mempawah-Kalimantan Barat.
Follow Me on
IG:@hi.gus__

Komentar

Postingan populer dari blog ini

PASIR LIMO 1075 MDPL SUNYI DAN KABUT SERTA KEINDAHAN YANG TERSEMBUNYI

"Sendiri di antara kabut dan bukit ketika alam memanggil untuk diam sejenak.” Beberapa hari setelah kunjungan saya ke Cisadon Badeur Lake , saya memutuskan untuk kembali ke kawasan yang sama yaitu ke Cisadon Badeur Lake melalui rute Megamendung Cipendawa ke Pondok Pemburu tetapi kali ini setelah dari Cisadon saya memutuskan untuk menuju Pasir Limo , yang berada di ketinggian ±1.075 mdpl. Karena saya sangat penasaran sekali akan tempat ini sehingga saya memutuskan untuk kesana sebelum akhirnya pulang.  Perjalanan masih familiar: melewati kebun kopi milik warga, tanjakan dan turunan perbukitan yang membuat napas kadang tertahan. Namun semuanya terasa ringan ketika alam menyambut dengan keheningan. Sesampainya di Pasir Limo, suasananya berbeda dengan pengalaman sebelumnya. Tidak ramai. Bahkan, saya sendirian. Hari itu saya sengaja datang di hari kerja agar bisa benar-benar menikmati ketenangan. Kabut tipis melingkupi bukit-bukit di sekeliling, menciptakan suasana seperti dunia yang...

DUA TAHUN DI RUMAH

Catatan Sunyi Tentang Kehilangan, Kesabaran, dan Menemukan Diri Lagi.  “Dua tahun lalu, aku tidak membayangkan hidupku akan berhenti secepat itu. Tapi kini aku mengerti—kadang hidup memang harus berhenti agar kita bisa memahami arah selanjutnya.” Tanggal 23 November nanti menandai tepat dua tahun aku berada di rumah. Dua tahun sejak aku mengambil keputusan besar atau mungkin lebih tepat disebut keharusan besar yang mengubah seluruh ritme hidupku. Keputusan yang bagi sebagian orang mungkin tampak biasa saja. Tapi untukku, itu adalah langkah yang mengguncang hidup, langkah yang penuh ketidakpastian, dan sampai sekarang masih menyisakan getaran di dalam dada. Dua tahun. Angka yang terdengar sederhana, tapi ternyata bisa menyimpan begitu banyak cerita. Sebelum Semua Berubah.  Jika aku memutar ulang hidupku sebelum dua tahun lalu, sebenarnya tidak ada yang benar-benar “istimewa”. Aku bangun pagi, bersiap, pergi bekerja, menghabiskan hari dengan tugas-tugas yang sudah kuhafal di lua...

Tektok Gunung Ciung Sentul City Bogor Jawa Barat

Melangkah Lagi• Pagi ini tepatnya hari sabtu tanggal 5 April 2025 pada pukul 05.10 WIB saya dengan yakin dan bismillah mulai melakukan kembali kegiatan yang memang sangat saya sukai sebenarnya. Kenapa? Karena kegiatan ini memang-memang sangat menyenangkan dan tentunya menyehatkan ya di samping itu kita dapat bonus juga bisa melihat pemandangan yang sangat indah yang sangat memanjakan mata tentunya. Dan yang pasti sambil berjalan di alam sambil berjemur pula, karena sinar mentari di kala pagi itu masih bagus untuk badan kita.  Begitu banyak manfaat yang bisa di dapatkan dari mendaki atau sekedar berjalan di alam ini. Selain membuat hati senang insyaallah juga bisa tenang dan damai tentunya. Karena tujuan berjalan di perbukitan atau alam terbuka itu tidak lain tidak bukan untuk mencari ketenangan. Tetapi realita berkata lain bukannya ketenangan yang saya dapatkan melainkan kebisingan rasa ramai dan tidak seperti biasanya. Saya lupa ini masih masa-masa libur lebaran orang-orang pasti ...

HIDUP HANYA SEKALI BAGIAN 10

Setelah sempat terhenti beberapa saat, akhirnya saya kembali dan mau melanjutkan jurnal saya ini. Ya senang sih rasanya kamu menjadi tempat kedua setelah tempat pertama untuk menumpahkan semuanya yaitu sama yang maha kuasa yaitu Allah SWT. Selain saya bercerita disini ya yang masih menjadi tempat favorit saya untuk bercerita ya sama Allah tentunya. Senang saja gitu tidak perlu takut saya itu tidak sendiri, selalu ada Allah yang selalu mendengar kapanpun dan dimanapun kita mau bercerita.🕊 Nah kembali lagi ke jurnal saya itu tentang Hidup Hanya Sekali, kali ini saya mau melanjutkan jurnal tersebut, dan sebelum melanjutkan mari kita melihat ulang merefleksikan kembali atau melihat ringkasan singkat mengenai jurnal saya yang sudah saya tuliskan di blog saya ini. 💻 Berikut ini ringkasan ulang dari tulisan jurnal saya sejauh ini, ada beberapa bagian sih. Mari kita membacanya kembali secara perlahan—seperti menyusuri kembali jejak langkah yang sudah kita tempuh sejauh ini🌙 Awal yang Berat....

SELAMAT TAHUN BARU ISLAM 1447 HIJRIAH

Tak terasa, kita kembali dipertemukan dengan bulan Muharram—bulan pertama dalam kalender Hijriah. Di tengah hiruk pikuk dunia yang terus bergerak, 1 Muharram hadir sebagai pengingat yang lembut: bahwa waktu terus berjalan, dan kita diajak untuk berjalan bersamanya—dengan hati yang lebih bersih, langkah yang lebih bijak, dan jiwa yang lebih kuat. Tahun Baru Islam bukan hanya tentang pergantian waktu. Ia adalah momen hijrah; momen untuk berpindah dari gelap menuju terang, dari lalai menuju sadar, dari hanya sekadar hidup menjadi lebih bermakna. "Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum sampai mereka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri." (QS. Ar-Ra’d: 11) Ayat ini menjadi pengingat, bahwa hijrah bukan hanya tentang berpindah tempat, tetapi tentang perubahan dari dalam diri. Kita punya kuasa untuk memperbaiki, memperbaharui, dan menata ulang hidup dengan seizin-Nya. Dalam sunyi malam 1 Muharram, mungkin banyak dari kita yang memilih diam. Bu...