Langsung ke konten utama

CITA RASA TUMIS DAUN BUAS


Menu Santap Siang
Selamat pagi menjelang siang karena waktu menunjukan pukul 10.02 WIB,tepat di mana gue memulai menuliskan kembali apa yang gue alamin baru-baru ini,untuk di tuangkan semuanya kedalam sebuah blog ini.Dan sekarang ini ada yang berbeda di kudujalan.com ini,kenapa berbeda soalnya kalie ini gue bakalan ngebahas sesuatu hal yang dekat banget dengan kehidupan kita bahkan keberadaannya memang sangat di butuhkan bagi setiap manusia dimanapun itu berada.Bukan tentang jalan-jalan bukan pula tentang cerita-cerita pribadi gue.Berhubung di kudujalan.com ini baru mempunyai dua label yaitu My Story sama Jalan-jalan,dan kemarin-kemarin itu gue sempat berfokus di label jalan-jalan nya,karena pada waktu kemarin juga gue sering melakukan perjalanan.Alhasil gue post artikel tentang jalan-jalan terus versi kudujalan.com.Nah berkat kemarin gue post artikel mengenai cabe rawit,di situ gue bener-bener kaya mendapatkan ilham atau kaya mendapatkan pencerahan gitu berjuta ide muncul dah pokoknya.Nah dengan mengucapkan bismillah gue bakalan menambah label lagi yaitu tentang "makan-makan".Menarik bukan karena kalau bikin blog tentang tips-tips itu kan udah banyak ya di luaran sana,tak terkecuali tentang makanan atau kulineran juga sih banyak sebenernya.Tapi semua itu gak masalah menurut gue,karena setiap orang itu punya ciri khas nya masing-masing,so jangan pernah takut untuk mencoba sesuatu hal yang baru.
Seperti artikel yang mau gue tulis ini mengenai makanan yang gue makan sehari-hari mungkin bisa jadi,dan makanan yang mau gue post di blog ini bukan makanan-makanan luar seperti di restoran atau kafe-kafe,rumah makan dan lain sebagainya.Kedepananya sih rencana bakalan nge post makanan di luaran sana juga karena kalian tau sendiri di Indonesia ini kaya akan ragam kulinernya dari Sabang sampai Merauke.Nah untuk postingan pertama gue kalie ini gue akan memulainya dari makanan yang ada di rumah yang selalu kita makan setiap harinya.Kalian juga pasti pernah makan di rumah,gak mungkin deh kalau kalian makan setiap hari di luar,ya mungkin saja sih bagi mereka-mereka yang memang terbiasa dan mampu makan di luar.


Oke sesuai dengan judul yang di atas Tumis daun buas,dari namanya sih memang sedikit agak serem ya tapi rasanya gak seseram namanya kok,ya memang sih agak sedikit pahit ya menurut gue,dan mungkin gue juga belum terbiasa dengan tumisan daun buas tersebut.Terlebih lidah gue lidah sunda,mungkin perlu penyesuaian aja mungkin ya,dan mau lidah sunda atau lidah apapun itu jangan jadi suatu alasan atau pembatas untuk mencoba cita rasa khas Nusantara karena kita sebagai bangsa Indonesia patut berbangga dengan kekayaan akan ragam kulinernya,seperti yang gue makan ini.

Sayur bayam 
Selain ada tumis daun buas di situ juga ada teman-teman nya seperti sayur bayam bening dengan jagung wow itu favorit gue bangett dari zaman kecil sampe sekarang.Dan ada ikan-ikan lainya juga seperti ikan asin Sepat,ikan Lele goreng,sama ikan kembung,dan satu lagi ada telor asin juga menjadi pelengkap santap siang gue waktu itu.
Dari beberapa lauk dan sayur yang tersaji itu kurang lengkap kalau belum ada sambal,nah iya keberadaan sambal itu memang sangat vital mungkin ya karena hampir semua orang itu suka sambal termasuk gue.Dan makan kalau tanpa sambal itu seperti kita pergi kekondangan tanpa gandengan haduuuhhh rasanya gimana gitu hambar,kalau kata orang-orang kebnyakan sih seperti sayur tanpa garam mungkin begitu ya.Rasanya sepi sunyi tanpa ada seuhah-seuhahh kalau kata orang Sunda mah hahah,gak serulah pokoknya,tapi sesuka apapun kita terhadap sambal harus tetap di batasi jangan sampai berlebih-lebihan karena tidak baik juga buat kesehatan.

Kerupuk garing
Sayur,lauk,sambal sudah semua di bahas nah ada satu hal lagi atau ritual favorit saat makan,apa coba yang kalau di gigit itu menimbulkan bunyi kriuk-kiruk gurih-gurih enyoy hahah,apa lagi kalau bukan KERUPUK haduuuhh makan yang satu ini juga bisa di bilang menjadi teman sejati nasi kalie ya,karena di manapun itu pasti selalu ada kerupuk.Dan termasuk gue sendiri sangat suka akan kerupuk karena cita rasa nya yang gurih,garing pokoknya pengen terus,terus dan terus apa lagi kalau di cocol pake sambal itu mantappp bangetttt sumpah kesukaan gue bangett.

Selamat makan
Itulah santap siang gue guys dengan menu sederhana ala-ala rumahan yang menurut gue nikmat bangettt,dan unik pastinya,kenapa unik karena yang masaknya itu orang Melayu sini,asli Mempawah Kalimantan Barat.Ada rasa-rasa melayu nya haha lain rasanya dengan masakan yang asli orang Jawa,ada perbedaanya lah tapi meskipun berbeda keduannya tetap sama-sama enak dan menggugah selera.Jujur gue sangat bangga menjadi Indonesia karena Indonesia itu kaya akan sumber daya alamnya,kaya akan pariwisatanya,kaya akan adat istiadatnya,kaya akan ragam KULINERNYA.
Seperti makanan atau kuliner rumahan yang gue tulis ini semoga bermanfaat buat kalian semua atau kalian mau membuat juga makanan seperti yang gue makan silahkan.Karena bisa di bilang sangat sederhana dan mudah di dapat layaknya makanan-makanan rumaham pada umumnya.
Oke guys itu dia review makanan rumahan versi gue yaitu kudujalan.com.Sangat bangga bisa menuliskan semua ini karena dengan adanya pembahasan atau artikel tentang mengenai makanan semoga bisa jadi pelengkap langkah kudujalan.com buat kedepanya amin.Sampai ketemu di cetita gue selanjutnya ya guys,terimakasih....😁😁🙏🙏

Komentar

Postingan populer dari blog ini

PASIR LIMO 1075 MDPL SUNYI DAN KABUT SERTA KEINDAHAN YANG TERSEMBUNYI

"Sendiri di antara kabut dan bukit ketika alam memanggil untuk diam sejenak.” Beberapa hari setelah kunjungan saya ke Cisadon Badeur Lake , saya memutuskan untuk kembali ke kawasan yang sama yaitu ke Cisadon Badeur Lake melalui rute Megamendung Cipendawa ke Pondok Pemburu tetapi kali ini setelah dari Cisadon saya memutuskan untuk menuju Pasir Limo , yang berada di ketinggian ±1.075 mdpl. Karena saya sangat penasaran sekali akan tempat ini sehingga saya memutuskan untuk kesana sebelum akhirnya pulang.  Perjalanan masih familiar: melewati kebun kopi milik warga, tanjakan dan turunan perbukitan yang membuat napas kadang tertahan. Namun semuanya terasa ringan ketika alam menyambut dengan keheningan. Sesampainya di Pasir Limo, suasananya berbeda dengan pengalaman sebelumnya. Tidak ramai. Bahkan, saya sendirian. Hari itu saya sengaja datang di hari kerja agar bisa benar-benar menikmati ketenangan. Kabut tipis melingkupi bukit-bukit di sekeliling, menciptakan suasana seperti dunia yang...

DUA TAHUN DI RUMAH

Catatan Sunyi Tentang Kehilangan, Kesabaran, dan Menemukan Diri Lagi.  “Dua tahun lalu, aku tidak membayangkan hidupku akan berhenti secepat itu. Tapi kini aku mengerti—kadang hidup memang harus berhenti agar kita bisa memahami arah selanjutnya.” Tanggal 23 November nanti menandai tepat dua tahun aku berada di rumah. Dua tahun sejak aku mengambil keputusan besar atau mungkin lebih tepat disebut keharusan besar yang mengubah seluruh ritme hidupku. Keputusan yang bagi sebagian orang mungkin tampak biasa saja. Tapi untukku, itu adalah langkah yang mengguncang hidup, langkah yang penuh ketidakpastian, dan sampai sekarang masih menyisakan getaran di dalam dada. Dua tahun. Angka yang terdengar sederhana, tapi ternyata bisa menyimpan begitu banyak cerita. Sebelum Semua Berubah.  Jika aku memutar ulang hidupku sebelum dua tahun lalu, sebenarnya tidak ada yang benar-benar “istimewa”. Aku bangun pagi, bersiap, pergi bekerja, menghabiskan hari dengan tugas-tugas yang sudah kuhafal di lua...

Tektok Gunung Ciung Sentul City Bogor Jawa Barat

Melangkah Lagi• Pagi ini tepatnya hari sabtu tanggal 5 April 2025 pada pukul 05.10 WIB saya dengan yakin dan bismillah mulai melakukan kembali kegiatan yang memang sangat saya sukai sebenarnya. Kenapa? Karena kegiatan ini memang-memang sangat menyenangkan dan tentunya menyehatkan ya di samping itu kita dapat bonus juga bisa melihat pemandangan yang sangat indah yang sangat memanjakan mata tentunya. Dan yang pasti sambil berjalan di alam sambil berjemur pula, karena sinar mentari di kala pagi itu masih bagus untuk badan kita.  Begitu banyak manfaat yang bisa di dapatkan dari mendaki atau sekedar berjalan di alam ini. Selain membuat hati senang insyaallah juga bisa tenang dan damai tentunya. Karena tujuan berjalan di perbukitan atau alam terbuka itu tidak lain tidak bukan untuk mencari ketenangan. Tetapi realita berkata lain bukannya ketenangan yang saya dapatkan melainkan kebisingan rasa ramai dan tidak seperti biasanya. Saya lupa ini masih masa-masa libur lebaran orang-orang pasti ...

HIDUP HANYA SEKALI BAGIAN 10

Setelah sempat terhenti beberapa saat, akhirnya saya kembali dan mau melanjutkan jurnal saya ini. Ya senang sih rasanya kamu menjadi tempat kedua setelah tempat pertama untuk menumpahkan semuanya yaitu sama yang maha kuasa yaitu Allah SWT. Selain saya bercerita disini ya yang masih menjadi tempat favorit saya untuk bercerita ya sama Allah tentunya. Senang saja gitu tidak perlu takut saya itu tidak sendiri, selalu ada Allah yang selalu mendengar kapanpun dan dimanapun kita mau bercerita.🕊 Nah kembali lagi ke jurnal saya itu tentang Hidup Hanya Sekali, kali ini saya mau melanjutkan jurnal tersebut, dan sebelum melanjutkan mari kita melihat ulang merefleksikan kembali atau melihat ringkasan singkat mengenai jurnal saya yang sudah saya tuliskan di blog saya ini. 💻 Berikut ini ringkasan ulang dari tulisan jurnal saya sejauh ini, ada beberapa bagian sih. Mari kita membacanya kembali secara perlahan—seperti menyusuri kembali jejak langkah yang sudah kita tempuh sejauh ini🌙 Awal yang Berat....

SELAMAT TAHUN BARU ISLAM 1447 HIJRIAH

Tak terasa, kita kembali dipertemukan dengan bulan Muharram—bulan pertama dalam kalender Hijriah. Di tengah hiruk pikuk dunia yang terus bergerak, 1 Muharram hadir sebagai pengingat yang lembut: bahwa waktu terus berjalan, dan kita diajak untuk berjalan bersamanya—dengan hati yang lebih bersih, langkah yang lebih bijak, dan jiwa yang lebih kuat. Tahun Baru Islam bukan hanya tentang pergantian waktu. Ia adalah momen hijrah; momen untuk berpindah dari gelap menuju terang, dari lalai menuju sadar, dari hanya sekadar hidup menjadi lebih bermakna. "Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum sampai mereka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri." (QS. Ar-Ra’d: 11) Ayat ini menjadi pengingat, bahwa hijrah bukan hanya tentang berpindah tempat, tetapi tentang perubahan dari dalam diri. Kita punya kuasa untuk memperbaiki, memperbaharui, dan menata ulang hidup dengan seizin-Nya. Dalam sunyi malam 1 Muharram, mungkin banyak dari kita yang memilih diam. Bu...