Langsung ke konten utama

PENGALAMAN PERTAMA CHEK IN DI TERMINAL 3 ULTIMATE BANDARA SOEKARNO HATTA

Bandara Udara Internasional Soekarno Hatta di singkat SHIA atau Bandara Udara Cengkareng dengan IATA penunjuk "CGK",merupakan sebuah bandar udara utama yang melayani penerbangan untuk Jakarta,Indonesia.
Sumber WIKIPEDIA
Dan konon katanya menjadi salah satu bandara tersibuk di dunia guys,tuuuhhhh kan kerennn kan guys,di tambah dengan berdirinya terminal baru yaitu Terminal 3 Ultimate cadasssssssssss. 


Pengalaman Seru Bingung dan Lucu Pastinya.....
Halo....guys kembali lagi sama gue blogger kawatir apa amatir ya haha pokoknya itulah dua-duanya haha....seperti yang gue bilang kemarin,gue akan kembali bercerita tentang pengalaman gue di blog ini pokoknya kembali aktiflah...bercerita share pengalaman yang pernah gue alamin.Sudah banyak sih sebenernya guys pengalaman-pengalaman perjalanan gue yang mau gue tuangkan di blog ini jiaahhhhh tuangkan emang nya sayur asem haha....
Karena menurut gue perjalanan tanpa adanya cerita itu namanya bukan perjalanan guys,maka dari itu gue akan sedikit share pengalaman gue ini semoga bermanfaat buat kalian semua.Pokoknya ambil sisi positifnya aja guys,yang jelek nya gak usah di ambli buang aja ke tong sampah haha.....gak-gak becanda,gue berharap sih semua yang gue tulis ini berkenan di kalian semua guys begitu.
Sudah kalie ya cuap-cuap nya hahahah...


Kita ke topik utamanya guys sesuai judul yang di atas,yaitu mengenai pengalaman pertama gue masuk ke Terminal 3 Ultimate Bandara Soekarno Hatta kenapa gue share di blog ini karena ada banyak cerita lucu menghibur,pengalaman baru,seru pastinya dan semoga bisa jadi inspirasi buat kalian semua guys,terutama buat kalian yang belum pernah menginjakan kaki di Terminal 3 ini.Karena gak tau kenapa Terminal 3 ini kesannya lebih spesial aja gitu dari terminal-terminal lainnya seperti Terminal 1 dan 2,jauuuuhhh bangetttt pokoknya perbedaanya,maka dari itu gue mau share penasaran kan...................
Ini asli versi gue ya guys kudujalan.com no nyontek no copy paste real kata-kata keluar dari lubuk hati gue hahaha..
Oke jadi awal mulanya gini guys gue waktu itu terbang sekitar tanggal 11 November 2018,yappppzz ini jadi penutup kisah-kisah perjalanan gue selama di Bogor yaitu tadi perjalanan terkhir gue di Bogor yang mendaki di Gunung Kencana nahhh itu last trip pokoknya lah ya.
Bukan tanpa alasan juga kenapa gue memilih Terminal 3 ini karena gue terbang bersama pesawat Garuda guys,dan lagi waktu itu masih ramai-ramai nya berita pesawat yang jatuh itu.Nah jadinya gue di belikan tiket pesawat Garuda,bukan untuk pertama kalie sih gue naik Garuda ini,sebelumnya gue udah pernah cuma kalau untuk keberangkatan baru kalie pertama ini,makanya masih agak-agak bingung gitu guys,maklum lah biasa terminal 1 ya kan....ini terminalnya super duper luas pokoknya mah dari tempat chek in ke ruang tunggu aja jauh nya minta ampun guys,apa lagi gue waktu  itu gak sendiri gue berempat yaitu bersama
Mamah
Uwa Cewek
Dan Teh unie
Iya gue bersama emak-emak guys haha,untuk pertama kalinya juga gue melakukan penerbangan bersama mamah gue guys,biasanya kan gue kalau terbang selalu sendiri guys hahaa,makanya ini pengalaman spesial bangetttt bagi gue guys spesial Bandaranya spesial juga orang-orangnya terutama mamah gue tercinta I love you Mom.
Kejadian Lucu Pertama
Ada sedikit kejadian lucu waktu itu,jujur gue kalau ingat itu lagi jadi ketawa-ketawa sendiri guys.Kalian tau kan eskalator atau tangga maju gitu guys nah di situlah kejadian lucunya haha,bagi gue dan Teh Unie sih udah biasalah ya namanya naik eskalator mah,tapi lain cerita bagi mereka berdua guys my mom and uwa,mungkin bagi mereka adalah seseuatu yang gak pernah mereka naikin sebelumnya guys itulah makanya ada sedikit adu argumen sebelum menaiki eskalator tersebut,manakala di Terminal 3 itu gak ada pilihan lain atau tangga biasa gitu seperti di Terminal 1,setau gue sih eskalator semua sama lift mungkin buat penyandang disabilitas.Setelah di rayu-rayu akhirnya mereka mau juga guys wkwkwk karena mau gak mau ya harus mau nanti bisa-bisa ketinggalan pesawat haha.Lucu sumpah haha gue ketawa-ketawa di situ karena mereka berdua pegangan erattttt bangetttt mungkin takut jatuh kalie ya hehehe,haduuuuhhh kok gue jadi ngetawain mamah gue sendiri ya haha anak durhaka nih gue parah hahaha ketawa lagi.
Kejadian Lucu Kedua
Nah....next ada lagi kejadian lucu guys,setelah dari eskalator yang tadi,kita bergegas menuju ruang tunggu karena pikir kita waktu sudah mepet guys,kalau kata anak sekarang waktu nerektek haha,begitulah kebetulan ruang tunggunya itu lumayan agak jauh guys yaitu di Gate 16 jurusan Jakarta-Pontianak haha jauuh kan lumayan.Bagi kita sih gak masalah ya mau jauuuhh mau dekat,cuma gue kasian mamah gue sama uwa haha mereka kaya Kecapean gitu haha.Di tengah-tengah perjalanan uwa sama mamah gue malah kebelet lagi,pada pengen buang air kecil haha,mungkin karena suhu juga kalie ya dinginya minta ampun Terminal 3 mah.Nah di toilet itulah kejadian lucunya,mungkin toilet di bandara ini saking bagusnya kalie ya atau orang-orang sekarang pada bilangnya Smart Toilet,jelassss toilet seperti ini sangatttt asing dan aneh bagi kita orang kampung Haha yang jarang bangetttt mengunakannya,gue sampe pegel di depan nungguin karena mereka lama bangetttt di dalam,tau nya mereka pada bingung di dalam toilet tu,untungnya ada teh unie jadi bisa di atasi lah segala kebinngungan yang mereka alami di dalam toilet.Lanjut keluar dari toilet kita langsung lari lagi ke ruang tunggu Gate 16 karena takut ketinggalan guys karena alangkah baiknya lebih awal kita menunggu itu lebih baik.Jujur di situ gue sambli ketawa-ketawa gimana gitu haha,lagi-lagi gue ngetawain mamah.


Selang 15 menit kemudia,kita pun langsung masuk ke dalam pesawat,dengan mengucap bismillah semoga selamat sampe tujuan amin.Itulah guys sedikit kejadian lucu yang gue alamin selama di terminal 3 ini.Sebenernya masih banyak sih kejadian-kejadian lucunya,cuma gue ambil point pentingnya  aja untuk di masukan di blog ini.
Oke guys sebelum gue akhirin cerita kalie ini, gue akan share sedikit atau tips and trik buat kalian semua,semoga bermanfaat amin,yaitu
*di usahan datang lebih awal dari jadwal terbang yang di tentukan
*pastikan anda harus langsung chek in di konter-konter yang tersedia
*jang lupa langsung ke ruang tunggu atau Gate yang sesuai dengan boarding kita
*Tambahan lagi,buat barang bawa kemaslah serapih mungkin biar memperlancar proses registrasi kita nantinya.
*Dan khusus untuk buah-buahan,kalau di Terminal 3 ini,ada jalur khusus buat buah-buah tersebut,keren kan.....
*setelah kita masuk ke Pesawat,ini penting bangetttt guys,jadi nomer atau hurup ABC nya itu gak berurutan,layaknya pesawat-pesawat yang lain.
Hmmmm....berasa spesial kan kalau kita naik pesawat Garuda,ada sensai tersendiri pokoknya lain dari pada yang lain.
Itulah guys pengalaman versi gue mengenai Terminal 3 ultimate ini,pengalaman yang begitu berkesan dan gak bisa di lupakan pokonya mah.Next flight pengen merasakan sensainya lagi,sensasi di Pesawatnya dan sensai Terminal 3 nya.Tidak banyak yang bisa gue katakan di dalam cerita ini dengan segala kekurangan yang gue punya,gue akan terus berusaha sebisa mungkin agar bisa memberikan yang terbaik buat kalian semua guys.
Sebentar namun sangat berkesan dan membekas di hati,sekian kisah gue di Terminal 3 ultimate,sampai ketemu di cerita gue selanjutnya,semoga pengalaman-pengalaman gue bisa memberikan nilai-nilai positif terhadap sesama dan dan senantiasa akan menjadi contoh yang baik serta berguna buat kalian semua amin.
Haduuuuuuuuhhh ngomong apa si gus,ya pokoknya itulah maksud gue.Jujur gue nulis ini sambil ketawa-ketawa sendiri hahahaha,see you in the next story guys... 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

GUA MARIA PEMANDIAN ALAM ANJUNGAN KABUPATEN MEMPAWAH KALIMANTAN BARAT

Mencoba sesuatu hal yang baru itu memang menyenangkan,seru pastinya dan harus di coba biar kita tau rasanya itu seperti apa,dan ini menjadi penutup perjalanan gue di Bulan April ini.Seperti halnya yang baru gue coba sekitar tiga hari yang lalu sesuai dengan janji gue di cerita yang sebelumnya  Kolam Renang Tirta Indah Mempawah  tentang berenang di tempat yang beda bener-bener beda dari biasaya,dengan air alami langsung dari sumber mata air dari atas bukit. Di manakah itu penasaran bukan,yang pasti kalian gak penasaran lagi karena udah ada judul di atas tertulis begitu jelas haha,iya dimana lagi kalau bukan di Gua Maria Anjungan .Kalie Ini KUDUJALAN.COM akan mengajak kalian semua menyambangi atau melihat atau mengexplore Gua Maria yang begitu bersejarah di Kalimantan Barat ini.Lokasinya pun tidak begitu jauh dari jalan raya Anjongan-Mandor,dan akses menuju Guanya pun sangat-sangatt mudah banget pokoknya rekomend buat kalian yang belum pernah kesini.Oke langsung aja y...

Bukit Daolong Via Gunung Ciung

Tektok Lagi• Saat itu pagi hari saya dengan yakin sepenuh hati untuk melangkah lagi. Dengan penuh rasa bahagia yang menemani setiap langkah demi langkah dan membawa saya kembali ke sebuah tempat di mana saya bisa mengutarakan berbagai imajinasi, mengeluarkan dan menghempaskan sesuatu yang memang janggal dan mengganjal di dalam diri serta pencarian jati diri.  Selamat datang kembali di Sentul City tepatnya di Gunung Ciung, bukan hanya Gunung Ciung melainkan saya akan menuju sebuah bukit yang indah di kawasan Sentul City. Dan saya akan melewati beberapa bukit atau puncak untuk sampai di bukit yang indah tersebut. Serta beberapa spot baru yang bisa di gunakan sekaligus dalam satu pendakian yang tentunya sudah bekerja sama dengan pihak pengelola Gunung Ciung. Dan masih banyak lagi tentunya kalau mau di bahas satu per satu, langsung saja ikutin perjalanan saya kali ini di Bukit Daolong Sentul City.  Basecamp Gunung Ciung Tepat pukul 07.30 WIB saya sampai di Basecamp Gunung Ciung, i...

HIDUP HANYA SEKALI BAGIAN 10

Setelah sempat terhenti beberapa saat, akhirnya saya kembali dan mau melanjutkan jurnal saya ini. Ya senang sih rasanya kamu menjadi tempat kedua setelah tempat pertama untuk menumpahkan semuanya yaitu sama yang maha kuasa yaitu Allah SWT. Selain saya bercerita disini ya yang masih menjadi tempat favorit saya untuk bercerita ya sama Allah tentunya. Senang saja gitu tidak perlu takut saya itu tidak sendiri, selalu ada Allah yang selalu mendengar kapanpun dan dimanapun kita mau bercerita.🕊 Nah kembali lagi ke jurnal saya itu tentang Hidup Hanya Sekali, kali ini saya mau melanjutkan jurnal tersebut, dan sebelum melanjutkan mari kita melihat ulang merefleksikan kembali atau melihat ringkasan singkat mengenai jurnal saya yang sudah saya tuliskan di blog saya ini. 💻 Berikut ini ringkasan ulang dari tulisan jurnal saya sejauh ini, ada beberapa bagian sih. Mari kita membacanya kembali secara perlahan—seperti menyusuri kembali jejak langkah yang sudah kita tempuh sejauh ini🌙 Awal yang Berat....

HIDUP HANYA SEKALI

• Jadi Jangan Sakit-Sakitan Terus Kita sering dengar kalimat "hidup hanya sekali" sebagai alasan buat jalan-jalan, makan enak, nongkrong sampai pagi, atau beli barang-barang yang bikin dompet nyesek. Tapi, pernah nggak sih kita mikir, kalau hidup cuma sekali, ya jangan disia-siain dengan gaya hidup yang bikin tubuh jadi langganan masuk angin atau langganan obat warung? Serius deh. Hidup cuma sekali, jadi kenapa kita nggak coba hidup dengan sehat tapi santai? 1. Tidur Cukup, Jangan Cuma Rebahan Tidur itu penting. Tapi jangan dikira rebahan sambil scroll TikTok 4 jam juga termasuk istirahat yang berkualitas. Beda, bestie! Tidur yang benar itu tidur cukup, sekitar 7–8 jam semalam, tanpa drama begadang nonton serial Korea sampai mata panda. Tubuh kita butuh waktu buat restart, bukan cuma ngelamun sambil rebahan. 2. Makan Enak Boleh, Tapi Jangan Lupa Sayur Kita semua suka makanan enak. Makan gorengan sambil ngeteh sore-sore? Surgawi. Tapi coba deh sesekali kasih tubuh kita asupan ...

HIDUP HANYA SEKALI BAGIAN 11dan 12

Ini adalah Bagian 11 dari tulisan jurnal saya tentang rasa, harapan, dan kepercayaan yang tetap saya genggam erat, meskipun dunia seringkali tidak pasti 💻 --- Bagian 11: Harapan yang Tidak Pernah Pergi.  Malam ini aku ingin menulis tentang rasa. Rasa yang tak selalu bisa dijelaskan, tapi selalu hadir. Rasa takut, cemas, dan khawatir yang seringkali datang tanpa permisi, membayangi seperti bayang-bayang yang terus mengikuti. Tapi di balik semua itu, ada satu rasa yang tak pernah benar-benar hilang—percaya. Aku percaya, selama aku masih berusaha—meskipun kecil, meskipun pelan, bahkan meskipun harus tertatih—harapan itu akan tetap ada. Ia mungkin tidak bersinar terang, tapi cukup hangat untuk terus menyalakan langkahku. Cukup untuk membuatku terus bangun setiap pagi dan berkata, “Ayo, hari ini kita coba lagi.” Aku percaya bahwa hari indah itu bukan dongeng. Hari itu nyata, hanya saja belum sampai ke waktunya. Mungkin sekarang jalanku memang masih panjang dan penuh belokan, tapi aku t...