Langsung ke konten utama

MENGISI PERUT DAN ICIP-ICIP DI PASAR JUNGKAT KALIMANTAN BARAT

Pasar Jungkat Jl.Pontianak-Sei Pinyuh No 12,Sei Nipah Siantan Pontianak Kalimantan Barat 78351
Pasar Jungkat melengkapi perjalanan saya di Pulau Kalimantan ini,sebenernya sih gak niat mau ke Pasar Jungkat cuma pas kemarin itu jadi gini awal mula nya.
Tujuan utama saya itu adalah ke Bandara Internasional Supadio Pontianak bukan ke Pasar Jungkat,so ada tugas negara gitu biasa kerjaan.Nah emang sih setiap mau ke Bandara selalu ngelewatin Pasar Jungkat tapi gak pernah sama sekali nginjakin kaki di pasar itu.Berhubung cuaca lagi gak bersahabat hujan mulu otomatis udara semakin dingin.Tepat 03.45 pagi saya on the way dari rumah berdua sama supir yaitu bang Ivan namnya.Dan dia ngajak turun di Pasar Jungkat,dalam hati saya mau ngapain nih tumben-tumbenan iya kan biasanya juga gak pernah,yaudah saya ikut turun dan dia ngajak ke tempat makanan gitu kaya warkop semacam itulah.Terus kita langsung pilih makanan ringan gitu kaya gorengan atau kue gitulah,dan saya ambil tiga yaitu risol,dan satu lagi gak tau apa namya tp bentuknya tuh segi tiga,sembari di temani teh manis panas cocok banget sama cuacanya.
Gak lama kita langsung on the way lagi karena takut ketinggalan pesawat,pas mau tancap gas ada pemuda gitu nyamperin kirain saya itu tukang parkir padahal mah bukan,dia itu tiba-tiba minta duit gitu gini ngomongnya...
"BANG BAGI DUITNYA BANG AYOLAH BANG" dalam hati saya lah ini orang apa gak malu main minta-minta aja,secara fisiknya masih sehat utuh lengkap dan kalau pun kerja kaya nya masih bisa,dan di kasih deh sama bang Ivan 2000 rb kalau gak salah waktu itu,ada-ada aja emang ya.
Dan kita pun melanjutkan perjalanan lagi sampai ke Bandara langsung tancap gas ngebut karena jalanan masih kosong juga sih belum serame siang.Sampailah kita di bandara tepat pada jam 05.10,tugas negara udah selsai dan kita pun langsung keluar dari bandara dan melanjutkan tugas negara berikutnya,tapi tunggu dulu tugas negara berikutnya akan saya bahas di blog/cerita selanjutnya oke.
Mungkin sekian dulu ya untuk cerita mengenai Pasar Jungkat nya,dan pasar Jungkat ini melengkapi perjalanan saya selama di Kalimantan Barat,semoga bisa pergi ke tempat-tempat yang belum saya kunjungi pastinya di Kalimantan ini,mengenal lebih dekat dari pelajaran,toleransi,adat,dan budaya nya pastinya menarik untuk di pelajari supaya kita tau ternyata Indonesia itu kaya loh kaya akan toleransi antara umat beragama atau pun etnis-etnis tertentu.
I LOVE INDONESIA..♥

Komentar

Postingan populer dari blog ini

PASIR LIMO 1075 MDPL SUNYI DAN KABUT SERTA KEINDAHAN YANG TERSEMBUNYI

"Sendiri di antara kabut dan bukit ketika alam memanggil untuk diam sejenak.” Beberapa hari setelah kunjungan saya ke Cisadon Badeur Lake , saya memutuskan untuk kembali ke kawasan yang sama yaitu ke Cisadon Badeur Lake melalui rute Megamendung Cipendawa ke Pondok Pemburu tetapi kali ini setelah dari Cisadon saya memutuskan untuk menuju Pasir Limo , yang berada di ketinggian ±1.075 mdpl. Karena saya sangat penasaran sekali akan tempat ini sehingga saya memutuskan untuk kesana sebelum akhirnya pulang.  Perjalanan masih familiar: melewati kebun kopi milik warga, tanjakan dan turunan perbukitan yang membuat napas kadang tertahan. Namun semuanya terasa ringan ketika alam menyambut dengan keheningan. Sesampainya di Pasir Limo, suasananya berbeda dengan pengalaman sebelumnya. Tidak ramai. Bahkan, saya sendirian. Hari itu saya sengaja datang di hari kerja agar bisa benar-benar menikmati ketenangan. Kabut tipis melingkupi bukit-bukit di sekeliling, menciptakan suasana seperti dunia yang...

DUA TAHUN DI RUMAH

Catatan Sunyi Tentang Kehilangan, Kesabaran, dan Menemukan Diri Lagi.  “Dua tahun lalu, aku tidak membayangkan hidupku akan berhenti secepat itu. Tapi kini aku mengerti—kadang hidup memang harus berhenti agar kita bisa memahami arah selanjutnya.” Tanggal 23 November nanti menandai tepat dua tahun aku berada di rumah. Dua tahun sejak aku mengambil keputusan besar atau mungkin lebih tepat disebut keharusan besar yang mengubah seluruh ritme hidupku. Keputusan yang bagi sebagian orang mungkin tampak biasa saja. Tapi untukku, itu adalah langkah yang mengguncang hidup, langkah yang penuh ketidakpastian, dan sampai sekarang masih menyisakan getaran di dalam dada. Dua tahun. Angka yang terdengar sederhana, tapi ternyata bisa menyimpan begitu banyak cerita. Sebelum Semua Berubah.  Jika aku memutar ulang hidupku sebelum dua tahun lalu, sebenarnya tidak ada yang benar-benar “istimewa”. Aku bangun pagi, bersiap, pergi bekerja, menghabiskan hari dengan tugas-tugas yang sudah kuhafal di lua...

Tektok Gunung Ciung Sentul City Bogor Jawa Barat

Melangkah Lagi• Pagi ini tepatnya hari sabtu tanggal 5 April 2025 pada pukul 05.10 WIB saya dengan yakin dan bismillah mulai melakukan kembali kegiatan yang memang sangat saya sukai sebenarnya. Kenapa? Karena kegiatan ini memang-memang sangat menyenangkan dan tentunya menyehatkan ya di samping itu kita dapat bonus juga bisa melihat pemandangan yang sangat indah yang sangat memanjakan mata tentunya. Dan yang pasti sambil berjalan di alam sambil berjemur pula, karena sinar mentari di kala pagi itu masih bagus untuk badan kita.  Begitu banyak manfaat yang bisa di dapatkan dari mendaki atau sekedar berjalan di alam ini. Selain membuat hati senang insyaallah juga bisa tenang dan damai tentunya. Karena tujuan berjalan di perbukitan atau alam terbuka itu tidak lain tidak bukan untuk mencari ketenangan. Tetapi realita berkata lain bukannya ketenangan yang saya dapatkan melainkan kebisingan rasa ramai dan tidak seperti biasanya. Saya lupa ini masih masa-masa libur lebaran orang-orang pasti ...

HIDUP HANYA SEKALI BAGIAN 10

Setelah sempat terhenti beberapa saat, akhirnya saya kembali dan mau melanjutkan jurnal saya ini. Ya senang sih rasanya kamu menjadi tempat kedua setelah tempat pertama untuk menumpahkan semuanya yaitu sama yang maha kuasa yaitu Allah SWT. Selain saya bercerita disini ya yang masih menjadi tempat favorit saya untuk bercerita ya sama Allah tentunya. Senang saja gitu tidak perlu takut saya itu tidak sendiri, selalu ada Allah yang selalu mendengar kapanpun dan dimanapun kita mau bercerita.🕊 Nah kembali lagi ke jurnal saya itu tentang Hidup Hanya Sekali, kali ini saya mau melanjutkan jurnal tersebut, dan sebelum melanjutkan mari kita melihat ulang merefleksikan kembali atau melihat ringkasan singkat mengenai jurnal saya yang sudah saya tuliskan di blog saya ini. 💻 Berikut ini ringkasan ulang dari tulisan jurnal saya sejauh ini, ada beberapa bagian sih. Mari kita membacanya kembali secara perlahan—seperti menyusuri kembali jejak langkah yang sudah kita tempuh sejauh ini🌙 Awal yang Berat....

SELAMAT TAHUN BARU ISLAM 1447 HIJRIAH

Tak terasa, kita kembali dipertemukan dengan bulan Muharram—bulan pertama dalam kalender Hijriah. Di tengah hiruk pikuk dunia yang terus bergerak, 1 Muharram hadir sebagai pengingat yang lembut: bahwa waktu terus berjalan, dan kita diajak untuk berjalan bersamanya—dengan hati yang lebih bersih, langkah yang lebih bijak, dan jiwa yang lebih kuat. Tahun Baru Islam bukan hanya tentang pergantian waktu. Ia adalah momen hijrah; momen untuk berpindah dari gelap menuju terang, dari lalai menuju sadar, dari hanya sekadar hidup menjadi lebih bermakna. "Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum sampai mereka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri." (QS. Ar-Ra’d: 11) Ayat ini menjadi pengingat, bahwa hijrah bukan hanya tentang berpindah tempat, tetapi tentang perubahan dari dalam diri. Kita punya kuasa untuk memperbaiki, memperbaharui, dan menata ulang hidup dengan seizin-Nya. Dalam sunyi malam 1 Muharram, mungkin banyak dari kita yang memilih diam. Bu...