Langsung ke konten utama

WISATA KULINER SUNGAI PINYUH KABUPATEN MEMPAWAH KALIMANTAN BARAT

BAKSO BLORA MENJADI PILIHAN UTAMA
Jl.Raya Seliung,Sungai Pinyuh,MempawahKalimantan Barat
Oke perjalanan gue kalie ini beda banget kita ngomongin makanan,hah makanan emang mau jadi food blogger,gak lah ya sekali-sekali ada sesuatu yang baru gak ada salah nya gue ceritakan biar bisa di kenang di masa-masa yang akan datang jiaaahhhhh...
Tujuan utama sih emang bukan mau makan Bakso Blora ya,tapi mau ke apotek Medika kalau gak salah namanya itu di Sungai Pinyuh,nah itu tujuan utama nya mau beli obat,iyelah beli obat masa iya ke apotek beli paku hahaha.....becanda mulu biar gak tegang dan jangan terlalu serius nanti cepat tua kata orang-orang bukan kata bapak sama emak gue ya wkwkw..
Langsung aja waktu jam 19.30 lepas Isya kita langsung on the way ke Pinyuh,oh iya gue berdua di sini bisalah kalian juga tau sama siapa lagi kalau bukan sama bosku my brother.Sampai Pinyuh langsung ke Apotek dan dari Apotek langsung ke ATM buat cek pencairan dana haha gaya lagi,gak lah gue mau belajar transfer ke No Rek BANK lain soalnya kan pake kode gitu kan kalian juga pasti tau.Menyedihkan banget 2018 bro belum bisa atau belum ngerti cara transfer ke BANK lain woy melek woy melek ngapah hari gini,hehe iya wajarlah gue bukan termasuk orang yang selalu intens atau sering ke ATM,jarang-jarang lah gue kalau ke ATM itu kalau ada perlu aja.
Nah habis dari ATM lanjut ke lokasi berikutnya yaitu ke Salon karena bosku pengen cukuran rambutnya untuk menyambut bulan suci Ramadhan,gak lama gue nunggu sekitar 15 menit langsung ke lokasi terakhir yaitu...BAKSO BLORA tepuk tangan yang meriah pemirsa hahaha...
Kenapa Bakso Blora pasti begitu??
Ini sih pilihan bosku ya,kalau gue sih jujur belum pernah makan Bakso Blora ini dan baru tau malahan,inilah yang jadi rasa penasaran gue untuk mencicipi Bakso Blora ini.
Gak usah nunggu lama-lama langsung pesan aja,hah langsung pesan gila cepat banget,iyelah cepat orang kios nya masih sederetan salon haha jelas cepat cuma terhalang beberapa toko aja.Gue pesana kaya biasa bakso campur lengkap lah,kalau bosku dia cuma pesan bakso sama sayuran aja katanya.

Yesss gak lama akrinya Bakso nya datang gak nyampe 10 menit langsung datang,di liat dari tampilan sih lumayan lah ya satu porsi nya itu banyak banget dari mulai bihun,kwetiau,mie,sawi,tahu,dan tentunya Bakso,dan sarunya lagi kalau makan bakso di Kalbar itu pasti selalu ada JERUK LIMO.Aneh ya aneh kan mungkin di jawa gak bakalan nemuin hal yang kaya begini sekali punya nemu itu pasti bukan bakso melainkan Soto itu udah pasti pakai jeruk.Tapi di sini lain cerita lain daerah lain adat kalie ya inilah serunya kulineran di kota atau daerah-daerah di Indonesia pasti kita bakalan menemukan sesuatu yang baru dan bahkan bisa di bilang aneh bagi kita.Dan ada satu lagi ke unikan makan Bakso di sini pasti setiap toko/kios/penjual bakso pasti selalu menyediakan nasi putih,Jiaaaaah Indonesia banget ya belum makan kalau gak makan nasi,tapi kalau menurut gue sih gak banget ya kita makan bakso satu porsi aja itu udah kenyang banget sumber karbo udah di dapat dari mie-mie dan dan lain sebaginya ini di tambah nasi haduuuuhh...
Oke kita ngomongin soal rasa,asal jangan ngomongin rasa yang pernah ada aja ya hahah curhat.Gak tau kenapa apa ini cuma gue doang atau kalian pun pernah mengalami nya setiap kalie makan bakso pasti yang petama di cicip itu kuahnya
haha iya gak pasti dah kalian juga begitu hayooo ngaku aja iya kannn...
Emmmm.....rasaya biasa ya kaya bakso-bakso kebanyakan ya rasa kuah bakso,yaiya lah rasa kuah bakso masa iya rasa kuah Soto hmmm yang ada aja.Ya habis nya gimana lidah gue itu gak bisa di bohongin jujur bakso di sini itu masih tertinggal jauh sama bakso-bakso yang ada di Jawa tepatnya Bogor,mungkin bagi orang sini bakso di sini enak-enak aja kalie ya karena lidah mereka kan udah terbiasa dengan rasa seperti ini.Gue sih gak bilang baksonya gak enak cuma kalau rasa kuahnya untuk penilaian mungkin dari 10 sampai 100 itu untuk kuah nya gue kasih nilai 60 standar lah ya.Kalau untuk bakso nya bakso yang kecil-kecilnya sih enak cuma bakso besarnya itu dagingnya itu kaya kurang gitu jadi kita kaya makan bakso tepung aja gitu itu sih yang gue rasain mendingan jujur ya kalau soal rasa mah karena kan setiap orang itu berbeda-beda dan lidah orang juga pasti beda-beda.Kalau untuk bakso nya gue kasih nilai 70 aja karena lumayan lah rasanya.

Yang terakhir adalah tempat nya kita review sedikit jadi menurut gue ini recomend banget buat para anak-anak muda sini,atau orang sini bilang nya Buda-buda karena apa tempat nya lumayan buat berdiskusi kumpul-kumpul bareng teman lumayan lah bersih sedap di pandang,pokonya kalau soal tempat nya juara dah aksesnya pun di tepi jalan ya sangat memudahkan para pecinta bakso untuk menikmati cita rasa Bakso Blora.Oke gue kasih nilat untuk tempat nya horeeeee gue kasih 90 tepuk tangan dong prok-prok haha tepuk tangan sendiri.
Oke cukup sekian untuk wisata kulineran gue di Pinyuh kalie ini,sampai ketemu di cerita gue selajutnya stay positive guys..

Komentar

Postingan populer dari blog ini

PASIR LIMO 1075 MDPL SUNYI DAN KABUT SERTA KEINDAHAN YANG TERSEMBUNYI

"Sendiri di antara kabut dan bukit ketika alam memanggil untuk diam sejenak.” Beberapa hari setelah kunjungan saya ke Cisadon Badeur Lake , saya memutuskan untuk kembali ke kawasan yang sama yaitu ke Cisadon Badeur Lake melalui rute Megamendung Cipendawa ke Pondok Pemburu tetapi kali ini setelah dari Cisadon saya memutuskan untuk menuju Pasir Limo , yang berada di ketinggian ±1.075 mdpl. Karena saya sangat penasaran sekali akan tempat ini sehingga saya memutuskan untuk kesana sebelum akhirnya pulang.  Perjalanan masih familiar: melewati kebun kopi milik warga, tanjakan dan turunan perbukitan yang membuat napas kadang tertahan. Namun semuanya terasa ringan ketika alam menyambut dengan keheningan. Sesampainya di Pasir Limo, suasananya berbeda dengan pengalaman sebelumnya. Tidak ramai. Bahkan, saya sendirian. Hari itu saya sengaja datang di hari kerja agar bisa benar-benar menikmati ketenangan. Kabut tipis melingkupi bukit-bukit di sekeliling, menciptakan suasana seperti dunia yang...

DUA TAHUN DI RUMAH

Catatan Sunyi Tentang Kehilangan, Kesabaran, dan Menemukan Diri Lagi.  “Dua tahun lalu, aku tidak membayangkan hidupku akan berhenti secepat itu. Tapi kini aku mengerti—kadang hidup memang harus berhenti agar kita bisa memahami arah selanjutnya.” Tanggal 23 November nanti menandai tepat dua tahun aku berada di rumah. Dua tahun sejak aku mengambil keputusan besar atau mungkin lebih tepat disebut keharusan besar yang mengubah seluruh ritme hidupku. Keputusan yang bagi sebagian orang mungkin tampak biasa saja. Tapi untukku, itu adalah langkah yang mengguncang hidup, langkah yang penuh ketidakpastian, dan sampai sekarang masih menyisakan getaran di dalam dada. Dua tahun. Angka yang terdengar sederhana, tapi ternyata bisa menyimpan begitu banyak cerita. Sebelum Semua Berubah.  Jika aku memutar ulang hidupku sebelum dua tahun lalu, sebenarnya tidak ada yang benar-benar “istimewa”. Aku bangun pagi, bersiap, pergi bekerja, menghabiskan hari dengan tugas-tugas yang sudah kuhafal di lua...

Tektok Gunung Ciung Sentul City Bogor Jawa Barat

Melangkah Lagi• Pagi ini tepatnya hari sabtu tanggal 5 April 2025 pada pukul 05.10 WIB saya dengan yakin dan bismillah mulai melakukan kembali kegiatan yang memang sangat saya sukai sebenarnya. Kenapa? Karena kegiatan ini memang-memang sangat menyenangkan dan tentunya menyehatkan ya di samping itu kita dapat bonus juga bisa melihat pemandangan yang sangat indah yang sangat memanjakan mata tentunya. Dan yang pasti sambil berjalan di alam sambil berjemur pula, karena sinar mentari di kala pagi itu masih bagus untuk badan kita.  Begitu banyak manfaat yang bisa di dapatkan dari mendaki atau sekedar berjalan di alam ini. Selain membuat hati senang insyaallah juga bisa tenang dan damai tentunya. Karena tujuan berjalan di perbukitan atau alam terbuka itu tidak lain tidak bukan untuk mencari ketenangan. Tetapi realita berkata lain bukannya ketenangan yang saya dapatkan melainkan kebisingan rasa ramai dan tidak seperti biasanya. Saya lupa ini masih masa-masa libur lebaran orang-orang pasti ...

HIDUP HANYA SEKALI BAGIAN 10

Setelah sempat terhenti beberapa saat, akhirnya saya kembali dan mau melanjutkan jurnal saya ini. Ya senang sih rasanya kamu menjadi tempat kedua setelah tempat pertama untuk menumpahkan semuanya yaitu sama yang maha kuasa yaitu Allah SWT. Selain saya bercerita disini ya yang masih menjadi tempat favorit saya untuk bercerita ya sama Allah tentunya. Senang saja gitu tidak perlu takut saya itu tidak sendiri, selalu ada Allah yang selalu mendengar kapanpun dan dimanapun kita mau bercerita.🕊 Nah kembali lagi ke jurnal saya itu tentang Hidup Hanya Sekali, kali ini saya mau melanjutkan jurnal tersebut, dan sebelum melanjutkan mari kita melihat ulang merefleksikan kembali atau melihat ringkasan singkat mengenai jurnal saya yang sudah saya tuliskan di blog saya ini. 💻 Berikut ini ringkasan ulang dari tulisan jurnal saya sejauh ini, ada beberapa bagian sih. Mari kita membacanya kembali secara perlahan—seperti menyusuri kembali jejak langkah yang sudah kita tempuh sejauh ini🌙 Awal yang Berat....

SELAMAT TAHUN BARU ISLAM 1447 HIJRIAH

Tak terasa, kita kembali dipertemukan dengan bulan Muharram—bulan pertama dalam kalender Hijriah. Di tengah hiruk pikuk dunia yang terus bergerak, 1 Muharram hadir sebagai pengingat yang lembut: bahwa waktu terus berjalan, dan kita diajak untuk berjalan bersamanya—dengan hati yang lebih bersih, langkah yang lebih bijak, dan jiwa yang lebih kuat. Tahun Baru Islam bukan hanya tentang pergantian waktu. Ia adalah momen hijrah; momen untuk berpindah dari gelap menuju terang, dari lalai menuju sadar, dari hanya sekadar hidup menjadi lebih bermakna. "Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum sampai mereka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri." (QS. Ar-Ra’d: 11) Ayat ini menjadi pengingat, bahwa hijrah bukan hanya tentang berpindah tempat, tetapi tentang perubahan dari dalam diri. Kita punya kuasa untuk memperbaiki, memperbaharui, dan menata ulang hidup dengan seizin-Nya. Dalam sunyi malam 1 Muharram, mungkin banyak dari kita yang memilih diam. Bu...